http://www.KabariNews.com/?34570
Tak ada sebersit pun dalam
benak Bill Kadarusman bahwa dirinya akan menjadi seorang prajurit Amerika.
Kedatangannya ke Amerika pada 1991 untuk
menuntut ilmu, justru membawanya menjadi seorang perwira Amerika dengan pangkat
Letnan Satu.
Namun Bill mensyukuri apa
yang telah dia raih selama ini. Kepada Kabari, Bill menceritakan bagaimana
menjadi seorang prajurit Amerika yang selalu harus siap ketika tugas memanggil.
Tiba Di Amerika
Bill datang ke Amerika tahun 1991
dengan visa pelajar, dia kuliah di Brigham Young University, Hawaii, mengambil
jurusan akuntansi.
Setelah lulus, Bill kemudian sempat bekerja selama
dua tahun di Honolulu, Hawaii.
Pada tahun 1998 Bill berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke Indonesia,
tapi niatnya tak pernah terkabul. Hanya beberapa minggu sebelum pulang,
kerusuhan Mei 1998 pecah di Indonesia.
Akhirnya Bill Kadarusman, yang telah berhenti dari
pekerjaannya, kehilangan visa kerja, dan terjebak di Amerika Serikat dengan
status kurang jelas.
Bill lalu pindah ke San Francisco dan memulai periode
sulit dalam hidupnya. Dia bekerja menjadi apa saja, asal halal dan bisa memberi
makan istri dan dua anaknya yang masih kecil. Karena statusnya masih pelajar,
mau tidak mau, Bill harus mengambil kelas. Alhasil sambil bekerja serabutan
Bill mengambil kuliah hukum di Brigham Young's J. Reuben
Clark Law School, Utah.
Baca selanjutnya.....