Refleksi : Kalau jelas-jelas nanti mencelekakan diri, maka mata Pansus perlu 
dikaburkan dan pada akhirnya kasus Bank Century  menghilang di alam kegelapan 
kekuasaan rezim kleptokratik.

  
http://www.detiknews.com/read/2010/01/13/004523/1277094/10/boediono-tak-pernah-jelas-di-mata-pansus-century?991102605

Rabu, 13/01/2010 00:45 WIB

Boediono Tak Pernah 'Jelas' di Mata Pansus Century
Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Keterangan yang diberikan mantan Gubernur BI tidak pernah memuaskan 
anggota pansus Century. Dua kali dipanggil, pansus tidak pernah merasa puas.

"Itu dia mengambil mengambil posisi abu-abu, posisi aman, mungkin dia menunggu 
perkembangan, Pak Boediono kan figur yang penyabar tidak kontroversial," sindir 
anggota pansus Century dari FPDIP Prof Hendrawan Supratikno.

Hal ini disampaikan Hendrawan usai pansus Century melakukan pemeriksaan 
Boediono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1/2010) malam.

Pendapat serupa disampaikan anggota pansus Century dari FPKS Fahri Hamzah. 
Fahri kecewa karena Boediono menurutnya tidak menjelaskan secara clear.

"Kita secara bertubi-tubi dihadapkan dengan penjelasan yang tidak tuntas dan 
publik dihadapkan pada situasi yang tidak enak," keluh Fahri.

Padahal, menurut Fahri, Boediono adalah tokoh kunci dalam skandal Century. 
Kalau keterangan tidak jelas, bisa saja posisi Boediono malah makin sulit.

"Saya mengatakan Pak Boediono berkelit. Padahal kalau kita telan mentah-mentah 
audit BPK, dia yang paling bertanggungjawab," jelas Fahri.

Pemanggilan sebelumnya, dalam topik merger Century, Boediono juga dinilai sama 
tidak jelasnya. "Waktu itu Pak Boediono membantah audit BPK," kritik Hendrawan.

Fahri pun mengkritisi serupa. Fahri tidak melihat progres berarti dari 
keterangan yang disampaikan Boediono selama dua pemanggilan pansus. "Karena itu 
momen pertama saya bisa mengerti dia lebih banyak menjelaskan dengan asumsi 
yang terbatas. Tapi sekarang jangan-jangan dia nonton (TV), tertutup pun dia 
harus punya report agar dia bisa minta breafing, kan dia punya partai disini 
(FPD), kesannya dia tidak siap," ujar Fahri kesal.

"Dia tidak pernah memperjelas apa yang ditanyakan anggota pansus. Saya curiga 
memang dibuat tidak jelas karena waktu kita sempit, jadi nanti ada negosiasi 
politik," tutup Fahri dengan nada kecewa.






<<4_14_202.gif>>

Attachment: sig.jsp?pc=ZSzeb096&pp=GRfox000
Description: Binary data

Kirim email ke