Rfeleksi : Insyaalloh bukan teknologi seperti Blue Energy.
http://www.sinarharapan.co.id/cetak-sinar/berita/read/itb-temukan-teknologi-diagnosis-malaria-jarak-jauh/
ITB Temukan Teknologi Diagnosis Malaria Jarak Jauh
Jakarta - Mahasiswa Teknik Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB)
menemukan tekonologi diagnosis penyakit malaria untuk jarak jauh.
Teknologi yang disebut dengan Malaria Observation System and Endemic
Surveillance (MOSES) ini memantau kasus malaria dengan lebih cepat dan efektif.
MOSES meraih penghargaan terbaik pada kompetisi Tanoto Student Research Award
(TSRA) yang diselenggarakan Tanoto Foundation bekerjasama dengan ITB. MOSES
adalah hasil karya lima mahasiswa Teknik Informatika ITB yang menyebut dirinya
dengan Tim BigBang. Tim ini terdiri dari David Samuel, Dody Dharma, Dominikus
Damas, dan Inas Luthfi. Tim BigBang berhasil menyisihkan lima finalis lainnya,
yaitu Himpunan Mahasiswa Teknik Fisika, Himpunan Mahasiswa Fisika, Himpunan
Mahasiswa Biologi, Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro, dan Himpunan Mahasiswa
Material.
David mengatakan, penyakit malaria menyerang manusia, khususnya di daerah
tropis. Itu sebabnya Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan wabah
malaria, terutama Jawa Barat dan Papua. Penyakit ini banyak mengakibatkan
kematian karena penanganannya terlambat. Sebab, malaria umumnya menyerang
masyarakat di daerah terpencil, yang infrastruktur medisnya minim dan tenaga
medisnya sedikit. Tim BigBang melakukan penelitian di Desa Pamempeuk,
Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dari penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan
diagnosis, petugas medis harus mengirim data pasien ke kota terdekat yang
peralatannya memadai. "Untuk melakukan itu, paling tidak butuh empat hari.
Padahal, pasien butuh penanganan cepat, kurang dari 24 jam," kata David.
Dengan teknologi MOSES, ditegaskan David, penanganan pasien lebih cepat 75
persen. Diperhitungkan untuk jangka kerja lima tahun ke depan akan menghemat
biaya 43,5 persen, dari US$ 53.800 menjadi US$ 30.394. Teknologi MOSES adalah
solusi terintegrasi yang menggabungkan antara peranti lunak (software) dan
peranti keras (hardware). Proses kerjanya sederhana. Seluruh data pasien
dikirim lewat ponsel ke server. Sudah disediakan layar Panel MOSES yang
menunjukkan data pasien, mulai dari sejarah penyakit, obat yang pernah
diberikan, kondisi alergi obat, kondisi fisik, seperti suhu tubuh dan tekanan
darah.
Hasil pemeriksaan mikroskopis sel darah merah dikirim melalui image ponsel
untuk segera dianalisis mendalam. Para ahli bisa cepat mengambil tindakan dan
perawatan tanpa menunggu waktu lama. Tim BigBang sudah menuai berbagai
penghargaan dari MOSES. Pada ajang Imagene Cup Indonesia 2009, mereka berhasil
menggondol Juara I Design Category; Juara I Imagine Cup 2009 tingkat dunia di
Kairo, Mesir; Nominator Indonesia ICT Award 2009; dan meraih Merrit Award pada
Asia Pacific ICT Alliance Award 2009 di Australia.
(naomi siagian)