http://www.radarsorong.com/detail.php?id=703&ses=

16 September 2009 08:01:51



TNI Siagakan 1 Kompi di Bintuni





MANOKWARI-Kodam (Komandan Daerah Militer) XVII/Cenderawasih siap membantu 
aparat kepolisian untuk mengamankan objek-objek vital di daerah ini, seperti 2 
tambang raksasa Freeport di Timika dan LNG Tangguh-Babo, Bintuni. ''Iya, kita 
siap saja kalau diminta oleh kepolisian. Kita baru kerahkan anggota bila sudah 
ada pemintaan bantuan,'' ujar Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI AY Nasution 
kepada wartawan usai membuka kegiatan Bhakti TNI di Lapangan Borarsi Manokwari 
Selasa (15/9).



Pangdam mengakui, kalau pengamanan di areal tambang Freeport, Timika saat ini 
sedang ditingkatkan menyusul sejumlah kasus penembakan. Namun demikian untuk 
keterlibatan TNI tetap berdasarkan permintaan dari kepolisian. Saat ini telah 
diperbantukan sebanyak 1.300 personel TNI di Timika. ''Setelah ada permintaan 
bantuan, kita (TNI,re) baru ikut untuk mengamankan di sana (Freeport,re). 
Begitu prosedurnya,'' tandas Pangdam didampingi Danrem 171/PVT Kolonel Inf 
Fransen Siahaan. Mengenai kelompok pelaku penyerangan, Nasution tak mau 
menyebut GPK, tapi merupakan pelaku tindak kriminal. Namun ia juga tak menyebut 
kelompok mana yang melakukan sejumlah aksi penyerangan di Freeport. ''Kita 
tidak bisa bicara GPK, pokoknya itu pelaku tindak kriminal. Yang melakukan 
itu," ujar perwira tinggi dengan 2 bintang ini.


Selain di Freeport, Kodam juga menaruh perhatian serius terhadap pengamanan di 
areal LNG Tangguh, Babo yang sudah melakukan ekspor gas alam cair ke sejumlah 
negara konsumen. Namun aparat TNI tidak diterjunkan langsung ke areal LNG 
Tangguh, hanya menyiagakan personel di Bintuni-ibukota Kabupaten Teluk Bintuni. 
Untuk menyiapkan pengamanan, Kodam XVII/Cenderawasih telah membentuk 1 kompi 
pasukan di Bintuni. ''Tidak ada personel di areal LNG Tangguh. Kita hanya stand 
by-kan di markas saja, di Bintuni. Satuan ada di sana, ada 1 kompi. Bila 
sewaktu-waktu diperlukan, tinggal bergerak dengan helikopter,'' tukasnya.


Diminta tanggapannya mengenai wacana dialog Papua-Jakarta seperti yang 
dikehendaki elit politik, Pangdam menanggapi positif. Namun bila terealisasi, 
mesti dilaksanakan di Papua bukannya di Jakarta. Alasannya orang di Papua lah 
yang mengetahui kondisi daerahnya sendiri. 
''Baguslah kalau ada dialog-dialog. Tapi nggak usah di Jakarta,di sini (Papua) 
saja. Ngapain di Jakarta, emangnya di Jakarta yang paling tau masalah di Papua. 
Bukan di Jakarta tahu masalah di Papua, tapi orang di sini yang tahu situasi 
dan kondisi di Papua. Orang-orang kita yang paling tau tentang kita di sini,'' 
imbuhnya.(lm/jus)

Kirim email ke