Yahudi Palestina vs Arab Palestina Dalam Tawar Menawar !!!
Israel sudah resmi menolak semua tuntutan2 berdirinya negara Palestina dan
Dunia berpihak kepada Israel. Bahkan Amerika gagal memberi dukungan kepada
Abbas. Sikap Obama yang mulanya mendukung akhirnya berbalik menolak tuntutan2
Arab Palestina yang tidak masuk akal itu.
Pihak pertama yang memulai pengkhianatan terhadap perjanjian Camp David adalah
pihak Palestina. Kalo kenyataan Palestina yang Islam sudah mengkhianati
perjanjian yang ditanda tanganinya sendiri oleh pemimpinnya waktu itu Yasser
Arafat, maka selanjutnya bagaimana mungkin mau negosiasi lagi untuk membuat
perjanjian yang baru ???
Sekali berbohong seumur hidup tidak dipercaya, demikianlah pepatah dunia yang
sudah berumur ribuan tahun yang hingga sekarang tetap menjadi etika moral
setiap insan manusia dalam peradaban masa lalu hingga masa peradaban modern
sekarang ini.
Karena negara Palestina diakui dunia berdasarkan perjanjian Camp David, tetapi
karena penolakan sepihak oleh Palestina terhadap perjanjian Camp David, maka
berakhirlah pengakuan dunia akan berdirinya negara Palestina.
Untuk membangun negara Palestina dulu, dibutuhkan pemilu demokratis yang
dananya disumbang oleh UN. Hasil pemilu yang demokratis yang didanai UN itu
menghasilkan pemerintahan Palestina dimana Abbas sebagai Presiden dan
Legislatif yang dikuasai oleh organisasi Hamas yang menolak dan menarik
pengakuan terhadap perjanjian Camp David. Akibatnya, kursi untuk negara
Palestina di UN juga dikosongkan karena dunia mendukung berdirinya negara
Palestina atas dasar perjanjian Camp David ini.
Status Abbas sebagai Presiden Palestina sudah berakhir pada February 2009,
dengan demikian juga berakhirlah sudah negara Palestina yang belum berdiri ini.
Untuk memperpanjang legalitasnya, Abbas meminta bantuan dana dari UN maupun
dunia agar Palestina bisa menyelenggarakan pemilu lagi, namun seluruh dunia dan
juga UN menolak memberi bantuan lagi untuk pemilu yang cuma diikuti kurang dari
10% penduduk Palestina saja yang berpihak kepada Abbas akibat terpecah dengan
Hamas. Pendukung Abbas hanya kurang dari 10%, sedangkan Hamas didukung lebih
dari 90% penduduk Arab Palestina.
Untuk mencairkan bantuan sumbangan UN menyelenggarakan pemilu, maka Abbas dan
Hamas harus bisa bersatu. Ikhtiar Mesir untuk mempersatukan mereka selalu
gagal karena Abbas bertekad mempertahankan perjanjian Camp David dan mendirikan
pemerintahan Palestina yang demokratis agar pengakuan dunia atas negara
Palestina bisa ditegakkan. Sebaliknya, Hamas selalu menuntut Abbas untuk
menolak perjanjian Camp David dan menerima tuntutan rakyat Arab Palestina untuk
mendirikan negara yang berdasarkan Syariah Islam.
Akhirnya agar bisa mempersatukan Fatah dengan Hamas, maka Abbas terpaksa
menerima tuntutan Hamas karena lebih banyak didukung rakyat.
Dengan tuntutan inilah Abbas maju ke perundingan dengan Israel untuk tawar
menawar.
Kalo Abbas menuntut berdirinya negara Arab Palestina, maka apa salahnya kalo
Israel juga menuntut berdirinya negara Yahudi Palestina?
Disaksikan oleh wakil2 dari UN, akhirnya Abbas menolak berdirinya negara Yahudi
Palestina, lalu kenapa Israel harus menyetujui dibentuknya negara Arab
Palestina ???
Abbas pulang kalah diplomasi, kalah argumentasi, tidak mampu mendapatkan
dukungan dunia bahwa hanya Arab Palestina saja yang boleh berdiri dan melarang
berdirinya Yahudi Palestina !!!
Disinilah letaknya kelemahan dan cacatnya ajaran Islam, yaitu tidak mengajarkan
etika moral sang Buddha yang sudah ribuan tahun dianut manusia didunia kecuali
di Arab dan negara2 Islam.
Sang Buddha bersabda, "Janganlah mencubit kalo tak mau mencubit".
Abbas menolak negara Yahudi Palestina, tapi menuntut diterimanya negara Arab
Palestina.
Saya yakin para pembaca bisa menilai sendiri bagaimana mungkin bisa negara Arab
Palestina berdiri kalo menolak dan menyangkal berdirinya negara Yahudi
Palestina ???
Bagi Israel tukar menukar saling memberi adalah cara yang paling adil, "Kamu
minta pengakuan saya untuk berdirinya negara Arab Palestina", maka "Saya juga
minta pengakuan anda untuk berdirinya negara Yahudi Palestina".
Kalo anda Arab Palestina menolak, mana ada yang bisa memaksa saya yang Yahudi
Palestina untuk mengakuinya? itulah sebabnya, Arab Palestina akhirnya
kehilangan dukungan, kehilangan pengakuan dunia pada akhirnya, dan persoalan
selesai sudah dan kalo mau diteruskan dalam peperangan tentu saja pihak Israel
bersedia untuk melayaninya dengan penuh suka cita.
Kalah diplomasi tidak mungkin bisa menang dalam perang karena kekalahan
diplomasi berarti juga kehilangan dukungan dan bantuan dari negara2 didunia.
Ny. Muslim binti Muskitawati.