Keputusan Israel Menolak Berdirinya Palestina !!!
                                             
Partai Likud yang berkuasa di Israel telah secara resmi menolak rencana 
berdirinya negara Palestina.  Dengan demikian usul Netanyahu yang menerima two 
state solutions dengan syarat tidak boleh memiliki tentara menjadi usang dan 
tidak berlaku lagi.

Dengan keputusan senat Israel ini, maka habislah mimpi berdirinya negara 
Palestina.  Apalagi, sikap Israel ini sejalan dengan kenyataan dilapangan 
dimana memang negara Palestina tidak mungkin bisa berdiri karena tidak ada 
pemerintahan, dan tidak memiliki pemimpinnya yang bisa berkomunikasi dengan 
dunia luar.

Kepemimpinan kelompok2 Palestina makin ter-pecah2, sebagian besar penduduk Gaza 
yang dikuasai Hamas sekarang ini melakukan pengungsian2 ke Mesir sejak 
pemerintah Mesir membuka perbatasannya di Ramalah.

Sementara itu, seluruh pasukan Israel sudah ditarik dari Gaza sehingga wilayah 
ini menjadi chaos.  Penguasa Hamas tidak mampu mengendalikan wilayahnya karena 
tidak cukup memiliki persenjataan sedangkan anggauta2nya semuanya makin korup, 
makin memeras masyarakat, sedangkan masyarakatnya berusaha keluar dari Gaza ke 
Mesir.  Bahan makanan, obat2an, dan kebutuhan hidup yang penting lainnya 
seperti air minum kosong.  Gaza ibaratnya seperti wilayah maut dimana setiap 
saat maut bisa mencabut nyawa seseorang tanpa di-duga2.

Semua donasi dan bantuan dari negara2 Bahrain, Spanyol, dan Inggris, berhasil 
disita dan ditahan oleh patroli laut Israel yang memblokade-nya secara sangat 
ketat karena dibantu dengan penginderaan satelit dari angkasa luar.

United Nation sudah lepas tangan, karena organisasi ini cuma berfungsi 
mendamaikan pertikaian bukan membantu memusnahkan negara seperti yang diingini 
Hamas dan Abbas.

Sementara itu Hamas dan Abbas keduanya mengaku sedang menjajaki perdamaian, 
sementara dilapangan para pengikutnya saling menculik.  Hamas menculik semua 
anggauta Abbas yang berada di Gaza, sebaliknya Abbas juga menculik semua 
anggauta Hamas yang menyusup kedalam Westbank.  Meskipun keduanya saling 
menculik dan membunuh, tapi secara resminya keduanya saling menyangkal tuduhan 
masing2.

Israel hanya bersikap waspada saja, tidak melarang penculikan2 dan pembunuhan2 
diantara mereka.

Dengan keputusan Israel yang menolak berdirinya Palestina, maka tidak ada lagi 
siapapun yang bisa mewakili negara Palestina untuk menuntut berdirinya negara 
ini.  Apalagi yang mengaku sebagai orang Palestina itu sama sekali bukan orang 
Palestina melainkan orang2 Arab Mesir, sebagian orang Yordania, dan sebagian 
lagi berasal dari Libanon, dan mereka pun saling gontok2an dan saling menculik, 
menyiksa, dan membunuh.  Pemerintah Mesir yang semula bersedia menjadi penengah 
juru damai pihak2 yang berseteru ini akhirnya tidak bisa lagi menjadi penengah 
karena perpecahannya makin komplex bukan cuma dua pihak saja antara Abbas dan 
Hamas seperti yang selama ini diketahui.  Masih ada lagi kelompok2 kecil yang 
membelot dari induknya.  Kekacauan ini ditambah lagi dengan begitu bebasnya 
agen2 rahasia menyusup kedalam semua organisasi2 Hamas dan Abbas untuk 
memperparah perpecahan ini sehingga memungkinkan kebijaksanaan Israel yang 
menolak berdirinya negara Palestina menjadi permanent.

Akhirnya, kita dari dunia Islam harus menerima kenyataan ini sebagai kemauan 
Allah yang tidak bisa ditolak.  Rupanya Allah punya rencana lain bagi kita kaum 
muslimin.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke