http://regional.kompas.com/read/2010/03/14/12443420/Kebersihan.Masih.Menjadi.Kendala.Pariwisata
Kebersihan Masih Menjadi Kendala Pariwisata Minggu, 14 Maret 2010 | 12:44 WIB MANADO, KOMPAS.com - Pakar pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) Dr Joice Lapian mengatakan masalah kebersihan masih menjadi kendala pengembangan pariwisata di provinsi tersebut. "Toilet di tempat umum seperti bandara masih sering dikeluhkan, demikian juga kebersihan fasilitas umum lainnya perlu dibenahi lagi," kata pakar pariwisata dari Universitas Sam Ratulangi tersebut di Manado, Minggu (14/3/2010). Dr Joice mengatakan, sering mendapat keluhan dari para turis tentang masalah kebersihan di sejumlah sarana umum. Untuk itu pemerintah daerah perlu memerhatikan soal ini. Tentang lokasi wisata di Sulut, harus dilengkapi dengan fasilitas kebersihan seperti toilet dan kamar mandi. "Banyak lokasi yang bisa dikembangkan menjadi tempat wisata menarik, tetapi sayangnya tidak punya toilet dan kamar mandi, akibatnya tidak mampu berkembang menjadi lokasi wisata potensial," kata Joice. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi itu mengatakan optimistis Sulut bisa bersaing dengan Bali sebagai daerah kunjungan wisata sepanjang mampu mengembangkan sarana dan prasarana yang menarik, layak dan bersih. "Sebagai destinasi pariwisata, sudah saatnya Manado berbenah dengan memperbaiki semua sarana dan prasarana yang ada sehingga layak menjadi daerah tujuan wisata potensial," kata Joice. Pelaku pariwisata Sulut Freddy Walandaouw mengatakan, Sulut menjadi andalan kunjungan turis selain Bali sehingga membutuhkan dukungan semua stakeholder. "Pengembangan pariwisata tidak mungkin dilakukan hanya oleh satu instansi, tetapi dibutuhkan keterlibatan banyak pihak sehingga koordinasi sangat penting," katanya. Pakar Ekonomi Sulut Jack Parera MA, mengatakan, pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Sulut tetapi hingga kini belum memberi banyak andil terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. "Sudah sekian tahun Pemerintah Provinsi Sulut menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan sayangnya devisa yang diperoleh masih jauh dari harapan, sehingga perlu terus didorong dimulai dari pembenahan sarana dan prasarana pariwisata," kata Jack
