> "Anugrah Greg Setiawibawa" <grek_2...@...> wrote: > Eh bung phd ini baca koran gak??? > Tommy gak masuk bursa ketum golkar > krn gak memenuhi syarat. Payah lu >
Lhooo.... apanya yang payah ??? Enggak masuk bursa-pun bukan berarti tidak bisa jadi ketum Golkar. Untuk jadi ketum itu enggak ada aturan persyaratan harus jadi primadona di bursa. Untuk bisa sekedar masuk ke bursa itu khan cuma sekedar banyak pendukungnya, yang saya tulis itu justru mewaspadai agar jangan punya anggapan kayak Sukarno, mentang2 banyak pendukungnya kemudian mengira yang tidak punya pendukung tidak bisa naik. Tunggu.... sabar.... mereka yang bermain akal2an di bursa sekarang lagi dicari sama orang2 Tommy..... Kabuuuuur !!!! Nanti khan akan ada berita besar, mayat di-potong2 dijalan protokol, dan polisi gagal menemukan identitas dan pelakunya. Padahal mereka itu khan para pemain dibursa itu. Dulu, Gus Dur yang tidak ikut pemilu saja ternyata berhasil jadi presiden. Apalagi cuma ketum Golkar. Andaikan ketum Golkar sudah terpilih, namanya ketum Golkar baru adalah si Nanang, setelah seminggu jadi ketum Golkar bisa jadi mendadak dia serah terimakan kedudukan ketum Golkar kepada si Tommi. Jadi sabarlah, udah terpilih ketum Golkar sekalipun masih bisa saja diambil alih si Tommy setelah beberapa minggu, bulan, tahun, bahkan hari. Ini permainan catur politik yang waktunya diatur si Tommy bukan diatur wasit. Ingat, Tommy itu belajar dari bapaknya bukan dari Sukarno. Mana menang murid Sukarno dibandingkan anak Suharto. Murid Sukarno kalo mau korupsi harus tunggu dukungan dan jadi presiden seumur hidup dulu, lain dengan anak Suharto, untuk korupsi enggak perlu jadi presiden karena presidennya cukup ditunggangi untuk dipaksa korupsi dan setoran hasil korupsinya ke Tommy. Ny. Muslim binti Muskitawati.
