Gara2 Ganyang Malaysia, Sukarno Tersungkur
                                    
Tidak mungkin Suharto bisa kudeta kalo tidak ada "ganyang Malaysia".  Ulah 
Sukarno sudah melampaui takaran wewenangnya.  Seharusnya tugas dan kewajiban 
presiden adalah memberi kesejahteraan kepada rakyatnya bukan berarti 
menghancurkan kesejahteraan rakyat negara tetangganya.

Akibat cita2 untuk menghancurkan rakyat dinegara tetangganya, menyebabkan 
rakyatnya sendiri yang menjadi hancur lebur.

Sukarno melakukan pelanggaran konstitusi dengan mengumumkan perang "Ganyang 
Malaysia", karena pernyataan perang seharusnya diputuskan oleh MPR bukan oleh 
Presiden.  Namun karena Sukarno mengangkat dirinya menjadi Mandataris MPRS, 
maka dia merasa berwenang untuk menyatakan perang.  Padahal MPRS seperti 
namanya yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara bukanlah MPR.  Segala 
institusi yang sifatnya "Sementara" tidak boleh, dan tidak mungkin membuat atau 
mengeluarkan keputusan yang "tetap".

MPRS itu sifatnya sementara, logikanya tidak boleh membuat keputusan apalagi UU 
atau keputusan yang sifatnya tidak sementara.  Apa mungkin MPRS yang sementara 
ini bisa berhak mengangkat presiden seumur hidup yang tidak lagi bersifat 
sementara ????

INILAH BLUNDER BESAR KEPEMIMPINAN SUKARNO YANG MENJERUMUSKAN BANGSA INDONESIA 
KEDALAM JURANG BERBAGAI KRISIS YANG TIDAK AKAN HABIS2NYA.

> "Umar Said" <kon...@...> wrote:
> Bung Karno wafat karena memang sengaja dibunuh
> Bung Karno adalah tapol besar Orde Barunya
> Suharto, yang telah diperlakukan secara kejam
> dan tidak beradab, sampai ia wafat dalam
> tahanan,  terisolasi, kesepian, terlantar,
> menderita siksaan fisik dan batin yang berat
> dan terlalu lama.


Lalu apa yang mau diresponi kalo memang Bung Karno sengaja dibunuh?  Apakah 
dalam sebuah kudeta itu ada aturan melarang pembunuhan???  Atau adakah larangan 
dalam kudeta untuk membunuh presiden atau penguasa yang dikudeta-nya????

Lhaaaa.......  seharusnya kita bersyukur dengan terbunuhnya Sukarno dengan 
cara2 yang terhormat.  Coba anda bayangkan bagaimana hinanya mereka yang 
terbunuh oleh para pengikut Sukarno.

Masalah bunuh membunuh itu memang merupakan aktivitas politik.  Biar 
bagaimanapun alasannya, kesalahan, kejahatan, dan dosa2 Sukarno sudah terlalu 
banyak, dan untuk hal itulah dia terbunuh.  Dan dia sangat beruntung terbunuh 
dengan cara2 terhormat bahkan mayatnya diperlakukan sebagai pahlawan bangsa, 
apanya yang masih kurang???

Ny. Muslim binti Muskitawati.









Kirim email ke