Sepanjang Sejarah, RI Kenyang Dikhianati Arab !!!
Pengabdian Bung Karno terhadap Islam sebagai agamanya, dan Arab sebagai
dianggapnya saudara2nya ternyata sepanjang sejarah hanya penuh dengan
pengkhianatan, yaitu Bung Karno dikhianati sehingga membuat penderitaan,
membuat kesengsaraan bagi bangsa Indonesia ini.
Ekonomi RI dizaman presiden Sukarno hancur lebur gara2 Bung Karno memutuskan
untuk keluar dari Perserikatan Bangsa2 setelah mendapatkan janji dukungan penuh
semua penguasa negara2 Arab dibawah sumpah atas nama Allah.
Bung Karno memerangi Amerika dan sekutunya melalui pemboikotan Perserikatan
Bangsa2 dan Olympiade. Untuk itu, Bung Karno mengorbankan segalanya dari tanah
airnya untuk membangun "Conefo" yaitu CONFERENCE OF NEW EMERGING FORCES sebagai
satu2nya badan dunia yang menggantikan peran United Nation yang dianggapnya
tidak adil dalam memecahkan masalah2 pertikaian Internasional. Dalam kaitan
ini, tujuan Bung Karno adalah membantu dan mendukung saudara2 Arab dalam
memenangkan perang melawan Israel. Langkah2 blunder Bung Karno ini betul2
fatal karena mengorbankan bukan cuma ekonomi tapi juga nyawa bangsanya yang
kelaparan secara mengerikan yang belum pernah terjadi dimuka bumi ini apalagi
dinegara yang paling makmur seperti di Indonesia.
Bukan cuma itu, bahkan Bung Karno didesak untuk keluar dari Olympiade committe
bersama semua negara2 Arab dan mendukung badan baru yang dinamakan "Ganefo"
yaitu GAMES OF THE NEW EMERGING FORCES. Bahkan Ganefo pertama berlangsung di
Jakarta pada tahun 1963. Semua negara2 Arab bersumpah akan ikut berpartisipasi
dalam Ganefo dengan team penuh kelas satu dan bersamaan dengan itu akan bersama
RI memboikot Olympiade dengan keluar dari organisasi terkutuk ini yang
membiarkan Israel masuk sebagai anggautanya. Demi membantu Arab memerangi
Israel, Indonesia/Bung Karno mengorbankan segalanya milik bangsanya ini.
Hasil dari janji2 dan sumpah2 negara2 Arab itu ternyata tidak pernah ada
satupun yang benar, Bung Karno dan bangsa Indonesia dikhianati habis2an. Tidak
ada satupun negara2 Arab yang ikut keluar dari PBB, bahkan tidak satupun
negara2 Arab ikut mendukung kutukan Bung Karno terhadap badan dunia ini.
Lebih memalukan lagi, penyelenggaraan Ganefo pertama di Jakarta tidak
mendapatkan bantuan satupun negara2 Arab, dan bahkan semua negara2 Arab
meskipun mengirimkan juga atlit2nya tetapi bukan atlit2 Nasionalnya melainkan
atlit2 setingkat juara kelurahan disana. Semua negara2 Arab mengirimkan atlit2
nasionalnya untuk mensukseskan Olympic Games. Dana penyelenggaraan Ganefo I di
Jakarta ini hanya dibantu oleh Cina, Jepang, dan Russia. Padahal RI sendirian
saja sudah keluar dari Olympic Committe.
Demikianlah, akhirnya Bung Karno jatuh terkubur oleh mimpinya sendiri yang
dikhianati orang2 Arab ini. Sebaliknya, Cina, Jepang, dan Russia akhirnya jadi
korban penjarahan orang2 Arab di Indonesia yang mendukung Partai Masyumi yang
didanai Amerika untuk membunuh dan meng-aduk2 Indonesia.
Memang, orang2 Arab di Indonesia memberi dukungan janji bukan dukungan dana
dalam membantu kemerdekaan RI, tapi janji itu se-mata2 punya pamrih, yaitu
membantu cita2 partai Masyumi untuk menggulingkan Sukarno menghancurkan
Pancasila dan menggantikannya dengan Syariah Islam. Tentu saja, orang2 Arab
ini mendukung Masyumi dibantu penuh oleh Amerika dan CIA. Hingga detik ini,
semua negara2 Arab adalah anjing2 Amerika yang paling setia kepada majikannya,
meskipun sang majikan sering menggebukin anjing2nya ini. Namun yang namanya
anjing tetap anjing, digebuki sekalipun tetap harus setia.
Ini adalah kenyataan sejarah yang tidak mungkin disangkal oleh setiap orang
Indonesia, memang hanya orang2 keturunan Arab saja yang bisa menyangkalnya,
karena hanya orang Arab yang boleh bersumpah palsu kepada mereka yang bukan
Arab.
Kalo ada yang mau menyangkalnya saya bersedia menunjukkan bukti2nya dan bahwa
pernyataan Ruhut itu betul2 merupakan kenyataan sejarah bukan sebuah pernyataan
kosong yang rasis. Apalagi, baru2 ini gereja HKBP yaitu gereja milik aseli
pribumi bangsa Indonesia dibakar oleh orang2 Arab yang sebenarnya bukan orang
Indonesia tetapi pengkhianat2 terhadap negara ini sepanjang sejarahnya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.