Rhani Istri Yang Serakah Uang dan Kekayaan ???
Waktu Antasari baru ditangkap dengan tuduhan membunuh Nasrudin akibat
selingkuhi isterinya, maka Antasari membantahnya dan menyatakan dengan ngotot
agar mengajukan Rhani sebagai saksinya. Tapi sekarang setelah Rhani bersaksi
sebaliknya dari yang diharapkan oleh Antasari, maka pengacara Antasari menolak
kesaksian Rhani.
Siapa kah yang berbohong??? Antasari atau Rhani ???
Saya percaya, Rhani berkata dengan sebenarnya dalam kaitan hubungan mereka.
Tetapi mulanya, Antasari yakin kalo Rhani mencintai dirinya dan akan melindungi
dirinya dari urusan selingkuh ini.
Saya juga percaya seperti yang dipercaya oleh Antasari, bedanya Antasari
melupakan satu hal. Rhani tidak akan takut untuk berbohong untuk melindungi
Antasari kalo cuma urusan selingkuh.... tapi karena urusannya adalah
pembunuhan, biar gimanapun bukan cuma Rhani saja yang ketakutan, tapi semua
keluarganya juga takut kepada monster ganteng seperti Antasari ini, kegantengan
dan kekayaannya tidak akan menjamin keselamatan hidup Rhani dan keluarganya
yang lain. Nasrudin sial memang sudah mati, tak perlu dipikirkan, apalagi
harus disedihkan, tapi urusannya bukan Nasrudin tapi diri Rhani sendiri, juga
keluarga Rhani yang sudah banyak menerima dari Antasari, mereka semua jadi
terancam kalo Antasari berhasil bebas. Kemana lagi Rhani dan keluarganya harus
lari kalo Nasrudin sendiri saja tidak bisa kabur diterkam oleh petugas2 negara
yang mengambil nyawanya atas nama "Tugas Menyelamatkan Negara".
Kenyataannya Nasrudin berhasil dibunuh, wajar kalo isterinya harus diberi
perlindungan karena isterinya Nasrudin yang terlibat bernama Rhani akan menjadi
saksi yang paling utama.
Secara fisik, wajah Nasrudin kalah ganteng dari wajah Antasari, jadi wajar kalo
Rhani bisa tergoda berselingkuh dengan Antasari meskipun resikonya dicerai oleh
Nasrudin.
Biar gimanapun juga, akibat perselingkuhan ini tentunya tak mungkin menjadikan
hubungan Nasrudin dan Rhani sebagai suami isteri akan tetap stabil dan baik2
saja. Biarpun Antasari menuduh Nasrudin memperalat isterinya untuk menjebak
Antasari, tetap tidak mungkin Rhani sudi menjadi alat. Bayangin dong kalo anda
sendiri yang jadi Rhani, buat apa tunduk kepada Nasrudin untuk diperalat ???
Kualitas manusianya juga, Nasrudin kalah kekuasaan dari Antasari, Nasrudin
kalah ganteng dari Antasari, Nasrudin kalah kekayaannya dari Antasari, Nasrudin
kalah uang dari Antasari, bahkan, Antasari berani memberikan Rhani apa saja
lebih banyak.
Apa yang bisa diharapkan dari seorang laki2 seperti Nasrudin kalo ada laki2
seperti Antasari yang sudah terbukti sudah menghadirkan harapan2 tadi ???
Yaaaa.... tak perlu kita ngomongin Nasrudin, dia laki2 yang doyan banyak
isteri, jadi apa bedanya kalo ngomongin masalah perkawinan ini mau dibandingkan
dengan Antasari yang juga sudah sama2 beristeri ??? Keduanya sama2 doyan banyak
isteri, tapi bedanya, Antasari berani memberi lebih banyak kesenangan maupun
kebahagiaan kepada isteri2nya dibandingkan Nasrudin.
Kesimpulannya, Rhani berselingkuh dengan Antasari memang kemauannya sendiri,
memang idenya sendiri, memang merupakan jalan pilihannya sendiri, dan buat apa
menjadi alat apalagi diperalat oleh Nasrudin ???
TAPI, meskipun Rhani mencintai Antasari, meskipun dia bersedia dimadu oleh
Antasari, meskipun dia bersedia mengorbankan suaminya Nasrudin untuk
diceraikannya, meskipun dia sama sekali tidak menghargai Nasrudin sebagai
suaminya, MAKA TIDAK MUNGKIN KESEMUA SIKAPNYA INI BISA BERTAHAN APABILA
MENYANGKUT PEMBUNUHAN, MENYANGKUT ANCAMAN KEPADA JIWANYA SENDIRI, DAN LEBIH2
KENYATAANNYA ANTASARI YANG TADINYA DIKAGUMI SEKARANG BAGAIKAN MONYET DIKURUNGAN
SECARA PENGECUT BERBOHONG, MENOLAK KENYATAAN, MENGELAK KIRI DAN LARI KEKANAN,
DAN DEMI KESELAMATAN DIRI SENDIRI TAK SEGAN2 MAU MENJERUMUSKAN RHANI TERSANGKUT
KONSPIRASI DAN SEGALANYA.
Jadi, bukan cuma Rhani, tapi semua isteri, semua perempuan, semua pelacur,
semua wanita yang beriman, sama2 akan membongkar segala rahasia pribadinya
sendiri kepada siapapun yang dipercayanya bisa melindunginya.
Sikap seorang Rhani seperti itu bukanlah kesalahan, juga bukan dosa, wanita
manapun mencari seorang suami sebagai pelindung yang secure untuk selamanya
bukan untuk sebulan, setahun, atau cuma beberapa saat saja. Wanita seperti
Rhani dimanapun sama, tidak akan melepaskan kesempatan yang ada, tapi bukan
berarti harus mengejarnya apalagi dengan resiko yang berbahaya. Dia memilih
pihak yang paling aman atau pihak yang paling dipercaya keamanannya. Dan
pengacara Antasari menolak polisi yang mengamankan Rhani, meminta pengamanan
Rhani dibawah sebuah yayasan yang dibentuk oleh Antasari untuk mengamankan
saksi. Naaaaah...... pertanyaannya jadi sederhana, kalo anda yang jadi Rhani,
siapa yang lebih anda percaya untuk mengamankan diri anda, apakah anda pilih
polisi yang menangkap Antasari karena membunuh Nasrudin, atau anda pilih
yayasan pelindung saksi yang dibentuk oleh Antasari ?????
Boleh jadi Rhani membenci Nasrudin dan mencintai Antasari, tapi karena
kejadiannya ternyata Antasari membunuh Nasrudin, apakah anda yang jadi Rhani
bisa tetap percaya kepada Antasari ??? Kalo mau mendapatkan cinta Rhani tak
perlu khan membunuh Nasrudin, Rhani bersedia menyerahkan cintanya kepada
Antasari, lalu kenapa Nasrudin masih harus dibunuhnya ???? Meskipun Antasari
berhasil merebut isteri Nasrudin, lalu apa sih yang bisa diperbuat oleh
Nasrudin ??? Segalanya yang ada pada Nasrudin kalah total dari Antasari,
yaaa... mungkin Nasrudin cuma bisa ngedumel dengan ancaman kosong yaitu membuka
selingkuh Antasari ke surat kabar. Lalu apakah karena alasan Nasrudin ini
membuat Antasari kemudian menyewa pembunuh bayaran yang begitu mahalnya ????
Jelas tidak mungkin yaaaa !!!! Nasrudin dibunuh bukan karena mengancam
membongkar selingkuhan Antasari, dia dibunuh karena sudah mendapatkan lampu
hijau dari partai2 Islam yang menjadi pendukung2nya untuk menduduki posisi
basah dengan kewajiban setoran kepada partai2 tsb. Kesemua rencana dan
pelaksanaan eksekusi inipun dilakukan atas nama negara........
Dan memang, terbukti kesemua rencana dan pelaksanaan pembunuhan ini 100%
dilakukan oleh Negara karena perintah2nya berasal dari pejabat2 negara yang
berwenang seperti Kepolisian, Kejaksaan, dan esselon2 atas dari partai2 politik
pendukung Syariah Islam yang duduk dibadan legislatif.
Semua pelaku dan pejabat negara yang terlibat dalam pembunuhan Nasrudin tidak
ada satupun yang mengetahui urusan selingkuhan Antasari. Karena memang
sebetulnya urusan membunuh Nasrudin tidak terkait dengan selingkuhyna atau
terkait ancaman Nasrudin pribadi kepada pribadi Antasari.
Urusan Antasari dan Nasrudin adalah uang setoran, bila uang setoran turun atau
bahkan uang setoran terhenti wajar jadi urusan besar. Antasari juga bisa
terancam, jadi terhentinya setoran Nasrudin bisa jadi disebabkan Antasari, tapi
karena posisi Antasari lebih dominan, maka bisa saja Antasari mengkambing
hitamkan Nasrudin, istilahnya: "sambil menyelam minum air", menyelamatkan diri
sendiri dimusuhi partai politik pendukungnya dan mengorbankan Nasrudin sebagai
gantinya, dan untuk membuktikan kesetiaannya, maka Antasari tidak segan2
menyumbangkan dana penyingkiran Nasrudin ini sebesar Rp500 juta.
Semua yang saya laporkan diatas ini tidak mungkin dibuka, karena urusan
perselingkuhan dunia politik itu sifatnya lebih rahasia dari perselingkuhan
diatas ranjang. Apalagi politik partai2 Islam pendukung Syariah Islam, diluar
legislatif mereka membiayai pelaku yang meledakkan teror bomb2, dan didalam
ruangan legislatif mereka melakukan kegiatan lobby2 untuk kedudukan posisi yang
bisa menghimpun dana.
Jelas, memaksakan berdirinya negara Syariah tak mungkin bisa tercapai cukup
dengan puasa, doa dan shalat, tapi juga dukungan dana dan jihad teror. Tapi
adalah hal yang biasa, dalam proses menghimpun dana tentunya ada saja yang
mengutil, ada saja yang serong, ada saja yang jadi penghambat kelancaran
masuknya dana meskipun gudang uangnya sudah terbuka lebar. Dan kesemuanya ini
bisa melihat contoh kejadian kasus Antasari.
Terima kasih kepada pembaca yang mau membacanya, malah lebih terima kasih lagi
kalo ada pembaca yang juga mau menyumbangkan perasaannya apabila dia menjadi
"Rhani". Kejadiannya bukanlah kejadian luar biasa tapi merupakan kejadian yang
wajar melibatkan setiap orang yang tentunya bukan selalu harus dikorbankan
nyawanya. Selingkuh, cinta, cerai, dan menikah karena kemaruk harta,
kesemuanya ini biasa... tapi kalo sampai harus membunuh karenanya sudah jelas
tidak biasa karena tidak ada alasannya siapapun untuk dibunuh. Dan apalagi
pembunuhan ini melibatkan pejabat negara berpangkat tinggi, melibatkan jaksa
tingkat tinggi, melibatkan tokoh2 politik dan media, tentu kesemuanya ini
merupakan tanda2 yang tidak biasa.
Kejadian sebenarnya tetap tidak akan terungkap dan tidak akan diungkapkan
dipengadilan, dan karena itulah untuk menjerat dan memenjarakan Antasari tanpa
melibatkan politik, maka satu2nya jalan adalah urusan selingkuh dan ancaman
Nasrudin atas perselingkuhan ini dijadikan bahan untuk bisa menjerat cuma
Antasari tanpa mempengaruhi yang lainnya. Karena kalo Antasari yang secara
pribadi mau membunuh Nasrudin, maka tak mungkin dia melibatkan polisi,
politisi, jaksa dll dalam operasi eksekusi ini. Memang, Antasari punya niat
untuk membunuhnya, dia bermaksud mendomplengkan urusan pribadinya ini kepada
yang lain dengan maksud nantinya kalo terbongkar masalahnya jadi urusan
politik. Celakanya, pihak lainnya juga mempunyai maksud yang sama,
menyingkirkan Nasrudin dengan mendompleng urusan pribadi
Antasari. Naaah..... siapa yang lebih berhasil tergantung kepada siapa
penguasa yang sekarang ini berpihak, yang jelas dan pasti, penguasa sekarang
adalah memusuhi partai2 Islam yang mendukung terorisme.
Ny. Muslim binti Muskitawati.