Science Adalah Kemajuan Berpikir Akibat Kegagalan Agama
                                    
Science itu adalah kemajuan berpikir, sebaliknya, agama adalah kepercayaan yang 
mengikat pikiran umat agar stagnasi kepada pola kegagalan masa lalunya.

Demikianlah, Science mempelajari kegagalan masa lalu untuk diperbaikinya 
sehingga bisa mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.

Sebaliknya, agama Islam justru mengikat pikiran umatnya agar mempertahankan 
kesalahan2 masa lalu itu untuk se-olah2 dianggap sebagai benar yang tidak boleh 
dirubahnya.  Mereka memaku kesalahan yang tidak boleh dikoreksi ini dengan 
argumentasi bahwa ajaran Allah tidak mungkin salah.

Mempertahankan kegagalan masa lalu, tidak mungkin membawa kemajuan, karena 
kemajuan itu dicirikan dengan mengubah kegagalan masa lalunya bukan mengulangi 
kegagalan yang sama.

Istilah2 seperti Tauhid, Sunnah nabi, Quran, Hadist, Caliph, kafir, murtad, dan 
muslimin, kesemuanya ini pemahaman yang merupakan kegagalan dalam dunia Islam 
yang terus berulang sepanjang sejarahnya.  Karena semua istilah2 ini hanya 
bertujuan memenjarakan pemikiran umat yang dilarang keluar dari pola pemikiran 
yang salah ini.  Akibatnya mereka saling mencurigai, saling memfitnah, saling 
memurtadkan, dan saling menghalalkan pembunuhan dan pembantaian sesamanya dan 
juga mereka yang tidak sama dengan mereka.

Dunia modern tidak perlu memahami apapun yang dipahami mereka, tetapi mereka 
itulah yang justru harus bisa memahami etika kemanusiaan dunia modern yang 
orientasinya kepada HAM bukan kepada Syariah Islam.

Kalo mereka (dunia Islam) ini tetap berkeras kepala tidak mau memahaminya, maka 
mereka hanya mengisolasi diri, hanya memusnahkan mereka sendiri karena pada 
hakekatnya mereka tidak produktif, mereka tidak membawa kemajuan, mereka tidak 
buta teknologi, mereka tergantung dalam ekonomi, mereka tidak membawa 
kedamaian, dan mereka hanya sibuk dengan terror2 diantara mereka sendiri.


> Abbas Amin <abas_ami...@...> wrote:
> Di tahun 2009; dengan yang tidak
> sempurna ini; JUSFIQ sudah berani
> mengatakan bahwa yang masih percaya
> Tuhan DUNGU !
> Padahal di bidang medis saja banyak
> sekali yang gagal !!!
> 


Kegagalan medis itu bukan berarti mereka yang percaya Tuhan jadi lebih sukses.  
Justru tindakan medis ini dilakukan karena memang tidak bisa mengharapkan Tuhan.

Tuhan itu memang masih digunakan didunia medis, tetapi bukan digunakan untuk 
tujuan medis, melainkan untuk tujuan psikologis dalam menciptakan ketenangan si 
pasien.  Pasien juga bisa ditenangkan dengan obat2an, tetapi kalo dia bisa 
percaya Tuhan sehingga bisa tenang tanpa obat2an khan lebih baik karena obat2an 
memiliki side effek yang jelek.

Jadi bukan berarti Tuhan itu benar2 ada, melainkan perlu sewaktu ada tujuan 
seperti menenangkan pasien ini.

Jadi anda jangan memutar balik untuk memanfaatkan kegagalan medis untuk 
dijadikan dakwah propaganda adanya Tuhan ataupun menipu pembaca agar 
mempercayai adanya Tuhan.

Orang yang enggak percaya Tuhan sekalipun, kalo sakit dan sudah mau mati itu 
bisa tanpa dipaksa untuk percaya Tuhan sekedar menipu diri sendiri agar bisa 
tenang dalam menghadapi kematiannya.  Dia juga tahu kalo dia menipu dirinya 
sendiri, dan inipun dinamakan "suggesti" dan juga bermanfaat dan dimanfaatkan 
dalam dunia medis.

Jadi tak perlulah urusan Tuhan, Allah, Islam, dan Nabi Muhammad dijadikan bahan 
propaganda yang kenyataannya memang cuma khayalan sama seperti khayalan 
dongeng2 Superman.  Apa sih salahnya mau mempercayai adanya Superman selama 
tidak membakar gereja, mesjid, mejarah, dan memperkosa????  Kesalahannya 
hanyalah ajaran Islam yang menyudutkan umat lain dan umatnya sendiri yang 
hasilnya terror2 yang sama2 membuat kita susah hidupnya.

Kita tidak bisa menyangkal, Tuhan, Allah, Islam, Kristen, dan apapun agamanya, 
semuanya itu tidak benar dan telah dengan kepastian 100% tidak ada kebenarannya 
sama sekali.  Tetapi bukan artinya harus dilarang karena kepercayaan inipun 
menggaet trilliunan dollar dalam aktivitas2nya.

Sama saja, filem2 Superman, Spiderman, dan semua khayalan2 lainnya juga 
menggaet triliunan dollar, bukan berarti semuanya ini benar eksist dalam 
kenyataan.....  semua ini cuma pola hiburan, dan letakkanlah semua agama 
sebagai bagian dari hiburan yang menghibur semua umat manusia baik mereka itu 
mau percaya atau tidak mau mempercayainya.

Jadikanlah agama dan kepercayaan anda sebagai institusi untuk mem-bagi2kan 
kebahagiaan ini tanpa mem-beda2kan agama mereka atau kepercayaan mereka.

Jangan sekalipun menggunakan ajaran agama anda atau kepercayaan anda untuk 
menghakimi salah benarnya tindakan orang lain, menghakimi benar tidaknya 
kepercayaan orang lain, apalagi sampai menghukumnya.

Karena kita juga tidak bisa menggunakan cara Superman atau Spiderman untuk 
mengadili penjahat atau pelanggar hukum.  Superman, Spiderman, Allah, Jesus, 
Tuhan, dan nabi Muhammad hanyalah hiburan semata bukan untuk penegakkan hukum 
dan menghukum pelanggaran.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke