http://www.mediaindonesia.com/read/2009/07/07/86110/37/5/Keluarga-Ibrahim-Identifikasi-Jenazah-Korban-Bom


Keluarga Ibrahim Identifikasi Jenazah Korban Bom 
Senin, 20 Juli 2009 14:47 WIB 
     
JAKARTA-MI: Keluarga Ibrahim, salah satu karyawan Hotel Ritz Carlton yang 
hingga kini belum diketahui keberadaannya pascaledakan bom Jumat (17/7), pada 
Senin pagi mendatangi Rumah Sakit Polri Sukamto Kramat Jati, Jakarta Timur, 
untuk mengidentifikasi sejumlah jenazah yang belum diketahui identitasnya. 

Mereka terdiri atas Toha Muhammad dan Mualif Suni, keduanya kakak kandung 
Ibrahim. 

Hadyu Muhammad,42, salah satu kerabat Ibrahim mengatakan saudaranya itu tidak 
lagi diketahui keberadaannya pascaledakan bom di Hotel Ritz Carlton. 

Ibrahim merupakan staf bagian floris (penata bunga) Hotel Ritz Carlton. Ia 
bertugas pada Jumat pagi, tepat saat peristiwa bom meledak di tempatnya 
bekerja. 

"Kami sudah mencari ke semua rumah sakit yang merawat korban ledakan bom, tapi 
tidak ada korban bernama Ibrahim. Karena itu kami memutuskan untuk datang ke RS 
Polri Kramat Jati," kata Hadyu. 

Menurut Hadyu, Ibrahim diperkirakan berusia sekitar 36 tahun, tinggi 175 cm, 
kulis sawo matang dan berambut lurus. Lelaki yang berasal dari Cirebon dan 
sudah tiga hingga empat tahun bekerja di Hotel Ritz Carlton itu memiliki 
seorang isteri dan empat anak . 

Keluarganya menginap di kawasan Kuningan sejak Ibrahim tidak ada kabarnya. 
Istri dan anak-anaknya selama ini tinggal di Cirebon. 

Dari informasi yang diterima keluarga, Ibrahim diketahui sempat menelepon 
anaknya sesaat sebelum ledakan bom terjadi. Ibrahim sendiri tinggal di sebuah 
rumah kos di kawasan Pasar Minggu. 

Hadyu menjelaskan setelah peristiwa ledakan bom terjadi seluruh karyawan Hotel 
Ritz Carlton dicek satu persatu. Namun saat itu Ibrahim tidak terlihat diantara 
para karyawan yang selamat. 

"Keberadaan sepupu kami belum jelas, apakah ia menjadi salah satu korrban yang 
meninggal saat ledakam bom belum diketahui," kata Hadyu. 

Sejumlah petugas dari bagian INAFIS (Indonesia Automatic Finger Print 
Identification System) sedang mengidentifikasi enam potongan tubuh jenazah 
korban ledakan bom Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. 

Kirim email ke