Refelksi: Apakah 32 juta penduduk miskin selama yang disebut 64 tahun  yang 
disebut merdeka adalah indikator baik?

http://www.pos-kupang.com/read/artikel/29796


Penduduk Miskin Turun Jadi 32,53 Juta Orang


Rabu, 1 Juli 2009 | 16:38 WITA
JAKARTA, POS KUPANG.COM - Jumlah warga miskin pada periode Maret 2009 turun 
menjadi 14,15 persen atau sekitar 32,53 juta orang dibandingkan dengan Maret 
2008. 

"Sedangkan pada Maret 2008 jumlah orang miskinnya sebanyak 34,96 juta atau 
15,42 persen," kata Deputi Bidang Statistik Sosial Arizal Ahnaf saat Peluncuran 
Berita Resmi Statistik Badan Statistik di Kantor BPS, Jakarta, R (1/7).

Dengan demikian, kata Arizal, jumlah orang miskin pada periode ini turun 
sebesar 2,43 juta orang. "Jumlah orang miskin di desa turun 1,57 juta orang, 
sedangkan orang miskin di kota turun 0,86 juta orang," kata Arizal.

Jumlah orang miskin terbanyak, tambah Arizal, ada di pedesaan, yakni sebanyak 
17,35 persen.

Sementara itu,  Menteri Sosial (Mensos), Bachtiar Chamsyah menyatakan bahwa 
sekitar 34 juta penduduk Indonesia masih di bawah garis kemiskinan sehingga 
semua pihak perlu melakukan penekanan bertambahnya angka kemiskinan.

"Kemiskinan adalah musuh bersama sehingga harus dilawan. Kemiskinan tidak bisa 
diselesaikan hanya dengan doa tetapi harus diselesaikan dengan upaya-upaya 
untuk mengentaskan kemiskinan," kata Mensos Bachtiar Chamsyah di Pekalongan, 
Selasa (30/6/2009) petang.

Mensos saat bersilaturahmi dan memberikan bantuan rehab rumah tak layak huni di 
Pekalongan, meminta para kiai agar dalam memberikan ceramah di depan jamaahnya 
menyerukan dan mengajak berjihad melawan kemiskinan. 
 

"Kemiskinan dapat mendekatkan pada tindakan jahat. Kami mengajak pada semua 
umat untuk melawan kemiskinan karena kondisi tersebut akan mendekatkan pada 
kekufuran," katanya.

Menurut dia, jumlah angka kemiskinan telah cenderung menurun sejak 2001. "Pada 
2007 angka kemiskinan ada sekitar 37 juta penduduk dan menurun menjadi 34 juta 
pada 2008," katanya.

Ia mengatakan, untuk menekan angka kemiskinan, pemerintah telah menerapkan 
sejumlah program, seperti bantuan langsung tunai (BLT), program nasional 
pemberdayaan masyarakat (PNPM), kredit usaha rakyat (KUR), dan program keluarga 
harapan (PKH).

"Namun untuk di Kabupaten Pekalongan tidak dilaksanakan PKH karena tidak ada 
penduduk miskin yang luar biasa," katanya.

Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Pekalongan, Mensos Bachtiar Chamsyah melalui 
Departemen Sosial memberikan bantuan rehab rumah layak huni kepada 500 kepala 
keluarga (KK) dan masing-masing KK menerima Rp 5 juta. (kompas.

Kirim email ke