Jawa Pos
 Minggu, 31 Mei 2009 ] 

Polisi Malaysia Temukan Potongan Tubuh, Diduga Milik Dua TKI 


KUALA LUMPUR - Polisi Diraja Malaysia dan petugas penyelamat di negeri itu 
kemarin (30/5) terus mencari mayat korban tragedi ambruknya bekas mal empat 
lantai di Petaling Jaya, Selangor. Hasilnya, polisi dan petugas penyelamat 
kembali menemukan potongan tubuh di antara reruntuhan bangunan. 

''Kemarin sedikitnya dua potongan tubuh berhasil ditemukan,'' ujar Atase Tenaga 
Kerja KBRI Kuala Lumpur Teguh Hendro Cahyono saat dihubungi Jawa Pos tadi malam 
(30/5).

Temuan potongan tubuh itu berasal dari dua orang berbeda. Teguh menyebutkan, 
dua potongan tubuh yang belum diidentifikasi tersebut besar kemungkinan milik 
dua tenaga kerja Indonesia (TKI), yakni Hadi dan Fauzan.

Jika benar, itu berarti menambah panjang daftar TKI yang tewas dalam insiden 
tersebut, menjadi enam orang. Sebelumnya, ditemukan mayat empat TKI. Tiga di 
antaranya berhasil didentifikasi. Seorang lagi dinyatakan sebagai Mr X.

Sebelumnya, sepuluh TKI diperkirakan menjadi korban tragedi runtuhnya bangunan 
bekas Jaya Mal & Supermarket yang sudah berusia 10 tahun. Gedung yang dalam 
proses dirobohkan itu ambruk tiba-tiba Kamis (28/5) pukul 16.15 waktu setempat. 
Lokasi gedung itu berada di Sekyen 14, Petaling Jaya.

Tiga TKI yang ditemukan tewas saat itu A. Suki bin Nahru asal Sampang, Madura 
(menjadi warga negara Malaysia); Mukhamad Masykur, warga Dusun Gayam RT 03/01 
Sidomulyo, Kebonagung, Pacitan; dan Anwarudin asal Blitar. 

Empat TKI lain dalam pencarian. Yaitu, Hadi, Fauzan, Rouf alias Yanto, dan 
Madekkip. Dengan penemuan potongan tubuh Hadi dan Fauzan, tinggal dua TKI yang 
masih dalam pencarian. ''Dua TKI yang selamat, Suryono dan Saleh, saat ini juga 
sudah menjalani rawat jalan,'' ujar Teguh. 

Tetapi, Teguh belum bisa memastikan jumlah riil TKI yang menjadi korban dalam 
musibah tersebut. Sebab, berdasar keterangan sesama pekerja, TKI yang bekerja 
di sana dilaporkan hanya sembilan orang. Tapi, di tempat sama juga ditemukan 
identitas lain berupa SIM atas nama Arif Turantoi asal Pacitan. Jumlah TKI yang 
menjadi korban diperkirakan sepuluh orang. ''Kami masih mengembangkan sambil 
menelusuri data pekerja yang kami miliki,'' terangnya.

Menurut Teguh, siang kemarin pihaknya bertemu dengan perusahaan jasa konstruksi 
yang mempekerjakan para buruh migran asal Indonesia itu. Dari pertemuan itu 
disimpulkan bahwa perusahaan siap berkoodinasi dengan KBRI untuk menyelesaikan 
pemulangan jenazah TKI ke Indonesia. KBRI juga akan membantu pengurusan 
asuransi bagi para TKI tersebut. ''Tapi, kami meminta pihak keluarga 
bersabar,'' tuturnya. 

Saat ini, lanjut Teguh, KBRI akan berkonsentrasi dalam mengawal proses 
identifikasi para korban yang telah ditemukan. Polisi Diraja Malaysia juga 
sudah menyiapkan proses tes DNA (deoxyribonucleic acid) dan serangkaian tes 
lain untuk menentukan jati diri korban. ''Yang menjadi persoalan, data 
pembandingnya harus ditemukan pula, baik saudara atau kerabat,'' katanya.

Bagaimana soal kemungkinan adanya TKI ilegal yang ikut menjadi korban? Teguh 
memastikan bahwa pihaknya tidak akan tebang pilih dan tidak terjebak dalam 
dikotomi itu. ''Ada permit (izin, Red) atau tidak, mereka adalah penduduk 
Indonesia dan bekerja di sini (Malaysia, Red). Jadi, kami akan membantu 
semaksimal mungkin,'' janjinya.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia 
(BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, pihaknya telah menyiapkan bantuan 
hukum dan tim untuk memproses pemulangan korban yang teridentifikasi. Berdasar 
koordinasi dengan KBRI, pihak BNP2TKI kini menelusuri alamat korban di 
Indonesia untuk membantu identifikasi DNA. ''Semua langkah akan kami tempuh 
agar mereka bisa terbantu,'' tuturnya. 

Secara terpisah, Kepala Polisi Petaling Jaya ACP Arjunaidi Mohamed 
mengungkapkan, mayat ketujuh dievakuasi dari reruntuhan sekitar pukul 16.00 
waktu Malaysia kemarin. Jenazah korban ditemukan sekitar lima meter dari lokasi 
penemuan dua potongan tubuh beberapa saat sebelumnya. 

''Mayat pekerja Indonesia itu diperkirakan korban terakhir dalam musibah ini,'' 
katanya kepada kantor berita Bernama. Dengan ditemukannya mayat itu, operasi 
pencarian dan penyelamatan dihentikan sekitar pukul 17.00 waktu setempat. 
(zul/dwi)


 

Kirim email ke