============ ========= ========= ========= ========= = 
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER [WDN_Center] 
Seri : "Membangun spirit, demokrasi, konservasi sumber daya, 
           nasionalisme, kebangsaan dan pluralisme Indonesia."  
============ ========= ========= ========= ========= = 
[Spiritualism, Nationalism, Resources, Democration & Pluralism Indonesia 
Quotient] 
Menyambut TAHUN BARU 2010 dengan semangat baru untuk kemanusiaan. 
"Belajar menyelamatkan sumberdaya negara untuk kebaikan rakyat Indonesia." 
TAJUK RENCANA
Kamis, 14 Januari 2010 | 03:02 WIB
Gempa Haiti dan Kita
Kali ini gempa menimpa Haiti, negara paling miskin di belahan bumi Barat yang 
terletak di Karibia, Selasa, menjelang pukul 17.00 atau 04.53 WIB, Rabu. 
Gempa berkekuatan 7,0 skala Richter ini dilaporkan yang paling dahsyat dalam 
dua abad terakhir di Haiti, dan dikhawatirkan menewaskan ribuan orang. Markas 
Besar Misi PBB dan Istana Presiden serta banyak gedung dan bangunan runtuh. 
Saat terjadi gempa, Presiden Rene Preval dilaporkan tidak berada di istana.
Seperti yang sudah sering kita dengar manakala gempa dahsyat terjadi, jumlah 
korban pasti memang belum diketahui, tetapi yang sudah diamati adalah 
terputusnya aliran listrik dan saluran telepon. Sementara sebagian besar korban 
hingga Tajuk ini ditulis masih terperangkap di bawah reruntuk bangunan.
Bencana Haiti termasuk dahsyat, dan karena itu banyak negara segera menawarkan 
bantuan. Sebagai negara yang acap diguncang gempa, kita pun bisa merasakan 
betapa berat penderitaan rakyat Haiti. Dari jauh hati kita pun terketuk, dan 
sudah semestinya pula kita menawarkan bantuan kemanusiaan apa pun yang kita 
bisa.
Sebagai negara miskin, dan banyak terlilit kisruh politik, kita bisa 
membayangkan infrastruktur apa yang tersedia di negara ini. Padahal, kita tahu, 
untuk menolong korban, yang banyak dibutuhkan adalah alat-alat ekskavasi berat. 
Mengingat pusat gempa hanya 16 kilometer dari ibu kota Port-au-Prince, korban 
dan bangunan yang runtuh pun banyak.
US Geological Survey, badan di AS yang melakukan pemantauan global atas gempa, 
menyebutkan bahwa berdasarkan lokasi dan kekuatan gempa, gempa Haiti setidaknya 
dirasakan oleh sekitar tiga juta orang.
Selain bersimpati dan solider kepada Haiti, kita pun ikut diingatkan bahwa kita 
sendiri masih punya banyak pekerjaan rumah menyangkut kegempaan. Sengaja kita 
angkat kembali soal ini karena beberapa waktu terakhir tampaknya kita begitu 
sibuk dengan soal-soal politik yang seperti tidak ada akhirnya, tetapi di sisi 
lain tidak menghasilkan produktivitas. Padahal, realitas geografis dan geologis 
tetap menempatkan kita dalam status bahaya gempa.
Penderitaan Haiti sungguh dalam karena gempa terjadi ketika kondisi belum 
sepenuhnya kondusif untuk menggerakkan kembali pembangunan. Dalam penderitaan 
warga Haiti bisa ingat kembali, bahwa kekalutan politik dan kemiskinan bisa 
membuat bencana alam — apalagi yang dahsyat — bisa berdampak berlipat ganda.
Sekali lagi, sambil mengemas bantuan untuk Haiti, sudah sewajarnya kita terus 
menengok kesiapan kita sendiri dalam mempersiapkan diri menyongsong gempa 
besar, yang sudah menjadi satu keniscayaan akan terjadi di wilayah Tanah Air. 
Jangan sampai kelalaian membuat korban dan penderitaan bertambah. [Kompas, 
14/1/10]
---------- 
Kita mengetahui struktur geologi dan lapisan lempeng tanah di Indonesia 
tergolong rentan, karena dikelilingi ring of fire - gunung berapi aktif – 
sehingga penemuan inovatif pembangunan rumah dari limbah organik oleh para 
perancang di ITB beberapa waktu yang lalu menjadi penting dan prioritas untuk 
bisa diterapkan di beberapa daerah rentan gempa, paling tidak untuk 
meminimalkan korban bila terjadi gempa. 
Perasaan pilu dan duka yang mendalam menyelimuti para korban, hingga kita pun 
turut merasakannya – seperti halnya pernah terjadi di Aceh, Yogya, Nias, 
Tasikmalaya, Padang, NTT, Irian dan sebagainya. Sehingga menggoreskan duka yang 
mendalam masyarakat dunia khususnya bagi kehidupan dan kemanusiaan. 
Kiranya para korban dimampukan, kuat dan tabah menjalani hari-hari terberat 
dalam hidupnya, dan diberikan jalan keluar yang terbaik untuk mengatasinya. 
Tindakan pemerintah, cinta, kasih sayang, perhatian, bantuan dan pertolongan 
dari segala penjuru dunia akan menjadi penyejuk jiwa yang dahaga, rasa damai, 
pemulih luka dan penguat kehidupan mereka serta mendorong semangat kemanusiaan 
bagi sesama di dunia ini. Amien!

 
Menuju Indonesia sejahtera, maju dan bermartabat. 
Best Regards, 
Retno Kintoko 
  
 
Alarm Gempa [ERDBEBEN Alarm] 
Sedia Bibit Ikan Patin 




 
SONETA INDONESIA <www.soneta.org>
Retno Kintoko Hp. 0818-942644
Aminta Plaza Lt. 10
Jl. TB. Simatupang Kav. 10, Jakarta Selatan
Ph. 62 21-7511402-3 
 


      

Kirim email ke