Sudahlah jangan dipilih, wong ganjil koq dipilih, nanti hasilnya ya ganjil melulu PILIH SAJA YANG GENEP, walaupun yang GENEP itu juga ada ganjilnya, tapi kan kecil sekali, lihatlah perhitungan berikut ini: 2 + 2 = 4 artinya genep 2 X 2 = 4 juga genep Dua dipangkatkan dua juga empat, hasilnya juga genep dan tidak mencla mencle, hanya 2 : 2 = 1 itulah ganjilnya, tapi lihat, tiga genep dan satu ganjil, nggak apa apalah, tak ada gading yang tak retak.
--- On Fri, 7/3/09, melani chia <[email protected]> wrote: From: melani chia <[email protected]> Subject: Re: [KOMUNITAS_TIONGHOA_INDONESIA] Kalla: Peristiwa Mei 1998 Bukan Soal Rasis To: [email protected] Date: Friday, July 3, 2009, 5:24 PM kalu JK itu anti cina,nah..bagaimana dg cina2 penjilat lainnya juga bilang bahwa kerusuhan Mai 98 mah bukan etnis cina sasarannya,. .kasian sekali mental cina2 bangsat seperti ini. --- On Sat, 4/7/09, Sang Kebenaran <sangkebenaran@ yahoo.co. id> wrote: From: Sang Kebenaran <sangkebenaran@ yahoo.co. id> Subject: [KOMUNITAS_TIONGHOA _INDONESIA] Kalla: Peristiwa Mei 1998 Bukan Soal Rasis To: sangkebenaran@ yahoo.co. id Date: Saturday, 4 July, 2009, 4:00 AM Kalo Mei 1998 bukan soal rasis lalu soal apa? Soal persaingan bisnis antara pribumi & non pribumi??? Liat tulisan berikut di bawah: Dikatakan Kalla, pada waktu itu yang menjadi korban bukan hanya masyarakat Tionghoa, melainkan juga masyarakat kecil yang mati terbakar saat membawa barang-barang di mal-mal. Saya pikir ini bukan soal masyarakat kecil membawa barang2 di mal-mal, tetapi ada penjarahan, perampokan, perampasan, yg diikuti tindak kejahatan lainnya??? JUSUF KALLA CAPRES GUOBLOK!!! JUSUF KALLA BERUSAHA MENUTUP2 KEJAHATAN MEI 1998!!! Kalla: Peristiwa Mei 1998 Bukan Soal Rasis http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/07/03/ 21003566/ kalla.peristiwa. mei.1998. bukan.soal. rasis Jumat, 3 Juli 2009 | 21:00 WIB JAKARTA, KOMPAS.com — Calon presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, peristiwa kerusuhan Mei 1998 silam bukanlah sebuah kerusuhan rasial terhadap kelompok Tionghoa, khususnya kaum perempuan Tionghoa. Peristiwa tersebut justru merupakan peristiwa sosial yang dilandasi akibat kesenjangan ekonomi akibat krisis ekonomi yang tidak kunjung tuntas. Demikian disampaikan Kalla saat menjawab pertanyaan sosiolog Meily G Tan, saat berdialog ekonomi dengan para tokoh dan pengusaha yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) di sebuah hotel di kawasan Kota, Jakarta, Jumat (3/7) sore ini. "Bahwa ada pelanggaran HAM ya, akan tetapi itu bukan soal rasis, bukan. Akan tetapi, soal krisis ekonomi seperti masalah pengangguran, harga-harga bahan pokok yang tinggi dan beban ekonomi lainnya," tandas Kalla. Menurut Kalla, masyarakat kecil pada saat kerusuhan tidak hanya karena terbebani masalah ekonomi, tetapi marah karena pengutang BLBI kabur dan menyisakan utang sampai Rp 600 triliun. Dikatakan Kalla, pada waktu itu yang menjadi korban bukan hanya masyarakat Tionghoa, melainkan juga masyarakat kecil yang mati terbakar saat membawa barang-barang di mal-mal. Warnai pesan status dengan Emoticon. Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.
