Setiap Umat Memiliki Mujizat2 Agamanya !!!
                                                       
Adalah naif dan takabur kalo sebagai umat Islam saya diwajibkan menganggap cuma 
Islam yang merupakan agama sedangkan yang lainnya adalah klenik.

Adalah naif dan takabur kalo saya sebagai umat Islam saya diwajibkan percaya 
bahwa hanya Islam yang merupakan agama yang benar dan lainnya agama yang salah.

Adalah naif dan takabur kalo saya sebagai umat Islam saya diwajibkan untuk 
menjalankan dan memaksakan Syariah Islam baik kepada diri sendiri maupun kepada 
orang lainnya.

Meskipun ajaran2 Islam itu sendiri mewajibkan umatnya untuk melaksanakan segala 
kenaifan dan ketakaburan diatas tetapi bukanlah berarti saya harus tunduk dan 
ikut2an menjadi naif dan takabur seperti yang diwajibkan dalam ayat2 Quran tsb.

Sebagai muslimin, apa yang anda percaya sebagai nabi ternyata tidak dipercaya 
oleh umat lainnya.  Sebaliknya nabi yang dipercaya umat lainnya dilarang anda 
mempercayainya.  Lalu hasilnya apa???  cuma terror yaitu memaksakan yang 
dipercaya satu umat kepada umat lainnya.

Hal inilah yang sekarang jadi masalah dan penghambat kemajuan umat Islam 
diseluruh dunia.  Provokasi segelintir umat Islam yang diracuni dogma 
keimanannya telah memprovokasi umat Islam lainnya dengan terror untuk 
memaksakan ikut menterror umat lainnya.  Jelas hal ini menimbulkan response 
semua umat manusia yang mendambakan kehidupan damai dan tentram dalam kerja 
sama sesama manusia tanpa membedakan agamanya.

Hasilnya, penganut Islam yang mem-beda2kan manusia dari agamanya akhirnya 
terisolasi, mereka tidak bisa melakukan perjalanan karena visanya seumur hidup 
akan dibatalkan, sekolah maupun berkunjung kepada sesama umatnya dilarang, 
akibatnya mereka menjadi seperti katak dalam tempurung yang cuma memusuhi 
sesama katak saja.


> "tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Soale Kong Hu Chu itu gak duwe mukjizat
> makane gak saya akui nabi,so do Sidharta
> yang karena gak dapet tahta njur bertapa.
> Juga gak kedengeran mukjizatnya apa.


Sorry, setiap agama dipercaya umatnya dengan berbagai mujizat, kalo anda tidak 
mengakui bukanlah berarti tidak ada mujizatnya.  Kalo dibalik pun sama saja, 
nabi Muhammad mana ada mujizatnya, meskipun anda bercerita macam2 tentang 
mujizat nabi Muhammad, hasilnya sama seperti anda mendengarkan macam2 mujizat 
yang dimiliki nabi2 lainnya.

Jadi untuk urusan begini, kita namakan debat kusir, dan saya sebagai seorang 
scientist tidak pernah melayani debat kusir.

Yang penting adalah bagaimana etika moral seorang umat beragama menjunjung 
nilai2 kemanusiaan sesuai yang digariskan oleh HAM.  Karena hanya HAM sajalah 
yang jadi ukuran seluruh umat manusia apapun agamanya.

Apakah anda mau menerima atau menolaknya bukan urusan saya, yang jadi urusan 
saya hanyalah menyampaikan kepada semua pembaca, bahwa hanya dengan HAM sajalah 
diri anda diukur, bukan dengan keimanan Islam, bukan dengan keimanan agama anda 
karena berbagai agama dengan berbagai ukuran etika moral harus tetap mengacu 
kepada nilai2 universal HAM.

Ingat sekali lagi dan camkan dalam sanubari anda bahwa hanya HAM yang menjadi 
acuan etika moral yang universal, BUKAN SYARIAH ISLAM karena Syariah Islam 
hanya diterima oleh sekelompok kecil umat Islam saja tetapi ditolak oleh 
seluruh umat manusia yang beradab karena Syariah Islam adalah Syariah biadab 
karena hanya melindungi umat Islam yang berorientasi kepada satu sekte aliran 
Islam dan membantai aliran Islam lainnya dan juga membantai umat yang bukan 
Islam.

Syariah Islam sangat biadab karena menganggap bumi ini hanya milik Allah, 
padahal dalam HAM ditekankan bahwa bumi dan alam semesta milik kita bersama 
tidak bisa ada yang monopoli baik itu bernama Allah ataupun bernama setan.

Hal inilah yang tidak memungkinkan Syariah Islam bisa diterima seluruh umat 
manusia dan juga seluruh umat Islam.  Hal ini kesemuanya merupakan kenyataan 
yang tidak mungkin dibantah dan bukan hasil rekayasa saya karena saya hanyalah 
menyampaikan kenyataan2 yang merupakan realitas sebenarnya yang bisa diuji 
kebenarannya oleh setiap pembaca.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Kirim email ke