Refleksi : Bukankah anjing termasuk binatang haram, mengapa dipakai untuk mencari manusia yang mengharamkannya? Apakah pengaharam terhadap anjing adalah suatu kekliruan zaman yang ditelan begitu saja?
http://www.lampungpost.com/aktual/berita.php?id=14914 Rabu, 24 Februari 2010 NASIONAL Anjing Pelacak Ikut Evakuasi Korban Ciwidey BANDUNG (LampostOnline): Sekitar 500 personel Polisi Jawa Barat dikerahkan sejak semalam ke lokasi longsor, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Tak hanya itu, polisi juga menyertakan pula anjing pelacak untuk membantu. "Kami berangkat untuk membantu proses evakuasi." kata Komisaris Dade Achmad, Juru bicara Polda Jawa Barat, Rabu (24-2) Polisi memberlakukan sistem piket untuk membantu evakuasi dan pertolongan ke warga. Satuan Polda lainnya juga dikerahkan seperti Brimob, Dalmas, Tim Indentifikasi dan Tim Medis dari Polwil Priangan dan Polda Jawa Barat "Kami fokuskan pada pencairan dan pengamanan wilayah untuk saat ini."ujarnya. Lokasi longsor ini berada di Kabupaten Bandung. Jaraknya 60-an kilometer dari Kota Bandung ke arah selatan. Satu-satunya akses ke menuju lokasi harus menempuh jalan desa sepanjang 30 kilometer. Akses ini lebih dari setengahnya adalah jalan tanah bebatuan menembus hutan dan pegunungan dengan lebar dua kendaraan empat. Waktu tempuh melalui jalan desa dari jalan raya Ciwidey ke lokasi longsor sekitar dua hingga tiga jam, tergantung jenis kendaraan dan kepadatan lalu lintas yang keluar masuk lokasi. Sinyal telefon seluler mulai padam sekitar 20 kilometer dari lokasi. Sampai berita ini diturunkan, paling tidak enam korban tewas tertimbun sduda ditemukn sedangkan puluhan orang lainya masih dilaporkan hilang. Sementara itu, Wakil Presiden Boediono siang tadi meluncur ke lokasi longsor di Perkebunan Teh Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia didampingi empat menteri diantaranya Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufrie, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. YNI/L-1 Cetak Berita
