http://www.antaranews.com/berita/1267777790/transkrip-pidato-wakil-presiden-boediono-terkait-kasus-century

Transkrip Pidato Wakil Presiden Boediono Terkait Kasus Century
Jumat, 5 Maret 2010 15:29 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 
Jakarta (ANTARANews) - Saya berpandangan, DPR dan partai politik adalah 
pilar-pilar penting demokrasi, di samping kebebasan pers dan masyarakat madani. 
Kiprah masing-masing pilar demokrasi ini perlu kita pelihara dengan ketekunan 
dan kesabaran dengan menghindarkan diri dari desakan nafsu jangka pendek 
terhadap kekuasaan.

Kita membangun demokrasi bukan untuk saling menghabisi pesaing atau lawan, 
tetapi untuk berlomba-lomba menciptakan kemakmuran yang berkeadilan.

Belajar dari sejarah di negeri kita sendiri dan negara-negara lain, nafsu 
berpolitik sempit yang berlebihan dapat menghancurkan cita-cita dan sistem 
demokrasi itu sendiri. Kita tentu tidak ingin mengulang kesalahan di masa lalu.

Saudara-saudara sekalian, apa hikmah yang bisa kita petik dari perjalanan 
kontroversi penyelamatan Bank Century ini? Telah terkuak beberapa kelemahan 
dalam sistem administrasi kenegaraan kita

Kasus ini antara lain menimbulkan kekhawatiran akan terhambatnya proses 
pengambilan keputusan eksekutif. Muncul kegamangan para pejabat negara untuk 
bertindak cepat karena tidak ada kepastian hukum dan tingginya resiko politik. 
Masalah ini harus kita atasi bersama.

Saya juga merasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa saya selama ini 
saya telah mendapat kesempatan untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara 
dalam batas-batas kemampuan saya. 

Saya berterimakasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang telah 
memberikan kepada saya untuk mendampingi dan membantu beliau sebagai wakil 
presiden. Saya menganggap jabatan itu sebagai amanah. Saya tidak pernah 
memandang diri saya sebagai seorang politisi. Saya tidak pernah memperjuangkan 
sasaran-sasaran politik, kelompok maupun partai-partai tertentu. Dalam 
melaksanakan tugas saya, pedoman saya selalu kepentingan negara.

Saudara-saudara sekalian, saya harus akui saya tidak pernah memperkirakan 
sebelumnya bahwa jabatan ini dapat menjadi beban politik bagi Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono dan beban pribadi bagi keluarga saya. 

Berlarut-larutnya persoalan Bank Century telah menyita waktu dan pikiran 
presiden sehingga sedikit banyak mengganggu konsentrasi beliau dalam 
melaksanakan mandat rakyat untuk menjalankan pemerintahan.

Saya sadar benar, jabatan saya saat ini adalah jabatan politik. Oleh karenanya, 
saya harus siap setiap saat menghadapi tantangan-tantangan politik, baik dalam 
bentuk kritik bahkan hujatan-hujatan.

Saya juga mendengar tekanan bertubi-tubi dari beberapa kelompok agar saya 
sebaiknya mengundurkan diri. Tuntutan sebagian pihak tersebut saya dengar, tapi 
bila saya memenuhi tuntutan tersebut saya akan tercatat dalam sejarah sebagai 
pemimpin yang lari dari tanggung jawab, sebagai pemimpin yang melecehkan 
kehendak rakyat yang telah memberikan suara. Di samping itu saya tidak akan 
mengkhianati kepercayaan presiden dan meninggalkan beliau.

Semua ini tidak dimaksudkan untuk mengatakan bahwa saya sebagai wakil presiden 
tidak dapat dihentikan di tengah jalan. Bila mayoritas wakil rakyat di Majelis 
Permusyawaratan Rakyat menghendaki dan bila semua ketentuan dalam Undang-Undang 
Dasar dan peraturan perundangan lainnya terpenuhi, saya siap, apapun keputusan 
akhir MPR, akan saya patuhi.

Saudara-saudara sekalian, marilah kita tegakkan agar demokrasi kita berkembang 
dengan leluasa dan mantap. Untuk itu, marilah kita menjaga azas utama yang 
memberikan penghormatan kepada hak azasi manusia yaitu azas praduga tak 
bersalah. Marilah kita tidak menjadikan demokrasi kita sebagai arena adu massa 
dan adu kekuatan dana. Hanya dengan itu kita bisa bekerja bersama untuk 
membangun masa depan Indonesia yang jaya. Amin yaa rabbal `aalamin.

Wassalamu`alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
(T.A025/R018/A041/P003)
Baca Juga
  a.. Wapres: Parpol Jangan Terdorong Nafsu Sesaat
  b.. Pakar: Pimpinan Dewan Negarawan Bukan Politisi
  c.. Aksi Demo Warnai Pidato Wapres
  d.. Boediono Tidak Ingin Mundur
  e.. Boediono: Tidak Ada Keuntungan Pribadi

Kirim email ke