http://www.harianterbit.com/artikel/info/artikel.php?aid=69413


Gejala Stroke Tersamar Harus Diwaspadai
      Tanggal :  10 Jun 2009 
      Sumber :  Harian Terbit 




JAKARTA - Mengenali gejala dari stroke sangat penting agar korban dapat segera 
mendapat perawatan yang tepat. Selain menyelamatkan nyawa, juga dapat membantu 
proses pemulihan. Perlu diperhatikan, gejala stroke pada wanita seringkali 
berbeda dari gejala pada umumnya.

Stroke terjadi ketika oksigen dan aliran darah terputus dari otak. Sebagian 
besar stroke terjadi adalah jenis ischemic, yaitu ketika pembuluh darah utama 
terhalang oleh plak, gumpalan darah atau bentuk lemak lain. Jenis kedua dari 
stroke disebut hemmorrhagic stroke, yaitu ketika pembuluh darah dalam otak 
pecah dan darah mengalir ke dalam otak.

Korban stroke harus dibawa ke rumah sakit dalam waktu tiga jam untuk memperoleh 
obat yang akan membantu menghancurkan gumpalan darah yang mengganggu yaitu TPA 
atau tissue plasminogen activator.

Gejala yang paling sering terjadi pada stroke yaitu melemah atau mati rasa di 
sekitar wajah, kaki atau tangan yang terjadi tiba-tiba. Terutama di salah satu 
bagian tubuh. Kebingungan, termasuk sulit memahami atau berbicara. Kesulitan 
untuk melihat pada salah satu atau kedua mata atau mengalami pandangan ganda, 
sulit berjalan, pusing atau kehilangan keseimbangan, mengalami sakit kepala 
berat tanpa penyebab yang jelas.

Lynda Lisabeth dari University of Michign mengatakan, dalam beberapa penelitian 
yang dilakukan, wanita bisa jadi tidak mengalami gejala-gejala yang umumnya 
terjadi. Dia menyebutnya sebagai gejala tidak umum seperti perubahan status 
kejiwaan, bingung, hilang orientasi dan hilang kesadaran.

"Kekhawatiran utama yang terjadi adalah terlambatnya proses pengobatan stroke 
yang segera, lantaran gejala ini sulit didiagnosa sebagai kemungkingkinan 
stroke," terang Linda.

Ada juga keyakinan luas yang ada dalam masyarakat, stroke hanya terjadi pada 
orang lanjut usia. Padahal, serangan tersebut dapat terjadi pada siapa saja 
termasuk anak-anak. Meskipun penyebab stroke pada anak berbeda dengan orang 
dewasa, namun penanganan yang cepat sama-sama dibutuhkan untuk membantu proses 
pemulihan.

Kampanye peningkatan kewaspadaan stroke meminta semua orang untuk berpikir 
dengan metode "FAST" untuk mendeteksi gejala stroke.

F untuk Face atau wajah. Minta orang yang kemungkinan menderita stroke untuk 
tersenyum pada Anda. Lihat apakah salah satu sisi wajah mereka terlihat turun.

Kemudian A untuk Arm atau tangan. Minta mereka untuk mengangkat kedua tangan. 
Apakah salah satu tangan tidak bisa diangkat.

S untuk speech atau berbicara. Minta mereka untuk mengulang satu kalimat yang 
Anda ucapkan. Perhatian apakah mereka berbicara dengan suara yang aneh.

T untuk time atau waktu. Jika Anda menemukan ketiga gejala diatas, segera bawa 
korban ke pusat kesehatan atau rumah sakit terdekat.

Sementara itu, panduan untuk meningkatkan kesehatan dan menghindari stroke yang 
diberikan oleh National Stroke Association antara lain berhenti merokok, 
kurangi asupan sodium dan kolesterol, jaga tekanan darah norman, kontrol gula 
darah bagi penderita diabetes,  meminimalisir minuman beralkohol, berolahraga 
teratur dan segera mengobati segala gangguan sirkulasi tubuh.

Jika Anda telah terkena stroke, pertimbangkan program rehabilitasi stroke 
menyeluruh yang dibantu oleh ahli terapis yang dapat membantu memperbaiki 
fungsi bicara, okupasi dan fisik.(tbt/afp/health

Kirim email ke