http://www.hariankomentar.com/hl001.html
Esok, Bitung rayakan Cap Go Meh secara meriah
'Toa Pe Kong' Diusung Lewati Jalan Sarundajang
Bitung, KOMENTAR
Iven religius Umat Tridharma yang banyak dinanti masyarakat dan kalangan turis,
yakni 'Toa Pe Kong' diusung melewati jalanan khalayak ramai, hanya akan terjadi
di Kota Bitung. Se-dangkan di Kota Manado, tradisi menyambut Perayaan Cap Go
Meh tersebut, tidak keluar jalan untuk tahun 2010 ini.
Toa Pe Kong di Klenteng Seng Bo Kiong Bitung sendiri, akan digelar Minggu
(28/02) besok, dengan mengambil rute melewati Jalan Sarundajang (eks jalan 46)
dan jalan protokol di Kota Cakalang. Puluhan turis diketahui telah berada di
Kota Bitung sejak kemarin, untuk menyaksikan iven ini.
Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang juga disebutkan akan menyaksikan langsung
kegiatan umat Tridharma tersebut. Oleh sebab itu, Pemkot Bitung dan Panitia
Perayaan Cap Go Meh telah menyediakan panggung utama untuk 'orang nomor satu'
di Sulut ini. Kepala Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat
(Kes-bang Pol dan Linmas) Drs Jeffry Sondakh mengatakan, pihaknya telah
jauh-jauh hari memberikan undangan kepada Gubernur Sulut, untuk dapat berkenan
hadir di acara yang dipastikan akan ditonton puluhan ribu orang serta turis
asing yang sudah berada di Bitung.
Tak hanya itu saja, menurut Sondakh, bahwa arak-arakan yang dilalui rombongan
Toa Pe Kong, telah disiapkan agar lancar "Jalan yang akan dilalui mempunyai
lebar enam meter dengan panjang 5 Km, rombongan akan berjalan leluasa tertib
dan enjoy," tandas Sondakh.
Namun begitu, mewakili Walikota Bitung, pihaknya me-minta maaf sebesar-besarnya
kepada pengguna jalan di Bitung yang akan menjadi rute rombongan Cap Go Meh.
"Se-bab jalan tersebut akan ditutup sementara. Bahkan sebelum pelaksanaan dari
Cap Go Meh ini, rute jalan itu akan disiram dengan air oleh petugas damkar,"
tukasnya.
Sementara di Manado, bukannya tidak ada atraksi dalam menyambut Cap Go Meh.
Sebab dua klenteng, yakni Klenteng Kwan Kong dan Klenteng Lo Cia di Liwas, juga
akan menggelar tradisi Toa Pe Kong. Namun kegiatan religius tersebut tidak
sampai keluar jalan, melainkan hanya dalam halaman klenteng tersebut. Klenteng
be-sar di Manado, Ban Hing Kiong (BHK) yang biasanya menggelar tradisi ini
secara meriah, untuk tahun ini tidak menggelar Toa Pe Kong di khalayak ramai
seperti tahun sebelumnya.
Seperti diketahui, Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari
masa perayaan Imlek bagi komunitas kaum migran Tionghoa yang tinggal di luar
Cina. Istilah ini berasal dari dialek Hokkian dan secara harafiah berarti hari
kelima belas dari bulan pertama.(nan)