Pada hakekatnya, semua vaksin Meningitis itu sama, tidak mengandung bahan dari bagi, tidak tercemar bahan dari babi, tidak diproses dengan enzym atau katalis yang berasal dari babi.
Cara membuat vaksin secara teoritis tidak susah, yaitu virus Meningitis di ekstraksi dan diambil lapisan protein bagian luarnya yang sangat responsive sebagai bahan antigenic agent. Lalu dilakukan proses penipisan yaitu dengan cara melarutkannya dalam cairan isotonis sampai 1:2000, dimasukkan kedalam ampul2 dan dilakukan sterilisasi melalui penyinaran. Karena bahan vaksin ini merupakan hasil penipisan protein, maka harus disimpat dalam lemari es yang suhunya tidak boleh lebih atau kurang dari 48 derajat Farenheit. Dalam keadaan beginilah vaksin ini bisa digunakan dalam waktu tak boleh lebih dari 7 hari. Jadi tidak perlu menggunakan enzym atau katalis dari babi karena memang tidak ada dan tidak diperlukan proses katalisasi. Teorinya memang gampang tetapi pembuatannya tidak gampang karena dibutuhkan alat2 khusus yang bisa menghitung kadar antigen itu dalam larutan. Jadi kalo memang nantinya ada Vaksin Meningitis buatan Biofarma maka dipastikan vaksin itu berasal dari import bukan buatan Biofarma karena Biofarma sendiri tidak memiliki teknologi tinggi untuk memproduksi vaksin. Issue vaksin meningitis yang katanya mengandung babi, kemudian diralat katanya proses pembuatannya menggunakan enzym babi, ternyata tidak benar sama sekali, issue itu sengaja disebarkan MUI melalui fatwa2nya yang mengharamkan vaksin ini dengan tujuan bisa memasarkan vaksin "ciptaan/rekayasanya" sendiri dengan harga yang berlipat dengan cukup mengganti label atau merek yang ada sebelumnya dari pabriknya di Amerika. Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], DPK PDS KOREA <pdskorea1...@...> wrote: > > Nanti lihatlah yang ke Mekkah itu kan mengandung babi semua, jadi akan > ditolak oleh Allah dan segera dijeburkan ke Neraka semua untuk didaur > ulang...................... > > > > > > > > > > > > > > Ingat SEMBOYAN ini, Kitab Keluaran 18:21, Keluaran 23:8, Ulangan 16:19, > Ulangan 27:25, Mazmur 100: 1 - 5 dan 1 Korintus 1:10, Amsal 3:5 > > > > > > > > > > --- On Fri, 7/3/09, Hafsah Salim <muskitaw...@...> wrote: > > > From: Hafsah Salim <muskitaw...@...> > Subject: CiKEAS> MUI Memesan Vaksin Meningitis Dari BioFarma Indonesia ????? > To: [email protected] > Date: Friday, July 3, 2009, 6:40 PM > > > > > > > > > MUI Memesan Vaksin Meningitis Dari BioFarma Indonesia ????? > > MUI sudah mengimport vaksin Meningitis yang sama dari Amerika, kemudian merk > dan label2nya dibuang, dihapus dan dihilangkan dan diganti dengan merk, > label, dan lambang "BioFarma" disertai juga sticker "Halal". > > Jadi nantinya, para jemaah haji dan tenaga kerja Indonesia semuanya > diwajibkan untuk mendapatkan vaksinasi dari vaksin "BioFarma" ini. > > Vaksin Meningitisnya sama, yaitu semuanya berasal dari pabrik yang sama di > Amerika. Tetapi karena di Indonesia diberi merek "BioFarma" disertai stiker > "halal", maka harganya bisa dijual jadi berbeda, jadi lebih mahal. > > Cara2 begini sebenarnya sudah lama dipraktekkan oleh semua pabrik2 obat > Indonesia yang cuma bermodal penggantian label merek, mereka bisa melipat > gandakan harga obat untuk keuntungan yang besar. Modal dengkul, tak perlu > mengerti teknologi, tak perlu punya ilmu pengetahuan. Yang penting bisa kerja > sama bagi2 hasil dengan DepKes RI. > > Tapi karena vaksin Meningitis menyangkut dengan Arab Saudia, maka perlu > dibuat sandiwaranya lebih dulu agar jangan ada yang membandingkan vaksin > Meningitis dari luar negeri dengan "yang buatan Indonesia". > > Ny. Muslim binti Muskitawati. >
