T = Halo Mas Leo,

Saya mau tanya tentang mimpi saya nih semoga ngga bosan ya soalnya nanya mulu :)

Dulu sewaktu saya masih duduk di sekolah dasar, saya pernah bermimpi dan hingga 
saat ini masih sering keinget-inget dan curious banget artinya apa.

Begini mas, ceritanya saya ada di dalam sebuah mobil entah merk apa dengan atap 
terbuka dan sedang dalam perjalanan ga tau tujuannya ke mana dan sedang berada 
di mana. Kemudian tiba-tiba sampai ke suatu daerah.

Saya melihat langit saat itu seperti terbagi dua, yang satu sisi berwarna hitam 
dan yg satu berwarna putih. Tiba-tiba dalam hati saya bicara: Oh, ini daerah 
Semarang. Terus kendaraan saya berjalan di tengah-tengah garis pertemuan hitam 
dan putih tersebut.

Kira-kira artinya menurut Mas Leo apa ya ? Padahal saya ga pernah ke Semarang 
dan ga tau everything about Semarang. Kok tiba-tiba di mimpi saya bilang gitu, 
apalagi saat itu saya masih SD ?

J = Anda merasa melihat langit terbelah di Semarang ketika anda masih SD. 

Satu sisi berwarna hitam, dan satu lagi berwarna putih. Hitam dan putih adalah 
simbol kontras, perbedaan, pemisahan. Hitam adalah simbol dari spiritualitas yg 
asli karena tidak berwarna. Hitam itu bukan warna melainkan kekosongan, 
keabadian, baka, dan itulah spiritualitas yg asli. Putih adalah simbol dari 
spiritualitas yg palsu karena putih terdiri dari tiga warna dasar: merah, 
kuning dan biru. 

Tiga warna dasar ini diputar dengan cepat sekali seperti roda mobil, dan 
walhasil kita melihatnya putih. Pedahal tidak bersih seperti putih, melainkan 
coreng-moreng dengan warna-warni merah, kuning dan biru. Hitam adalah 
spiritualitas asli dan putih adalah spiritualitas palsu. 

Bisa kita lihat di semua bagian dunia bahwa mereka yg mempraktekkan 
spiritualitas palsu sangat gemar menggunakan warna putih. Mereka pikir mereka 
suci, putih bersih, pedahal coreng moreng dengan berbagai warna yg dikaburkan 
dengan berbagai uraian keagamaan sehingga terlihat seolah-olah putih bersih. 
Pedahal berwarna-warni dengan merah, kuning dan biru,... keduniawian semata. 

Keduniawian adalah yg dikandung oleh warna putih. Dan keabadian adalah yg 
dikandung oleh warna hitam. Hitam itu menyerap segalanya, semua warna itu akan 
habis oleh hitam. Masuk ke dalam lubang yg very great, tanpa dasar. Tanpa awal 
dan akhir, tanpa batas. Itulah makna hitam, simbol dari spiritualitas yg asli. 

Karena secara intuitif kita mengerti simbolisme dari hitam dan putih, makanya 
orang-orang yg berpegang kepada agama-agama ciptaan manusia paling takut dengan 
warna hitam. Hitam diasosiasikan dengan Setan, dan putih diasosiasikan dengan 
Allah. Pedahal yg terbatas dan fana itu adalah yg putih, Allah. Dan yg baka 
atau tak terbatas itu adalah yg hitam, Setan.

Anda bisa mendefinisikan Allah, tapi anda tidak bisa mendefinisikan Setan. 
Setan itu adalah Tuhan yg tak terbatas, dan Allah adalah Tuhan yg terbatas. 
Terbatas karena cuma konsep yg anda buat dengan pemikiran anda yg terbatas. 
Setan itu, pada pihak lain, tidak pernah anda definisikan. Adanya beyond your 
mind, cuma bisa dirasakan di kesadaran anda saja. Setan di dalam kesadaran 
andalah yg melahirkan berbagai konsep Tuhan, termasuk Asmaul Husna yg cuma 
memuat 99 asma Allah.

Pedahal asma Setan ada 99 juta kali 99 juta... dan kali 99 juta lagi. Tak 
terbatas. And that's the real God. Allah yg asli. Tapi Allah yg asli itu selalu 
berusaha untuk di-repressed, ditekan habis, karena kita takut untuk 
menghadapinya. Kita takut untuk menghadapi ther real God yg hidup di dalam 
kesadaran kita sendiri. Kita cuma berani menghadapi Allah yg sudah menjadi 
konsep mati hasil olah pikir kita belaka.

Semarang adalah simbol dari masuknya kesadaran lebih tinggi dari peradaban 
manusia di belahan bumi lainnya. Kita di Indonesia semuanya merupakan keturunan 
manusia dari berbagai belahan bumi, tetapi kita tetap mengakui bahwa ada 
penduduk asli Indonesia yg bisa juga kita sebut sebagai nenek moyang kita. 
Nenek moyang kita sekarang telah menjadi fossil, banyak ditemukan di Trinil, 
Jawa Timur. 

Sang nenek moyang jelas masih berbentuk manusia setengah kera, dan ditemukan 
oleh Eugene Dubois di tahun 1893. Sekarang terkenal sebagai the Java Man. 
Manusia Jawa yg masih dalam tahap evolusi menjadi manusia sesungguhnya.

Setelah Java Man hidup dan mati, datanglah manusia-manusia yg lebih maju dari 
Cina Selatan, dari India, dari Eropa, dari Arabia... semuanya bercampur baur 
dengan nenek moyang kita yg aslinya berbentuk setengah kera. Karena semuanya 
dicampur akhirnya ke-kera-an kita mengecil, dan ke-manusia-an kita membesar. 
Kita menjadi semakin manusiawi, semakin bisa berpikir untuk melemparkan segala 
macam doktrin terakhir dan sempurna itu ke keranjang sampah karena segala yg 
datang lebih baru so pasti lebih terakhir dan sempurna. 

Dan yg lebih terakhir dan sempurna itu masuk ke Indonesia lewat Semarang.

Semarang artinya Semar orang. Semar yg telah menjadi orang. Semar adalah simbol 
dari mata ketiga di diri kita. Mata ketiga itu mata batin, kesadaran, 
consciousness. Tuhan yg asli yg hidup di dalam kesadaran kita. Orang Semarang 
belum tentu Semar yg telah menjadi orang. Tetapi Semar yg telah menjadi orang 
bisa berasal dari Semarang seperti terlihat dari kesaksian di bawah ini. 

+

Ditulis oleh seorang wanita muda dari Semarang:

"About the bunyi lonceng, well aku dah jadi puteri papiku dari tahun 2006, dan 
aku mengikuti jalan yang dibawa oleh beliau, karena aku secara KTP negara 
adalah Islam, as ini juga agama warisan dari ortu, so aku ikut ajah, lebih 
tepatnya ikut-ikutan, glundhung dot com… Bisa enjoy ya syukur, ga yaaa lumayan 
benjoet pas kena batu. :D

Panggilan untuk menjadi agnostic Kristen sudah lumayan lama, sekitar satu tahun 
yang lalu, tapi baru bisa benar-benar terealisasi Ramadhan ini.

Tahu tidak bahwa kitab-kitab yang turun ke setiap Rasul (tidak hanya Muhammad) 
itu turun juga di bulan Ramadhan ? So, fenomena bulan suci itu tidak hanya 
untuk Muhammad bin Abdullah saja, tapi juga rasul-rasul pendahulunya. 

So, dengan rujukan demikian mengikuti desakan dari dalam yang bersifat urgent, 
maka setelah nangis-nangis, flashback, etc... talking ini itu sama udara dan 
memutuskan aku harus berubah. Kalu aku terima segala sesuatunya yang datang 
padaku melaui mimpi, vision dll...

Aku terima dan aku gak lagi berlindung di balik kata-kata indah dan membuatku 
merasa di dalam comfort zone yang semu. Aku ki sopo ? Koq aku diharapkan ini 
itu, ah ga mungkin, aku butuh penegasan lagi... dan akhirnya aku berangkat 
tidur, sebelumnya aku denger suara hujan gerimis.

Paginya, sepertinya aku masih harus bangun pagi seperti saudara-saudaraku 
Muslim yang masih saur. Well, kalu kemarin, saat belum declared sebagai seorang 
agnostic, aku langsung cari makanan, setelah declared meninggalkan syariat 
Islam, aku lebih mengutamakan meditation. Transformasinya aneh ? Tapi kayak ada 
alur kemantapan dalam diri, so aku ikutin ajah.

Aku ingin mengconfirm declarationku lewat meditasi dan memulainya dengan 
penyapaan yang berbeda (dengan bahasa Alkitab), well saat itulah aku dengar 
suara lonceng gereja yang riuh: Teng... kloneng-kloneng, teng... bersaut-sautan 
sampe gendhang telinga ini mau pecah dan akhirnya bunyi lonceng ntu memelan 
dengan sendirinya.

Tak ada yang istemewa dari cerita itu bukan ? ... Tapi dari situlah, kiblatku 
telah berubah, posisiku bergeser, agak ke kiri (dulunya tengah) dan sang Rasul 
yang selalu mendatangiku itu posisinya ada di depanku sekarang..

Intisarinya, meby banyak orang yang mengalami kebingungan seperti diriku, dan 
aku ingin mengatakan: Di saat anda kebingungan tentang apa yang ingin anda 
percayai atau yakini maka tengoklah ke dalam hati anda. Setiap dari kita tak 
pernah lepas dari putaran reinkarnasi dan inkarnasi, jika anda telah mendatangi 
Guru Mursyid dan mengalami pencerahan, maka itu adalah suatu awal perjalanan 
bagi anda untuk menjadi diri anda sendiri. 

Saya orang yang tak percaya diri, tapi saya harus memberanikan diri saat 
keberanian itu memang dibutuhkan. Memang, ada saatnya atau mungkin saja anda 
akan terjebak dalam perasaaan anda sendiri, bahwa guru anda telah membentangkan 
jalan kebenaran untuk anda – dan itu adalah jalan yang paling selamat, tapi 
seharusnya jalan yang anda tapaki adalah jalan yang sesuai untuk anda, sesuai 
dengan irama bathin anda, sesuai dengan segala yang membentuk anda."

+

J = Indah sekali kesaksian itu bukan ? 

Kalau kita mengeluarkan ucapan atau tulisan yg asli berasal dari olah batin 
kesadaran kita sendiri, maka segalanya akan terlihat indah. Tidak dibuat-buat. 
Tanpa pretensi apapun. Kalau panggilan dari kesadaran di dalam dirinya ternyata 
untuk meninggalkan syariat Islam dan menjadi seorang agnostic, dan ketika hal 
itu diikutinya, maka yg akan muncul adalah perasaan bebas lepas. Perasaan bahwa 
kita telah jujur terhadap diri sendiri, berhadapan langsung dengan "Rasul". 
Rasul itu simbol dari kesadaran tinggi yg ada di diri kita, our own higher 
self. 

Kita adalah rasul Allah, dan di hadapan kita cuma ada diri kita sendiri, sang 
rasul itu. Di atas kita juga cuma ada sang rasul. Di sebelah kiri dan kanan 
kita juga cuma ada sang rasul. Di belakang kita juga cuma ada sang rasul. Dan 
suatu saat,... kita akan sadar bahwa sang rasul itu ternyata kita sendiri. 
Kitalah rasulullah, Rasul Allah.

Very simple bukan ? Dan inilah spiritualitas yg asli. Tanpa memikirkan tentang 
hidup dan mati, tanpa memikirkan tentang amal ibadah, tanpa meribetkan diri 
dengan puasa, zakat dan pahala. Untuk apa semuanya kalau kita sudah bisa 
menemukan yg asli itu, yg tidak pernah diciptakan ? Yg memang ada karena ada ? 
Dan, sekali lagi, ini datang dari Semarang.

Semarang, Semar di diri orang. Langit terbelah dua, di satu sisi hitam, dan 
sisi lainnya putih. Dan anda berjalan persis di tengah kedua sisi langit yg 
total hitam dan total putih itu. Anda bukanlah langit. Anda adalah diri anda, 
tetapi anda bisa lihat bahwa di sebelah anda itu warnanya putih, dan di sebelah 
anda yg satu lagi itu hitam. Dan anda tahu bahwa anda bukanlah keduanya. Anda 
berjalan saja terus, di antara hitam dan putih.

That's the spiritual path. Jalan spiritual. Your own spiritual path.


+

Leo
@ Komunitas Spiritual Indonesia 
<http://groups.yahoo.com/group/spiritual-indonesia>.



      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke