Israel Sekutu Bukan Boneka Amerika
Bersikap, bertindak, dan memutuskan tanpa kata2 sekalipun telah menjawab maupun
menolak semua fitnah negara2 Islam kepada Israel se-olah2 boneka Amerika atau
Amerika dituduh juga boneka Yahudi.
Begitulah caranya Amerika mengamalkan ajaran sang Buddha yang menyatakan
"jangan cubit kalo tidak mau dicubit", inilah ajaran moral yang paling
universal yang diharamkan dan tidak dikenal dalam Islam. Salah satu ajaran
Islam yang melanggar norma universal ini adalah bahwa umat lain yang masuk
Islam dipuja sebagai mualaf dan umat Islam yang pindah agama lain dikutuknya
sebagai murtad yang harus dibunuh mati. Padahal kalo memang mengamali falsafah
universal ini, maka seharusnya dianggap bahwa umat lain yang masuk Islam
dinamakannya "mualaf Islam", sebaliknya kalo ada umat Islam yang masuk ke agama
lainnya juga kita puji sebagai "mualaf agama lainnya", jangan dianggap murtad
apalagi harus dibunuh.
Demikianlah, pelanggaran falsafah inilah yang akhirnya menjadikan Arab
Palestina yang mengemban ajaran Islam tertimpa senjata makan tuan. Mereka dan
negara2 Islam memfitnah bahwa Amerika adalah boneka Yahudi, dan sebaliknya juga
ada yang mengatakan bahwa Israel adalah boneka Amerika.
Untuk membuktikan bahwa Amerika bukan boneka Yahudi dan Israel bukan boneka
Amerika, cukup saja Amerika mengikuti maunya Arab2 Palestina yang tersesat cara
berpikirnya. Amerika kemudian berpihak kepada Arab Palestina melarang Israel
melanjutkan pembangunan pemukiman.
Tetapi tidak ada ayat kitab suci maupun ayat2 hukum Internasional yang
mengharuskan sebuah negara tunduk kepada perintah Amerika atau harus tunduk
kepada perintah UN apabila dirasakannya tidak adil. Demikianlah, Arab
Palestina boleh melanggar seenaknya saja perjanjian camp David yang telah
ditanda tanganinya sendiri. Bahkan, UN hanya mengakui berdirinya negara
Palestina itu berdasarkan perjanjian cam David.
Tolol jadinya kalo perjanjian camp David itu sendiri sudah ditolak tidak lagi
diakui Arab Palestina tetapi masih mengharapkan pengakuan UN dan dunia
Internasional akan adanya negara Arab Palestina ini.
Arab Palestina ini yang mengabaikan UU Internasional justru memaksakan cara2
Syariah Islam yang justru ditolak seluruh dunia.
Kalo UU Internasiolan melarang semua negara ikut campur urusan dalam negeri
orang lain seharusnya juga dihormati Arab Israel. Tapi tidak perlu diajar
dengan kata2 cukup diajar dengan sikap, tindakan dan keputusan. Pertikaian
Arab Palestina dengan Israel harusnya mereka berdualah yang berdamai, sedangkan
peranan perantara seperti Amerika dan UN tidak mungkin bertindak sebagai pihak
penentu harus begini atau harus begitu kepada kedua yang bertikai ini.
Arab Palestina menuduh Israel bersalah karena mencaplok Jerusalem yang
diakuinya sebagai wilayah Israel, padahal Jerusalem Timur yang diributkan ini
justru direbut oleh Israel dari kerajaan Jordania yang dulunya menganggap
sebagai wilayah Jordania dalam perang 6 hari 1967.
Pendirian negara Palestina yang disyahkan dalan perjanjian camp David sama
sekali tidak mencakup wilayah Jerusalem Timur ini. Lalu bagaimana bisa negara
Palestina diakui dan dianggap sebagai negara padahal pemerintahnya sendiri
sudah menolak dan tidak lagi mengakui perjanjian camp David ???? Apalagi, mau
minta pengakuan Amerika dan Internasional bahwa wilayah Jerusalem Timur sebagai
juga wilayahnya, padahal dirinya sendiri juga belum bisa diakui dunia karena
menolak perjanjian camp David itu sendiri.
Tentunya Amerika dan UN tidak perlu berdebat kusir, mereka cukup mengemban
tugasnya saja seperti bagaimana seharusnya. Amerika dan UN diminta oleh Arab
Palestina ini menjadi perantara untuk melarang Israel melanjutkan pembangunan
pemukiman, dan hal ini sudah dilakukan oleh keduanya, tapi kalo larangan
Amerika dan UN itu ditolak Israel tentunya bukan salah Amerika atau salahnya
UN, karena memang tidak ada aturan bahwa Israel harus tunduk kepada Amerika dan
UN.
Coba lah pertimbangkan, kalo Arab Palestina saja yang belum diakui ini ternyata
berulang kali menolak dan melanggar aturan yang dikeluarkan UN dan mengabaikan
anjuran Amerika, lalu bagaimana Arab Palestina Islam ini mau mengharap agar
Israel akan mematuhi keputusan UN dan anjuran Amerika ini ????
Inilah masalah falsafah sang Buddha, "jangan cubit kalo tak mau dicubit".
Sekali anda melanggar, kenapa orang lain tak boleh juga melanggarnya ???
Tidak ada argumen, alasan, atau perdebatan tentang status Jerusalem yang
tadinya milik Jordania tetapi direbut Israel karena perang 6 hari yang
dimenangkan Israel akibat serangan keroyokan pengecut orang2 Arab Islam kepada
Israel. Jadi enggak ada sedikitpun yang bisa dijadikan bahan perdebatan yang
bisa menjadikan Jerusalem bagian dari Arab Palestina ini.
Bagi Amerika dan UN tidak pernah menganggap pembangunan perumahan oleh Israel
sebagai pelanggaran Internasional, justru yang pasti merupakan pelanggaran
Internasional adalah tembakan2 roket ke Israel itulah yang betul2 melanggar UU
Internasional.
Membangun perumahan tidak menyebabkan rakyat jadi mati, malah ekonomi orang2
Arab Palestina jadi berkembang karena banyaknya lapangan pekerjaan. Jadi
membangun pemukiman sama sekali tidak ada alasan untuk mengutuknya. Kalopun UN
dan Amerika diminta oleh Arab Palestina ini untuk menghentikan pembangunan
perumahan ini, pasti ditolak oleh UN maupun Amerika karena kedua nya adalah
perantara perdamaian bukan pihak provokator yang meningkatkan peperangan. Oleh
karena itu UN dan Amerika hanya berusaha meminta Israel untuk menunda
pembangunan itu bukan menghentikannya. Dan dari pihak Israel pun sudah
memenuhinya menunda pembangunan perumahan ini, tapi hanya sesaat untuk memberi
kesempatan para perantara itu menyusun dan memberikan argumentasinya kenapa
pembangunan ini harus ditunda???
Demikianlah setelah beberapa saat telah berlalu, pembangunan tentu harus
dilanjutkan tidak ada hal yang bisa dijadikan alasan untuk merintanginya.
Jerusalem itu bukan milik Internasional, bukan milik Arab Palestina, dan memang
pernah menjadi milik Jordania yang kemudian direbut Israel karena diserang
secara keroyokan dimana wilayah Jordania ini sangat strategis untuk
menghancurkan Israel. Kalo kenyataannya Jordania saja tidak sanggup merebutnya
kembali, lalu kenapa harus diberikan kepada Arab Palestina yang penuh kebencian
dan permusuhan ini ??? Hal inilah yang tidak bisa dijawab oleh UN maupun
Amerika sehingga baik UN maupun Amerika meskipun menganjurkan penundaan tetapi
tetap tidak tergoyahkan bahwa Israel adalah sekutu Amerika dan penolakan Israel
atas anjuran Amerika tidak bisa menggoyahkan hubungan kedua negara sebagai
sekutu.
Demikianlah dalam posisinya UN tetap membela anggautanya yaitu Israel,
sedangkan Arab Palestina belum lagi resmi menjadi anggauta UN tetapi sudah
banyak kali melanggar dan mengkhianati perjanjian2 yang ditanda tanganinya
sendiri dibawah pengawasan dan kesaksian UN.
Ny. Muslim binti Muskitawati.