Refleksi : Rupanya ada sekolah tidak jujur. Apakah sekolah nasional tidak jujur 
ataukah jujur?   

http://www.sinarharapan.co.id/cetak-sinar/berita/read/sekolah-berlabel-internasional-harus-jujur/

Jumat, 12 Maret 2010 15:19 
Sekolah Berlabel Internasional Harus Jujur
OLEH: NAOMI SIAGIAN



Jakarta - Pemerintah mengingatkan sekolah internasional untuk jujur mengenai 
label internasionalnya. Di lain pihak, masyarakat diminta agar tidak mudah 
terpikat dengan sekolah berlabel internasional.

     
Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal mengatakan hal itu di Jakarta, 
Kamis (11/3). Ia berharap masyarakat tidak tertipu dengan iming-iming sekolah 
internasional. "Masyarakat jangan tertipu oleh label internasional. Harus 
dicari kejelasan di level apakah sekolah itu," tegas Fasli Jalal. 


Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Nasional telah mengatakan akan melakukan 
pembenahan terhadap sekolah intrenasional, menyusul terbitnya Peraturan 
Pemerintah No 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Pendidikan.
Fasli mengungkapkan, sekolah yang terkait label internasional ada tiga 
kelompok, yaitu sekolah internasional, rintisan sekolah bertaraf internasional 
(RSBI), dan sekolah bertaraf internasional (SBI).


Dijelaskannya, sekolah internasional dapat berupa sekolah swasta maupun negeri. 
Sekolah internasional sebenarnya untuk mengakomodasi kepentingan warga negara 
asing, seperti Jakarta International School dan Korean International School. 
Namun, sekolah ini kemudian dibuka untuk orang Indonesia, berikut guru dan 
tenaga administrasi dari Indonesia, serta mengakomodasi sejumlah kurikulum khas 
Indonesia. 


Untuk sekolah negeri atau swasta, pemerintah memang mendorong agar menaikkan 
benchmark-nya hingga bertaraf internasional. Akan tetapi, ada syarat yang harus 
dipenuhi berdasarkan ketentuan DirekĀ­torat Jenderal Manajemen PenĀ­didikan Dasar 
dan Menengah (Ditjen Mandikdasmen). "Sekolah internasional hanya bisa berdiri 
dengan izin Dirjen atas nama Menteri Pendidikan Nasional," tegas Fasli. 


Fasli mengakui, banyak sekolah berupaya mengejar embel-embel internasional 
melalui kerja sama dengan lembaga internasional. Hal ini yang akan dibenahi 
sehingga sekolah itu benar-benar jujur dengan label internasionalnya. 
"Kalau tidak terbukti bertaraf internasional, sekolah harus jujur mengatakan 
sekolah masih nasional. Ada syarat minimal yang harus dipenuhi sekolah untuk 
mendapatkan taraf internasional," kata Fasli. 

Dukung
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 255 Adi Dasmin mendukung pemerintah untuk 
membenahi keberadaan sekolah beratribut internasional. Dia menekankan, 
berlomba-lombanya mendirikan sekolah internasional tidak lepas dari aturan dan 
pengawasan pemerintah tidak ketat. "Akhirnya ada sekolah yang melakukan 
penipuan, padahal belum mendapat akreditasi internasional," kata Adi yang 
dihubungi terpisah. 


Menurutnya, prestasi sekolah internasional juga tidak mencolok. Bahkan, lebih 
banyak sekolah  yang tidak berlabel internasional mencapai prestasi puncak. Dia 
juga mengatakan, ada keinginan untuk memperbanyak sekolah negeri bertaraf 
internasional. Menurutnya, hingga sekarang, ada sekitar 100 SMP negeri bertaraf 
internasional, 4 SMP swasta internasional, dan 275 SMPN RSBI.






<<23_30_111.gif>>

Attachment: sig.jsp?pc=ZSzeb114&pp=GRfox000
Description: Binary data

Kirim email ke