Berdakwahlah Pake Supermi Bukan Pake Teror Jihad !!!
Berdakwah itu hanyalah istilah, yaitu istilah yang digunakan dalam bahasa
Islam. Kalo diterjemahkan kedalam bahasa Inggris kita sebut sebagai "promosi",
dalam bahasa Indonesianya bisa kita sebut sebagai iklan, dalam bahasa
belanda-nya juga disebut "advertensi" atau Advertising.
Cara2nhya macem2, bisa dengan cara bagi2 gift, bisa dengan hadiah rokok, bisa
dengan hadiah karcis bioskop, atau juga dengan cara bagi2 gantungan kunci yang
ada lambang si promotornya. Termasuk cara bagi2 supermi. Semua cara2 itu
dihalalkan kecuali cara2 teror tentunya.
> "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote:
> Opo mbok kira yg murtad ke Kristen
> itu bukan motif ekonomi? coba jangan
> pakai supermi saya mau lihat hasilnya.
>
Bukanlah, tak ada motif ekonomi untuk pindah2 agama, motifnya jelas, cari
pengalaman baru, cari hal2 yang baru, cari hal2 yang menarik, dan kalo bosan
cari lagi yang lain. Sama saja dengan pasangan hidup, kalo bosan boleh kawin
lagi juga boleh menceraikan yang lama.
Itulah sudah berulang kali saya tulis. Mau tertarik agama lain bebas memilih
tak perlu keluar dulu dari agama lama. Wong isteri saja boleh dua atau tiga,
apa salahnya beragama dua, tiga, atau sembilan? Itu cuma masalah pilihan.
Masalah menggunakan supermi sebagai alat promosi bukan satu2nya cara, karena
para penjual mobil bisa menghadiahkan gantungan kunci, kaos, jam dinding dlsb
untuk daya tarik tanpa dipaksa membelinya.
Lalu apa urusannya kalo ada agama yang mempromosikan agamanya bukan cuma dengan
dakwah kosong saja tapi juga ditambah sebungkus supermie?
Bahkan Tuhan saja juga menjanjikan memberikan sorga dan 72 bidadari meskipun
lebih banyak bohongnya, tapi begitulah caranya. Asal bukan dengan cara2
kekerasan, cara ancaman, cara teror maka semuanya syah.
Belajarlah berkompetisi, bersaing secara jujur dengan cara2 persuasif sehingga
kamu bisa memahami bahwa cara2 mengancam, me-nakut2i itu salah. Atas dasar
inilah saya bisa membuktikan bahwa ajaran yang menyatakan Allah menciptakan
neraka itu sama sekali tidak benar, sama sekali salah, tidak mungkin Allah
memakai cara2 mengancam dan me-nakut2i dengan neraka sementara dia juga
membujuk dengan sorga dan bidadarinya yang perawan.
Apalagi menghalalkan penjarahan dan pembakaran mesjid2 Ahmadiah, bukan begitu
seharusnya ajaran Allah.
Kenapa harus mencemburui bagi2 supermi? Kalo memang anda anggap bahwa muslimin
masuk Kristen gara2 supermi, cobalah pakai cara2 yang sama, adakah orang kafir
mau masuk Islam gara2 diberi supermi??? Nanti anda tahu, cara2 itupun gagal,
apalagi pakai cara2 teror yang hasilnhya malah diperangi umat diseluruh dunia
termasuk diperangi sesama umat Islam sendiri.
Meskipun Islam memakai cara2 teror, ternyata juga banyak yang kemudiannya masuk
Islam, tapi bukan karena percaya tapi karena mau mengubah ajaran teror ini dari
dalam Islam sendiri. Juga yang masujk Islam di Amerika ini kebanyakan
anggauta2 Homeland security dan FBI.
Coba deh anda teliti organisasi2 Kristen dari seluruh dunia yang mengirimkan
bantuan macem2 ke bencana Tsunami Aceh, ada selimut, ada kursi roda, ada bahan
bangunan, ada obat2an, dlsb tanpa ada satupun yang mempersyaratkan orang Aceh
harus masuk Kristen dulu sebelum menerima bantuan ini. Tidak satupun Kristen
diluar negeri yang memakai supermi karena supermi itu cuma disukai Islam
Indonesia. Memang begitulah cara2 promosi, bagi2 souvenir untuk menarik, asal
jangan pakai cara2 teror, ancaman, maupun kekerasan seperti cara2 Syariah yang
main bunuh saja.
Terserahlah bro, kalo tetap masih ngotot menganggap benar kepercayaan anda yang
salah itu adalah urusan anda, yang jelas anda akan gagal memahami kebenaran
yang sejati, gagal menikmati kebahagiaan, dan gagal mendapatkan kehidupan yang
damai.
Sekali lagi, marilah kita dukung HAM, jalankan agama yang anda percaya diatas
landasan yang dibenarkan oleh HAM bukan malah melanggar HAM seperti halnya
cara2 terkutuk Syariah Islam.
Ny. Muslim binti Muskitawati.