Refleksi : Tak apa-apa kabut asap tebal di Pakanbaru  sebab jauh dari Jakarta 


http://www.sinarharapan.co.id/cetak/detail-cetak/article/kabut-asap-tebal-kado-hut-ke-225-pekanbaru/

Rabu, 24 Juni 2009 14:02 
Kabut Asap Tebal, "Kado" HUT Ke-225 Pekanbaru



     
Pekanbaru - Kabut asap merupakan "kado" terindah bagi Hari Ulang Tahun (HUT) 
ke-225 Kota Pekanbaru yang dirayakan setiap tahun tepat tanggal 23 Juni. "Kabut 
asap yang kian hari makin menebal merupakan kado terindah Kota Pekanbaru," ujar 
Indra Gunawan, Ketua Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) 
Pekanbaru dalam perbincangan dengan SH, Selasa (23/6). 


Indra menyebutkan, kado terindah bukan Piala Adipura yang diarak keliling kota 
oleh Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah, minggu lalu. Kado tersebut justru 
kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Pekanbaru dan sejumlah kota di Riau 
sejak tiga hari belakangan ini. "Betapa tidak indah, jika kabut asap itu kini 
membuat kualitas udara di ibu kota provinsi ini menjadi tidak sehat," ujarnya. 
Pernyataan Indra ini tidak mengada-ada. Tengok saja papan Indeks Standar 
Pencemaran Udara (ISPU) yang dipasang di depan kantor Wali Kota Pekanbaru, 
hingga Selasa malam masih menunjukkan kategori "tidak sehat". 


Ironisnya, masyarakat Pekanbaru seolah-olah tidak terpengaruh oleh udara yang 
tidak sehat itu. Lihat saja para pejabat dan anggota legislatif Kota Pekanbaru 
yang begitu santai mengikuti seremonial peringatan HUT Kota Pekanbaru di gedung 
wakil rakyat, Payung Sekaki. Sore harinya, masih banyak warga yang terlihat 
melakukan aktivitas di luar rumah. Misalnya, di bundaran air mancur persis di 
depan kantor Wali Kota Pekanbaru, masyarakat masih terlihat menyempatkan diri 
berekreasi di tempat itu.


Kabut asap tidak hanya menyebabkan kualitas udara menjadi tidak sehat. 
Sebelumnya, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II 
Pekanbaru dan Pinang Kampai Dumai terganggu. Berdasarkan pantauan satelit NOAA, 
hingga Selasa masih terdapat sekitar 110 titik api yang tersebar di daerah 
Riau. 
(denny winson) 

Kirim email ke