> "sunny" <am...@...> wrote:
> Refleksi : Kalau harus tegas-tegas,
> siapa lagi akan melindungi harta
> kekayaan Soeharto yang disembunyikan
> di berbagai pelosok dunia? Untuk minta
> atas dukungannya terhadap operasi
> laskar Jihad di Maluku dan Sulawesi
> saja berpura-pura tidak tahu.
> 

Kalo urusan Suharto sebagai koruptor, sebaiknya terpisah saja dibicarakannya 
karena masalahnya banyak komplikasinya kepada kebijakan politik penguasa 
dizamannya maupun dizaman sebelum dan sesudahnya.

Yang harus kita tegakkan adalah supremasi hukum yang benar bukan akal2an 
politik untuk menjadikan Indonesia menjadi negara Syariah Islam.

Lalu kenapa belum juga diadili ternyata Bibit-Chamsah ini sudah dibela mati2an 
dengan demo besar2an yang menuntut pembebasannya?  Padahal apapun intrik 
politik dibelakangnya ternyata polisi menahan keduanya berdasarkan adanya 
tuntutan dan adanya bukti2 korupsi berupa suap dan sogok.

Untuk memutuskan benar tidaknya kedua pejabat ini korup, cuma satu saja 
jalannya, yaitu pengadilan bukan TPF atau demo2 di-jalan2 raya.  Aneh khan, 
mereka menuntut pembebasan Bibit-Chamsah tanpa pengadilan.

Yang jelas, kedua koruptor ini memang melakukan korupsi karena berkewajiban 
mengisi uang kas partai2 Islam yang bertujuan menjadikan RI ini negara Syariah 
Islam.  Kemenangan mutlak SBY itu ditandai dengan penggusuran berbagai pejabat 
yang berasal dari partai2 Islam pendukung Syariah ini akibat kekalahan suara 
yang diperolehnya dipemilu.

Bukan rahasia lagi, partai2 Islam gurem pendukung Syariah Islam itu kelabakan 
memikirkan masa depan dana operasi mereka untuk mencapai cita2 Syariah ini.

Semua orang belum ada yang bisa membuktikan Bibit-Chamsah ini tidak bersalah, 
tapi anehnya kenapa harus membelanya mati2an padahal polisi sudah memperoleh 
bukti2nya !!!  Polisi itu tugasnya cuma menangkap orang2 yang dilaporkan 
melakukan pelanggaran, barulah dari polisi berkas tuntutannya diserahkan ke 
pengadilan untuk menetapkan benar salahnya.

Jadi kenapa harus dibentuk TPF untuk menghadang agar kedua tertuduh ini jangan 
sampai diadili ???  Marilah kita berpikir logis dan rasional agar jangan 
membela yang salah yang bertujuan mengubah konstitusi negara ini.

Ternyata mereka yang mati2an membela Bibit-Chamsah ini hanyalah orang2 penting 
para pendukung Syariah Islam ini.  Mereka berjihad dengan segala cara untuk 
membebaskan Bibit-Chamsah yang memang merupakan sumber dana yang dimiliki 
mereka untuk biaya operasinya selama ini dan dimasa depan.

Jadi untuk urusan begini, jangan kita campur aduk dengan kejadian pengiriman 
Laskar Jihad ke Ambon oleh SBY.  Karena dalam masalah Laskar Jihad itu memang 
permasalahannya ada dalam ABRI yang memanfaatkan konflik Islam-Kristen dan 
Laskar Jihad ini untuk menekan pemerintah Amerika agar melepaskan embargo 
senjata kepada RI akibat tuduhan pelanggaran HAM yang lalu.  Kasus Ambon itu 
menyebabkan RI mendapat teguran keras dari Amerika, dan oleh Indonesia dijawab 
sebagai akibat embargo dari Amerika sendiri.  RI menerangkan bahwa bukan karena 
ABRI tidak mampu mengatasi masalah Ambon tetapi karena ABRI memang tidak cukup 
persenjataannya dalam mengatasi kemelut ini.  Begitulah akhirnya Amerika 
merenggangkan embargonya dengan membolehkan RI membeli sebagian kebutuhan 
persenjataannya kembali dari Amerika, dan selesailah kemelut Ambon ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







Kirim email ke