Cina SiNaga Mabok Membantai Ratusan Pemberontak Muslim
                                             
Ketenangan wilayah Province XinJiang dihari Kamis 9 July 2009 telah dipecahkan 
dengan pecahnya pemberontakan Muslim yang menuntut kemerdekaan negerinya 
menjadi Republik Turkystant.  Suku bangsa Uighur angkat senjata melakukan 
penjarahan toko2 bangsa Han, menculik, menyiksa dan membunuhi orang2 Han.

Ratusan tank, pasukan khusus, dan ribuan tentara mendadak diturunkan, semua 
pemberontak ditembak mati, sisanya yang melarikan diri tetap dalam pengejaran.  
Sekitar 200 lebih pemberontak ditembak mati dan ribuan yang luka2 ditahan.  
Pemimpin pemberontak Muslim ini bernama Kadeer yang tinggal di Amerika.

XinJiang adalah province Cina yang telah ribuan tahun dijajah oleh kaisar2 Cina 
secara bergantian.  Dulu pernah JenghizKhan bersekutu dengan kerajaan yang ada 
di XinJiang ini untuk mengalahkan raja2 China yang bisa bertahan ratusan tahun. 
 Akhirnya, Cina bertekuk lutut kepada raja langit JenghizKhan.  Nasib suku 
Uighur ini makin memburuk setelah JenghizKhan menguasai Cina.  Pasukan 
JenghizKhan terus meluruk ke Timur Tengah, seluruh Persia, Turki, Samarkand 
berhasil didudukinya dalam serangan kilat selama tiga bulan.  Kerajaan Uighur 
dulu itu hanya dibutuhkan sewaktu JenghizKhan berperang melawan raja2 China.  
Setelah berhasil justru Uighur ini dilindas dan juga didudukinya, rakyatnya 
dijadikan budak2.  Karena suku Uighur ini beragama Islam lah yang menyebabkan 
JenghizKhan menolak menggunakan orang2 ini dalam penyerbuannya ke kerajaan2 
Islam sekitarnya, jadi Uighur itu hanya dimanfaatkan dalam menduduki China saja.

Dizaman Kaisar Kian Lung, Kerajaan China juga menduduki wilayah ini dengan 
tangan besi, antara lain admiral Cheng Ho yang terkenal di Indonesia beragama 
Islam adalah salah satu komandan penumpas pemberontakan Islam di XinJiang.  
Meskipun Ceng Ho bukan beragama Islam tetapi dia mengenal baik ajaran Islam ini 
karena Ceng Ho bertugas mengawal selir2 raja Cina yang berasal dari XinJiang.

Akibat penumpasan berdarah terhadap kelompok pemberontak Islam di XinJiang oleh 
pemerintah Cina, terjadi demo besar2an muslimin dinegeri Belanda yang melempari 
batu2 ke kedutaan Cina di Denhaag.  Besar kemungkinannya, demo2 berdarah akan 
menjalar ke Indonesia menjadikan keturunan Cina di Indonesia sebagai target 
pembalasan dendam oleh kelompok2 ikhwanul Islamiah di Indonesia atas korban2 
yang jatuh di XinJiang.

Situasi memburuk hubungan China dengan Islam sedunia akan makin berkembang 
sejalan dengan memburuknya perkembangan di XinJiang.  Kalo sementara ini para 
ulama Islam di Indonesia sering mem-bangga2kan kemajuan China dalam skala untuk 
bisa mengadu domba nya dengan Amerika, maka dengan munculnya situasi di XinJiah 
maka pihak China tidak akan tanggung2 menumpas pemberontak Muslim ini secara 
keji.

Di Indonesia belum ada reaksi umat Islamnya untuk mengutuk pemerintah China.  
Umat Islam di Indonesia berada diposisi buah simalakama, sejak merasa dimusuhi 
Amerika dan memusuhi Amerika, umat Islam di Indonesia gemar dan rajin ber-muka2 
tentang kebesaran China dengan tujuan bisa membonceng China dalam memusuhi 
Amerika sehingga apabila di embargo Amerika diharapkan masih ada bakpau yang 
dikirim Cina untuk bantuan ekonominya.  Sialnya, sekarang malah pemberintah 
China terang2an membantai muslimin secara besar2an.  Celakalah kalo harus 
memerangi sekaligus China dan Amerika.

Tapi keturunan China di Indonesia meskipun adalah orang Indonesia masih bisa 
dijadikan sandera.  Mungkin orang2 keturunan China di Indonesia bisa dijadikan 
sandera untuk mengusir orang2 China Han dari daratan China seperti mengusir 
Yahudi dari tanah Israel.  Kalo sampai hal ini terjadi, bingung juga kemana 2 
milyard orang2 Han ini akan mengungsi keluar dari China karena tanahnhya akan 
menjadi tanah Syariah Islam.

Mari kita tunggu perkembangannya ber-sama2, saya yakin perkembangannya tidak 
baik bagi muslimin dan bagi keturunan China, tapi baik bagi Amerika.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke