Orang2 Arab Palestina dan Libanon Diusir Dari Negara2 Arab
Kondisi politik Arab Palestina dan Libanon makin buruk, ribuan pekerja dan
pendatang dari Palestina terutama dari Gaza dan Libanon diusir dari negara UAE.
Alasan pengusiran itu adalah karena pasport yang dikeluarkan oleh otoritas
Palestina sudah tidak diakui.
http://www.dailystar.com.lb/article.asp?edition_id=10&categ_id=2&article_id=106132
Sebagaimana kita ketahui, bahwa setelah bulan February 2009, negara Palestina
seharusnya mengadakan pemilu untuk mengangkat presiden atau penguasa baru
sebagai otoritasnya. Namun hingga kini, Palestina terus dilanda perpecahan
yang tidak ada kemungkinan untuk melakukan pemilu maupun pengangkatan penguasa
baru sehingga semua otoritas Palestina yang sebelum diakui dunia sekarang ini
sudah kadaluwarsa, termasuk penerbitan pasport oleh otoritas Palestina
sebelumnya sekarang ini sudah tidak diakui oleh semua negara2 didunia sehingga
semua perjalanan, maupun pekerja dari Palestina harus diusir pulang kenegaranya.
Pengusiran ini bukan cuma terhadap orang2 Palestina saja tetapi juga terhadap
orang2 Libanon sehingga secara garis besarnya alasan pengusiran ini menyangkut
pasport dan keamanan masing2 negara2 Arab ini.
Sulit untuk dibayangkan betapa sulitnya kehidupan mereka ini, terutama negara2
Syariah Islam sendiri sudah mengusir mereka tentunya tidak mungkin bisa
diterima negara sekuler setelah jihad Islam menyebar teror2 diseluruh dunia
non-Islam.
Organisasi Hamas tidak diakui diseluruh dunia karena dianggap sebagai
organisasi teroris, sementara itu organisasi Fatah dibawah Abbas yang
sebelumnya sudah diakui dunia sekarang mengalami pembekuan karena tidak
diperbaharui dengan pemilu baru. Akibatnya, tidak ada representativ dari
negara Palestina, rakyat Arab Palestina sekarang terpecah belah karena Hamas
berjuang untuk memaksakan berdirinya negara Islam diatas tanah yang
pluralistik. Teror2 jihad Islam dalam memaksakan Syariah Islam inilah yang
memaksakan Israel menutup dan memblokade semua hubungan keluar dari Gaza dan
Westbank ini sehingga mengakibatkan krisis ekonomi parah yang berkepanjangan.