http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?ses=&id=2308

23 Pebruari 2010 09:35:49



Pembentukan Provinsi Pegunungan Tengah Dideklarasikan


--------------------------------------------------------------------------------






WAMENA-Sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, 10 Bupati se-Kawasan 
Pegunungan Tengah, Senin (22/2) kemarin menggelar pertemuan di Gedung Sosial 
GKI Wamena. Salah satu agendanya yaitu mendeklarasikan pembentukan Provinsi 
Pegunungan Tengah.
Kesepuluh bupati tersebut yaitu Bupati Tolikara DR (HC) John Tabo,MBA, Bupati 
Jayawijaya diwakili Wakil Bupati Jayawijaya Jhon R Banua, Bupati Yahukimo Ones 
Pahabol, Bupati Puncak Jaya Lukas Enembe,S.Ip, Bupati Pegunungan Bintang Drs. 
Welington L Wenda, Penjabat Bupati Nduga Benyamin Arisoy,SE,M.Si, Penjabat 
Bupati Yalimo Drs. Wasuok D. Siep, Penjabat Bupati Lanny Jaya diwakili Sekda 
Lanny Jaya Doren Wakerkwa,SH, Penjabat Bupati Mamberamo Tengah David 
Pagawak,S.Sos dan Penjabat Bupati Puncak Drs. Levianus Agustinus Boling. 


Pertemuan tersebut juga dihadiri anggota DPR RI Paskalis Kosay, anggota DPD RI 
Paulus Sumino, Ketua Komisi dari DPR Papua, Ketua DPRD se-Kawasan Pegunungan 
Tengah, Muspida dan sejumlah tamu undangan lainnya. Selain menetapkan Bupati 
Puncak Jaya Lukas Enembe,S.Ip sebagai Ketua Asosiasi Bupati se- Pegunungan 
Tengah periode 2010-2012, pertemuan ini juga membahas beberapa isu, yaitu 
pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Pegunungan Tengah, 
peningkatan Bandar Udara Wamena, membangun komunikasi yang baik dengan gubernur 
Papua agar ada hati untuk membangun kawasan Pegunungan Tengah, dan membahas 
mengenai pembentukan Provinsi Pegunungan Tengah. 


Ketua Asosisasi Bupati se-Kawasan Pegunungan Tengah Periode 2008-2010, DR (HC) 
John Tabo,MBA mengatakan, pada pertemuan bupati se-kawasan Pegunungan Tengah 
ini, pihaknya mengusulkan beberapa rekomendasi dan pokok pikiran. 
Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka keterisolasian, maka 
yang harus mendapatkan perhatian serius adalah pembangunan infrastruktur jalan. 
"Pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Pegunungan Tengah 
disepakati fokus pada satu titik saja dan diselesaikan secara bersama-sama dan 
dinikmati dalam waktu yang singkat, hal ini perlu dukungan studi, perizinan, 
kawasan lindung dan lain-lain,"kata John Tabo.  Kemudian untuk mendukung 
pelayanan bagi pembangunan kawasan Pegunungan Tengah diperlukan adanya 
kebersamaan terus membangun dan meningkatkan Bandar Udara. 


Rekomendasi di bidang kesehatan, lanjut John Tabo, masalah HIV-AIDS di 
Pegunungan Tengah, harus mendapatkan perhatian serius dan bersama-sama menekan 
angka kematian yang cukup tinggi yang disebabkan oleh HIV-AIDS.  "Di bidang 
pendidikan, mari bersama-sama meningkatkan kualitas anak-anak kita dengan pola 
pendidikan yang baik dan bekerjasama pihak Surya Institute untuk melahirkan 
bibit unggul di masa mendatang,"tuturnya.


Sementara di bidang pemerintahan, selaku ketua Asosiasi Periode 2008-2010 
mengajak semua komponen untuk membahas dan memutuskan pembentukan Provinsi 
Pegunungan Tengah beribukota di Wamena dan pembentukan Kota Wamena sebagai 
salah satu syarat pembentukan provinsi. "Saya harap isu aktual ini dibahas dan 
menjadi sikap bersama dalam memperjuangkan hak-hak penduduk asli Papua terbesar 
di Tanah Papua ini,"tandasnya. 


Sebelum rekomendasi yang disampaikan mendapat respon atau pandangan umum, 10 
bupati se- Kawasan Pegunungan Tengah mendeklarasikan pembentukan Provinsi 
Pegunungan Tengah.  DR (HC) John Tabo,MBA mengatakan, hingga kini pembangunan 
di kawasan pegunungan tengah (Peguteng) masih tertinggal. Karena itu, 
organisasi Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah ini terbentuk untuk mengejar 
ketertinggalan di berbagai bidang kehidupan itu.  "18 Februari 2008, 5 bupati 
dan 5 ketua DPRD Pegunungan Tengah walk out saat acara Raker Bupati se-Tanah 
Papua dan Papua Barat. Aksi walk out itu dilakukan karena sejak integrasi ke 
pangkuan ibu pertiwi, pembangunan daerah pesisir lebih cepat maju dan 
berkembang di segala bidang dibanding pembangunan di kawasan pedalaman atau 
pegunungan," kata John Tabo.


Kondisi tersebut kata John Tabo, terus berjalan sampai di era Otonomi Khusus 
(Otsus), misalnya; untuk dana infrastruktur, data dan fakta menunjukkan tahun 
2005 sampai 2008 yang dialokasikan untuk kawasan Pegunungan Tengah kurang lebih 
Rp 2,8 triliun, terdiri dari; 2005 Rp 300 miliar, 2006 Rp 500 miliar, 2007 Rp 
Rp 1 triliun dan 2008 Rp 1 triliun lebih. Sementara dari data yang ada, lanjut 
John Tabo, selama pelaksanaan Otsus 2002-2008 dana infrastruktur yang 
dialokasikan di Peguteng hanya Rp 150 miliar atau 5 % dari total pendapatan 
sebesar Rp 2,8 triliun. Dana Otsus Provinsi Papua sejak 2002-2008 dalam bentuk 
dana segar (fresh money), dari data diperoleh sampai 2008 sudah mencapai Rp 15 
triliun, namun alokasi untuk Peguteng hanya Rp 1,1 triliun atau 7,754 %. 
Sementara dana 40% yang dikelola oleh Pemda Provinsi Papua rata-rata kurang 
lebih mendekati Rp 1 triliun, tidak dapat dideteksi penjabaran program kegiatan 
dan lokasi di setiap kabupaten.


''Dana infrastruktur yang berasal dari APBN pun menjadi tanggung jawab 
Pemerintah Provinsi Papua, sehingga aspek pelaksanaan kegiatan di daerah 
terkesan tidak menjawab kebutuhan sebenarnya serta aspek kualitas, pengendalian 
jauh dari tujuan dan sasaran kegiatan,"katanya.
Sumber Dana Alokasi Umum (DAU) Provinsi Papua serta sumber penerimaan lainnya, 
misalnya tahun 2008 diperkirakan mencapai Rp 1 triliun, tidak ditemukan 
pembiayaan belanja publik atau pembangunanan kabupaten dari sumber dana 
tersebut, sementara di seluruh kabupaten khususnya di Pegunungan Tengah, 
belanja publik terbesar juga diambil dari dana DAU dan pendapatan lain-lain. 
Oleh karena itu, lanjut John Tabo, pihaknya membentuk asosiasi bupati 
Pegunungan Tengah, untuk mensinergikan rencana pembangunan antar kawasan 
pegunungan tengah, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Pusat.


Untuk diketahui, anggota Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah (Peguteng) yang 
awalnya hanya 5 kabupaten (Jayawijaya, Tolikara, Yahukimo, Puncak Jaya, 
Pegunungan Bintang) saat ini menjadi 10 kabupaten. Ini setelah Ketua Asosiasi 
Bupati Peguteng 2008-2010 DR (HC) John Tabo,MBA dengan resmi menerima 5 
kabupaten yang baru dimekarkan, yaitu Kabupaten Nduga, Yalimo, Lanny Jaya, 
Mamberamo Tengah dan Puncak, menjadi anggota asosiasi dalam reorganisasi 
kepemimpinan Asosiasi Bupati se-Kawasan Pegunungan Tengah, di Gedung Sosial GKI 
Wamena, Senin (22/2).


"Saya harap 10 bupati se Kawasan Pegunungan Tengah memiliki kesepakatan yang 
jelas tentang titik focus penanganan dana sharing yang benar-benar menjawab dan 
menyelesaikan masalah-masalah mendasar kawasan Pegunungan Tengah, artinya kita 
harus fokus pada satu titik dalam membongkar isolasi pegunungan, sehingga 
sejarah akan mencatat di masa kita jadi pemimpin, kita berhasil menoreh 
prestasi yang akan dikenang generasi penerus," pungkas John Tabo. (lmn/fud) 
(scorpions

Kirim email ke