Refleksi: Seandainya Obama terus berdiam di Indonesia, apakah mungkin mendapat 
pendidikan dan kedudukan tinggi dan  apakah situasinya tidak seperti terkandung 
dalam lagu yang dinyanyikan oleh Andy Tielman : 
http://www.youtube.com/watch?v=jbdOVlt6sug&feature=PlayList&p=D4954B388AE573F2&playnext=1&playnext_from=PL&index=13



http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=14207

2010-03-10 
Tiga Tahun Obama Sekolah di SD Asisi


ap
Barack Obama

Kedatangan orang nomor satu dari negara adidaya tersebut sudah sangat 
ditunggu-tunggu oleh rakyat Indonesia. Barack Obama akan mengunjungi sejumlah 
tempat memorial pada masa kecilnya di Indonesia. Salah satu tempat yang akan 
dikunjunginya adalah SD Asisi. Sekolah yang terletak di Menteng Dalam, Tebet, 
Jakarta Selatan, itu adalah sekolah pertama Obama. Obama pernah mengenyam 
pendidikan selama tiga tahun di SD Asisi. Jadi artinya, Obama lebih lama di 
Asisi daripada di SDN 1 Menteng yang hanya sempat bersekolah selama sembilan 
bulan.Barry masuk kelas 1 SD Asisi tahun 1967. Siapa yang menyangka mantan 
murid SD Asisi bisa menjadi Presiden AS?


Di dalam negeri, SD Asisi mungkin kurang terkenal sebagai sekolah Barack Obama 
dibandingkan dengan SDN 1 Menteng. Akan tetapi, di negeri asal Obama, Sekolah 
Asisi sudah sangat terkenal. Sejak Barack Obama menjadi Presiden AS, ratusan 
turis dan wartawan asing sudah menyambangi sekolah itu.
"Saya tahu Barack Obama dari wartawan luar negeri dari

 FOX. Dia datang ke sini ketika Barack masih menjadi senator. Wartawan itu 
bertanya, apakah ada anak yang namanya Barry Soetoro pernah bersekolah di sini. 
Saya cari di buku registrasi, dan ada yang namanya Barry Soetoro. Lalu, dia 
bilang bahwa Barry senator yang mencalonkan diri menjadi Presiden Amerika," 
ujar Kepala Sekolah SD Asisi, Yustina Amiraha, kepada SP, belum lama ini. Sejak 
itu, banyak wartawan dan turis asing datang ke sekolah Katolik itu. 


Hal serupa juga dialami guru Barack Obama, Israella Pareira (63). Israella 
mendapat kunjungan pertamanya dari wartawan online nasional, Detik.com. Ketika 
itu, dia tidak mengenal nama Barack Obama. Namun, ketika wartawan tersebut 
mengungkapkan sosok Barack Obama, yakni hitam, badan tinggi besar, dan berambut 
keriting, Israella langsung mengenali anak yang dimaksud adalah Barry Soetoro.


Israella langsung menceritakan sosok Obama kecil. Obama seorang anak yang 
supel, bergaul dengan siapa saja, termasuk anak tukang bakso dan kalangan 
miskin. Kala itu, SD Asisi adalah sekolah pinggiran dengan siswa-siswa dari 
kalangan menengah bawah. 
Barry selalu berpakaian rapi dibandingkan dengan murid yang lain. Selain itu, 
selalu menggunakan sepatu dan kaus kaki. Karakter kepemimpinan Obama sudah 
terlihat sejak kecil. Barry paling pintar pelajaran matematika. Pelajaran 
bahasa Indonesia masih sulit baginya karena dia belum terbiasa berbahasa 
Indonesia.


Yustina mengatakan, Kepemimpinan Barack Obama menjadi teladan bagi murid-murid 
SD Asisi. Bahkan, ketika seremonial pelantikan Barack Obama sebagai Presiden 
AS, sekolah mengadakan nonton bareng di sekolah, ketika itu pukul 23.00 WIB.
"Banyak anak yang datang ke sekolah, kami merasa dia murid kami. Selama masa 
kampanye, kami sudah menceritakan kepada anak-anak bahwa Barack Obama pernah 
sekolah di sini dan kami semua mendukung dia menjadi Presiden Amerika," ucap 
Yustina sambil tersenyum.

Laboratorium Kepemimpinan
Untuk mendukung kepemimpinan program tersebut, sekolah membuat laboratorium 
kepemimpinan yang saat ini sedang disiapkan. Diharapkan, Barack Obama akan 
meresmikan laboratorium itu.  "Kami akan mengajak Obama untuk melihat program 
sekolah, termasuk program kepemimpinan. Visi kami untuk melahirkan pemimpin 
masa depan yang penuh kasih," tuturnya.Obama sudah menjadi inspirasi bagi 
banyak murid-murid SD Asisi. Salah satunya adalah Murid kelas II Apple, Juan 
(7), yang berkeinginan menjadi seperti Barack Obama. Bahkan, dia menyatakan, 
ingin menjadi Presiden Indonesia sekaligus Presiden Amerika Serikat. 
"Ingin jadi kayak Barack Obama, tetapi nggak mau hitamnya. Mau jadi Presiden 
dua-duanya (Indonesia dan Amerika)," katanya sambil menyodorkan dua jari 
tangannya.


Mendengar cerita tentang Presiden AS itu, Juan menjadi penasaran ingin tahu 
seperti apa negara itu, negara yang dipimpin Barack Obama.Beatrice (7), juga 
mengenal Barack Obama setelah membaca buku berjudul Barack Obama yang dibagikan 
gurunya. Dia sangat senang mengetahui ada seorang murid SD Asisi menjadi 
Presiden Amerika. 


Anak-anak kelas II Apple sudah tidak sabar bertemu dengan mantan murid SD Asisi 
itu. Mereka memiliki banyak pertanyaan bagi Barry. "Are you happy in this 
school?" ucap Kenza (7), menirukan apa yang akan ditanyakan apabila bertemu 
dengan Barack Obama.
"Dia kan pernah sekolah di sini, jadi pingin tahu dia senang nggak sekolah di 
sini, diajar sama guru. Mau tanya juga, dia jago pelajaran apa. Saya juga mau 
minta diajarin pelajaran yang susah, dia pasti bisa ajarin kami pakai bahasa 
Inggris," tutur Kenza. [SP/Daurina L Sinurat ]

<<10-Barack-Obama66-AP.jpg>>

Kirim email ke