http://www.antaranews.com/berita/1249891038/kehabisan-bahan-makanan-eks-pengungsi-timtim-mengamuk

Kehabisan Bahan Makanan, Eks Pengungsi Timtim Mengamuk

Senin, 10 Agustus 2009 14:57 WIB | Peristiwa | Umum | Dibaca 175 kali
Kendari (ANTARA News) - Warga eks pengungsi Timor Timur (Timtim) di Sulawesi 
Tenggara (Sultra), yang sudah menginap selama tiga bulan di kantor Dinas Sosial 
setempat, mengamuk karena kehabisan bahan makanan.

"Kami manusia biasa yang membutuhkan makanan. Sudah tiga bulan menunggu hak 
kami dari pemerintah tetapi sampai sekarang tidak ada kejelasan. Makanan 
habis," kata Ketua Umum Forum Solidaritas Pengungsi Masyarakat Sultra (FSPMST) 
Arsyid.D di Kendari, Senin.

Puluhan warga eks pengungsi Timtim menyampaikan keluhan dengan tidak beraturan 
dan tidak jelas kepada siapa aspirasi itu disampaikan.

Ada yang berteriak-teriak dan ada pula yang berargumentasi dengan staf di 
kantor Dinsos setempat. 

Sebagian lagi menyampaikan keberatan tidak cairnya dana bantuan dengan keliling 
ruangan sambil menendang pintu. Mereka berusaha menemui Kadis Sosial Sultra 
Nuhung Makati tetapi tidak berada di kantor tersebut.

Aparat kepolisian yang berada di kantor tersebut mengimbau pendemo tidak 
anarkis dan secara tiba-tiba Kasi Intel Korem 143 Haluoleo Letkol Inf Alamsyah 
menengahi situasi.

Upaya Kasi Intel Korem berhasil meredam aksi massa namun setelah mereka berada 
di aula Dinas Sosial tempat menginap selama berbulan-bulan kembali melampiaskan 
emosi dengan menendang pintu.

Bukan hanya pintu kantor yang menjadi sasaran tetapi belanga pun ditendang dan 
dibanting. "Kami mau masak apa. Siang ini tidak ada makanan. Tidur tanpa 
pengalas selama tiga bulan," kata mereka bersahut-sahutan dihadapan Kasi Intel 
Alamsyah.

Kabid Jaminan dan Bantuan Sosial Dinsos Sultra, Hj. Surya Hutapea mengatakan 
warga negara memiliki hak yang sama menyampaikan pendapat atau aspirasi tetapi 
jangan memfitnah.

"Kami serius mengurusi hak warga eks pengungsi Timtim yang ada di Sultra namun 
harus dimaklumi kalau belum cair. Mekanisme penggunaan uang negara tidak semua 
yang dibayangkan," kata Surya seraya menambahkan pihaknya sudah membantu bahan 
makanan. 

Data pengungsi Timtim berdasarkan reverifikasi yang melibatkan FSPMST dengan 
sepengetahuan camat, Polsek dan Koramil setempat pada empat kabupaten/kota 
tercatat sebanyak 7.372 kepala keluarga (KK) atau 27.260 jiwa.

Hasil reverifikasi data tahun 2006-2007 lalu menujukan bahwa Kabupaten Buton 
sebanyak 14.461 KK (3.440 jiwa), Wakatobi 2.145 KK (6.655 jiwa), Bombana 794 
(3.023 jiwa) dan Kota Bau-Bau sebanyak 993 KK (3.121 jiwa).

Sedangkan pada tanggal 31 Maret 2008 Gubernur Sultra menyampaikan data Warga 
Negara Indonesia (WNI) eks Timtim sebanyak 7.372 KK dan pada tanggal 21 April 
2009 kembali melayangkan surat tentang data warga eks Timtim sebanyak 6.087 KK. 
(*)
COPYRIGHT © 2009

Kirim email ke