BUKAN JALAN TOL
Jalan tol adalah jalan bebas hambatan. Jalan tol dibangun dengan tujuan supaya
setiap pengendara mobil tidak perlu mengalami kemacetan di jalan raya. Dengan
demikian, para pengendara mobil akan semakin cepat sampai di tempat tujuan.
Akan tetapi, kita tidak dapat berharap bahwa kemudahan dan kelancaran yang
terjadi di jalan tol, juga terjadi di dalam hidup kita. Hidup kita sama sekali
bukan jalan tol. Justru dalam hidup ini kita kerap kali menemukan hambatan.
Bahkan, ketika kita hendak melakukan hal-hal baik.
Demikian pula pengalaman Nehemia ketika hendak membangun kembali tembok
Yerusalem. Pada awalnya, segala persiapan serta jalan yang akan ditempuh tampak
lancar. Akan tetapi, di tengah proses pembangunan datanglah hambatan dari
Sanbalat dan Tobia. Sanbalat dan Tobia, yang tidak suka pembangunan tembok itu
dilakukan, berencana untuk membunuh Nehemia (Nehemia 6: 2). Di dalam pikiran
mereka, apabila Nehemia mati, bangsa itu akan kehilangan sosok pemimpin. Dan,
itu menjadi alasan yang kuat untuk menghentikan pembangunan tembok Yerusalem.
Sampai-sampai ia juga menyuap orang Semaya, orang yang dekat dengan Nehemia
(Nehemia 6: 10-13). Namun, Nehemia tetap berfokus pada proses pembangunan. Maju
terus pantang mundur. Dan Allah melindungi Nehemia, sehingga pembangunan tembok
itu pun selesai (Nehemia 6:15).
Tidak jarang dalam hidup ini kita mendapat hambatan. Cara yang terbaik untuk
mengatasinya adalah tetap memfokuskan diri pada pekerjaan baik tersebut, dan
terus berjalan. Kita harus selalu ingat bahwa tujuan hambatan hanya ingin
membuat kita berhenti.
~~ JIKA ANDA BERHENTI KARENA TERHAMBAT BERARTI ANDA KALAH ~~
FirmanMU itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Aku telah bersumpah
dan aku akan menepatinya, untuk berpegang pada hukum hukumMU yang adil (Mazmur
119:105 -106)
Your word is a lamp to my feet and a light for my path. I have taken an oath
and confirmed it, that I will follow your righteous laws (Psalm 119: 105 - 106)