Wilayah Gaza dan Westbank Syah Milik Israel !!!!
                                                     
Banyak orang2 di Indonesia yang mendukung berdirinya negara Palestina ini tidak 
menyadari, bahwa negara Palestina sudah secara hukum Internasional "batal" atau 
dibatalkan berdirinya karena pembatalan sepihak terhadap perjanjian Camp David 
oleh pemerintahan resmi negara Palestina yang baru berdiri.

Akibatnya, wilayah Westbank dan Gaza yang sebelumnya merupakan wilayah milik 
Israel yang direbutnya dari Mesir dalam perang beladiri 6 hari 1967, sekarang 
ini kembali menjadi milik Israel setelah gagal diberikan kepada negara 
Palestina.

> Rahman Ikhwansyah <nyawa.ib...@...> wrote:
> kebanyakan gaya si hammas....di keprak kelabakan...
> Hamas rejects 'Jewish state' demand
> In comments on Thursday, Meshaal said he backs
> dialogue without conditions' with the US [AFP]***
> The leader of the Palestinian group Hamas's
> political bureau has refused to recognise Israel
> as Jewish state. At the same time, Khaled
> Meshaal has endorsed the idea of a two-state
> solution, accepting the creation of a Palestinian
> state within 1967 borders, with East Jerusalem
> as its capital.

Betul, niat Hamas menolak pengakuan terhadap negara Yahudi.  Tetapi 
permasalahannya bukan urusan pengakuan negara Yahudi ini karena negara Yahudi 
ini pada hakekatnya sudah diakui diseluruh dunia.

Inti permasalahannya, Hamas itulah yang meminta untuk diakui sebagai negara 
Palestina, dan untuk mendapatkan pengakuan inilah Israel mempersyaratkan 
keharusan mengakui Israel sebagai negara Yahudi, mengakui Yerusalem sebagai 
ibukota Israel, dan mempersyaratkan negara Palestina ini tidak boleh memiliki 
kekuatan militer seperti halnya Jepang, Jerman, Vatican, Monaco, Hongkong, 
Macau, Fiji dan lain2nya.

Artinya kalo Hamas menolak, maka tidak akan pernah ada yang namanya negara 
Palestina itu didunia ini.  Border atau perbatasan 1967 yang diusulkan oleh 
Hamas itupun dulunya bukan perbatasan negara Palestina, karena Gaza dan 
Westbank pada sebelum perang 6 hari 1967 itu adalah merupakan wilayah milik 
Mesir.  Yerusalem sendiri sebelum perang 6 hari 1967 itu adalah milik Syria 
bukan milik Arab Palestina.  Dan Arab2 Palestina yang sekarang ini dulunya 
sebelum perang 6 hari 1967, hidupnya di-tenda2 pengungsian di Libanon, Syria, 
maupun Yordania dibawah dana dari UN.  Barulah setelah perjanjian Camp David, 
Israel menghadiahkan wilayah Westbank dan Gaza ini kepada Yasser Arafat untuk 
membangun negara Palestina.  Ber-bondong2lah para pengungsi ini naik truk2 yang 
disewa UN untuk pindah dari camp2 pengungsian mereka di Syria, Yordania dan 
Libanon kewilayah baru di Westbank dan Gaza yang sudah dipersiapkan oleh Israel.

Jadi bukan masalah penting apakah Hamas menerima ataupun menolak karena mau 
menolak sekalipun pada kenyataannya sekarang ini dia sama sekali tidak memiliki 
kekuatan militer apapun juga dan tidak diakui sebagai mewakili negara 
Palestina.  Jadi apalah artinya ribut2, apalagi Amerika sendiri sudah 
menegaskan bahwa negara superpower ini tidak akan pernah berdialog dengan 
terrorist termasuk Hamas.

Enggak pada tempatnya mencatut nama Amerika agar pernyataan Hamas mendapatkan 
perhatian dunia, bahkan United Nation sekalipun tidak pernah memberi kesempatan 
kepada Hamas untuk menghadiri sidang UN.

Negara Palestina yang dulu diakui UN itu adalah negara Palestina yang berdiri 
atas dasar Camp David agreement, maka dengan hancurnya Camp David agreement, 
maka negara Palestina juga sudah dianggap tidak ada lagi.

Meskipun pemerintahan Abbas tahun lalu masih diakui sebagai mewakili negara 
Palestina, namun karena pemerintahannya sudah kadaluwarsa, maka Abbas itu sudah 
kehilangan legitimasinya untuk duduk dikursi Palestina di UN.  Kursi negara 
Palestina di UN akan tetap kosong hingga ada negara Palestina yang legitimate 
berdiri, yaitu setelah adanya pemilu yang memilih pemerintahan baru Palestina 
secara Demokrasi.  Padahal untuk mengadakan pemilu itupun membutuhkan dana 
jutaan dollar, pemilu dulu itupun dananya berasal dari sumbangan negara2 lain 
didunia dan pelaksanaan pemilu itupun harus diawasi oleh UN dibawah 
perlindungan security Israel.

Tanpa izin Israel, tidak akan pernah bisa ada pemilu di Palestina.  Lalu apa 
mungkin masih bisa tawar menawar orang2 Arab Palestina mempersoalkan negara 
Palestina ???  Jelas enggak bisa ya!!!

Sekarangpun, dunia sudah menganggap permasalahan Palestina sudah selesai dan 
merupakan urusan internal dalam negeri Israel.  Lalu apanya yang mau dituntut 
atau dipersoalkan kepada Israel ???

Apalagi, tidak ada satupun negara2 didunia yang bisa menuntut wilayah syah 
Israel seperti Gaza, Westbank, dan Yerusalem yang direbutnya dari negara2 yang 
menyerang negaranya.  Dimuka sidang PBB pun Israel sudah menyatakan, wilayah2 
ini harus direbut dan didudukinya karena sangat strategis untuk pertahanan 
keamanan negaranya yang terancam, diancam, dan merupakan hak setiap negara 
untuk membela negaranya.

Naaah.....  dengan alasan yang logis inilah akhirnya Israel berhasil menjadikan 
wilayah ini menjadi wilayahnya yang syah.  Meskipun begitu, negara2 tetangganya 
juga bisa dengan alasan yang sama untuk merebut seluruh wilayah Israel ini, dan 
hal ini memang sudah dilakukan mereka pada perang 6 hari 1967, tapi justru 
berakibat mereka yang menyerang inilah yang wilayahnya dicaplok oleh Israel 
yang cuma bertahan.

Jadi kalo mau diulangi lagi menyerang Israel, bahkan negara mereka lah yang 
akan diduduki oleh tentara Israel secara keseluruhan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






Kirim email ke