Jadikanlah Agama Sebatas Budaya Basa Basi
Sebagai umat Islam, kalo saya kaget saya berkata "astagafirulah", kalo saya
kondangan, saya mengucapkan "selamat bahagia", kalo saya berkunjung kepada
orang yang kematian, saya mengucapkan "semoga rohnya diterima Allah".
Kesemuanya itu cuma basa basi bukan berarti saya harus percaya adanya Allah
untuk bisa diizinkan mengucapkan hal2 diatas.
Cara2 beragama banyak yang bisa diadopsi untuk basa basi, bisa digunakan untuk
menghibur mereka yang membutuhkan, bisa digunakan untuk mengharmoniskan
hubungan antar sesama manusia tanpa harus mem-beda2kan agamanya.
Kita boleh berdoa, boleh shalat, boleh jadi imam, boleh berkhotbah ditempat
yang tepat...... dan kesemuanya ini bukanlah kegiatan yang mengharuskan kita
mempercayainya apa yang kita lakukan.
Basa basi bukanlah kepercayaan melainkan sikap menghargai apa yang dipercaya
orang tanpa kita dan orang lain harus mempercayainya.
> "abas_amin08" <abas_ami...@...> wrote:
> AA: Trus kegagalan2 seperti misalnya malaise; Ressesi
> Ekonomi; penyakit AIDS; Penjajahan akibat penemuan2;
> kau mau komentar apa Mus ?!
> Apa itu dianggap biasa2 saja ? dan bukan kegagalan ?
> Apakah kegagalan hanya untuk kaum Agama saja ?!
> Jadi kamu berdiri ditengah atau kamu pokoknya asal Agama
> pasti salah ?!
>
Saya enggak ragu2 kalo anda benar2 kepingin tahu, benar agama selalu salah dan
pasti 100% salah bahkan sudah dibuktikan kesalahan2nya.
Saya bukan berdiri ditengah, melain berdiri diatas kenyataan yang benar bukan
kenyataan yang bohong2an cuma untuk me-nyenang2kan.
Tapi betul ada kalanya saya harus pura2 percaya agama sekedar me-nyenang2kan
mereka yang membutuhkan support mental karena tidak percaya yang lainnya.
Jadi tidak pernah saya bilang agama harus dihapuskan, agama harus dilarang,
agama harus dimusnahkan, bukan, bukan gitu, saya malah bilang agama itu adalah
kegiatan sosial yang memang dibutuhkan seperti kita membutuhkan filem superman,
spiderman, dll dalam membangun kepribadian anak dan memberi hiburan orang
dewasa.
Apakah karena filem Superman, spiderman dll nya itu bohong2an bukan kebenaran
hanya khayalan, bisa anda jadikan alasan untuk melarangnya??? Tentu saja tidak
khan. Bahkan ada kalanya pada hari ultah-nya si upik saya perlu pura2 jadi
superman, berbasa basi menjadi spiderman dll..... begitulah peranan agama
ditempatnya, yaitu hiburan, dan mengharmoniskan hubungan sosial melalui
berbagai cara2nya dalam ber-basa basi.
Misalnya aja, kalo saya kaget, saya mengucapkan astagafirulah, bukan karena
saya percaya nabi Muhammad utusan Allah, melainkan cuma basa basi ala Islam
yang sudah mendarah daging pada diri saya.
Masa sih karena saya sudah Yakin Islam bohong dan Muhammad juga bohong, maka
kalo saya kaget saya ganti kata2 astagafirulah menjadi, "mampus aja lu".......
enggak gitulah, enggak sopan jadinya. Jadi Islam itu cukup untuk menjadi
budaya bangsa seperti ber-basa basi assalamualaikum, astagafirullah, dll. Jadi
bukan berarti karena saya sudah tidak percaya kemudian saya harus menggantinya
segala basa basi ini..... bukan gitu caranya berpikir dan memahami kehidupan
beragama.
Bahkan kalo ada orang kematian juga saya akan berkata "Semoga rohnya diterima
Allah", padahal saya 1000% tidak percaya adanya Allah, 1000% tidak percaya
adanya roh. Tapi bukan masalah percaya atau tidak percaya, masalahnya adalah
menghibur mereka yang dilanda musibah hingga sedih. Begitulah fungsi agama dan
disitulah tugas saya sebagai scientist yang tak perlu percaya agama meskipun
biasa tetap menggunakan cara2 agama sebagai alat untuk mengharmoniskan diri
saya dengan lingkungan tentunya.
Cobalah anda bandingkan dengan cara2 yang percaya Islam bulat2, ada yang
berzinah digerebek langsung dirajam, ada maling langsung dipotong tangan.
Biadab bukan, dulu memang begitu, tapi sekarang tidak boleh dan dilarang
berbuat seperti itu, kalo ada yang berzinah tak perlu diganggu, itu urusannya
selama melakukannya bukan dirumah anda, karena rumah tetangga enggak boleh
digerebek karena bukan hak anda. Juga kalo ada maling, lapor polisi, kalo bisa
menangkapnya syukur tapi jangan dipotong tangannya, serahkan kepada polisi.
Agama tidak boleh jadi hakim yang mengadili, agama tidak boleh jadi UU, agama
tidak boleh menjadi alat menghukum dan menentukan benar salahnya tindakan orang
lain.
Jelas khan batas2nya, Islam yang selalu memaksakan Syariah Islam itu jelas
terorist yang harus ditumpas bukan berarti menumpas mereka sama dengan
anti-Islam, enggak gitu pemahamannya.
Kalo anda bisa menerima apa yang saya jelaskan, maka masa depan anda lebih
cerah. Tetapi kalo tetap ngotot menyalahkan saya dan tetap ngotot bersikap
ekstreem seperti yang sekarang anda anut, maka gelap dan sia2 masa depan anda.
Karena masa depan anda dan kita semua terletak bagaimana sikap kita dalam
menempatkan diri didalam kemajuan yang telah dibina orang lain. Kalo kita bisa
menyempurnakannya, maka kita akan ikut menjadi pembina masa depan orang lain.
Tetapi kalo anda tetap mengikatkan diri kepada kegagalan masa lalu Islam, maka
anda bukan menyempurnakan masa depan dunia ini, melainkan menjerumuskan dunia
kedalam tragedy masa lalu Islam itu sendiri.
Ny. Muslim binti Muskitawati.