Obama Cuma Mau Bernostalgia Tapi Malah Disodorin Harapan2 Ulama
Begitu banyak bagaikan banjir protes ulama2 Islam didunia terutama dari
Indonesia yang meminta agar Amerika menekan Israel untuk memberi kebebasan
beribadah di Al-Aqsha !!!
Tentu saja protest2 ini tidak bakalan dijawab karena memang protest2 itu
sendiri yang sesat salah sasarannya !!! Karena pada kenyataannya Israel sama
sekali tidak ada urusannya untuk melarang beribadah di Al-Aqsha, juga Israel
sama sekali bukan negara yang anti-Islam, bahkan UU negara Israel menetapkan
bahwa umat Islam mempunyai hak yang sama dinegaranya karena Israel dari mulai
berdiri hingga sekarang adalah tetap negara yang Demokratis yang selalu
menegakkan HAM sesuai apa yang disyaratkan UN.
Tapi konflik Islam selalu terjadi karena memang di Quran setiap umat Islam
diwajibkan untuk memusnahkan Yahudi dan menegakkan Syariah Islam. Jadi konflik
umat Islam bukan cuma terjadi di Israel saja tapi juga diseluruh dunia termasuk
di Indonesia. Kebebasan beribadah di Al-Aqsha disalah gunakan untuk pertemuan
menggalang persatuan melakukan terror2 berdarah di seluruh Israel. Wajar kalo
pemerintah Israel akhirnya harus mengambil tindakan pengamanan apapun resiko
dan berapapun biayanya.
Demikianlah kira2 gambaran protes yang salah alamat ini, di Gaza juga terjadi
hal yang sama yang sudah sama2 dipahami semua negara2 didunia sehingga ikut
membantu dengan melakukan embargo ekonomi, teknologi, maupun senjata.
Kesemuanya ini dilakukan untuk mengamankan wilayah ini dari serangan2 maupun
pengacauan2 para teroris jihad Islam.
Kalo yang terjadi di Gaza adalah gara2 embargo seluruh dunia, maka apa yang
terjadi di Indonesia hampir sama. Banjir, musibah penyakit, kebakaran, teror
bomb, gempa bumi, listrik yang kelap kelip, pendidikan yang menurun,
pengangguran yang makin meningkat mendekati tingginya pengangguran di negara2
Syariah Islam di Arab. Kesemuanya ini merupakan bencana yang hakekatnya bisa
dengan mudah ditangani dengan bantuan Amerika.
Padahal Indonesia sama sekali tidak kena embargo massif seperti yang dialami
oleh Gaza, tapi kenyataannya akibat2 yang terjadi adalah sama meskipun berjalan
lebih lambat tidak sedrastis di Gaza.
Memang tidak banyak menteri apalagi masyarakat awam yang bisa memahami
sebab2nya hingga hal ini bisa terjadi. Bahkan pemerintah Amerika maupun Obama
sendiri belum tentu menyadari bahwa kebijaksanaan pemerintahnya secara tidak
langsung menjadi penyebabnya. Itulah sebabnya, SBY membentuk team untuk
melakukan negosiasi kepada Obama untuk mengubah kebijaksanaan Amerika agar
rakyat diIndonesia bisa bernapas lega.
Penyebab utama itu adalah tidak adanya investor Amerika yang tertarik untuk
berinvestasi di Indonesia, dengan cara apapun dan dengan fasilitas apapun yang
dijanjikan pemerintah RI ternyata tidak bisa membuat investor Amerika untuk
menengokpun. Hal ini bukan karena disebabkan kurangnya usaha pemerintah RI
dalam berpromosi, melainkan sebab utamanya sikap kebijakan pemerintah Amerika
yang tidak memberi jaminan resiko yang dialami oleh para investor apabila
terjadi musibah politik yang menyebabkan para investor dirugikan.
Pemerintah Amerika setiap tahunnya selalu mengeluarkan daftar kondisi negara2
diseluruh dunia dimana setiap investor bisa mempertimbangkan untuk
menginvestasikan modalnya. Misalnya, Cina dalam daftar itu mendapatkan nilai
tinggi dimana setiap investor Amerika dijamin oleh pemerintahnya selama 15
tahun assurance, dimana kalo terjadi badai politik yang merugikan si investor,
maka pemerintah Amerika akan memberi ganti rugi dalam kurun waktu 15 tahun yang
ditetapkan sebelumnya.
Lain kasusnya dengan Indonesia, dengan adanya berbagai bencana alam, ketidak
stabilan politik, maupun berkembangnya terorisme, maka pemerintah Amerika sama
sekali tidak memberi jaminan se sen pun kepada para investor. Akibatnya wajar,
tidak ada satupun investor Amerika dan juga negara2 lainnya yang berani resiko
untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Hal2 seperti inilah yang oleh SBY menganggap perlunya lobby2 dan pendekatan
pribadi, ditambah lagi masalah2 lain yang menyangkut teknologi, misalnya
masalah listrik, penanganan banjir, peremajaan persenjataan TNU, pemeliharaan
peralatan canggih untuk memonitor tsunami, masalah meningkatkan pendidikan dan
masih seribu satu kebutuhan lainnya yang memang tidak sanggup ditangani
pemerintah RI.
Kesalahannya memang dipihak RI sendiri yang membenamkan diri dalam lumpur
syariah Islam sehingga berbagai masalah bermunculan. Dalam sepuluh tahun
terakhir ini, Unesco telah memberikan milyardan dollar beasiswa untuk negara
Indonesia menyekolahkan putera puterinya ke negara2 maju diseluruh dunia.
Ternyata dana yang begitu besar dihabiskan dengan mengirimkan siswa2 yang tidak
disaring menurut kritteria2 yang berlaku, mereka dikirim atas dasar kroni isme,
akibatnya tidak ada yang lulus dalam test2 yang dilakukan universitas2 terkenal
didunia dan akhirnya lebih dari 90% dari dana tsb digunakan untuk menyekolahkan
mereka ke Al-Ashar di Kairo dan sisanya dikirim ke beberapa perguruan tinggi
Islam di-tempat2 lainnya termasuk di Amerika. Akibatnya Indonesia kandas
dibidang teknologi, tidak mampu merawat alat2 canggih yang mahal yang dibelinya
untuk kebutuhan nasional. Dunia kedokteran tidak tersentuh teknologi, tak ada
seorangpun dokter yang lulus saringan. Begitu juga dibidang ekonomi, dll.
Akibat kesemuanya ini wajar kalo Indonesia sebenarnya dalam keadaan emergency
yang sama seperti di Gaza, bedanya kalo di Gaza itu drastis, sebaliknya di
Indonesia terjadi bertahap.
Obama yang maksudnya ingin bernostalgia ke Indonesia dan untuk sejenak
meninggalkan segala kepusingan urusan dunia, tapi ternyata sewaktu mau
berkunjung ke Indonesia dia disodorkan berbagai harapan dan permintaan2 yang
olehnya tidak bisa diputuskan sendiri selain harus minta izin kepada senat di
Amerika. Padahal situasi senat juga lagi panas dingin dalam berbagai
perdebatan yang lebih penting seperti urusan Iran, Korut, Palestina, Gaza, dan
Israel.... sedangkan masalah Indonesia itu adalah masalah yang paling tidak
penting dan paling sederhana yaitu karena pemerintahnya itulah yang jadi
penyebab utamanya sehingga bantuan kayak apapun diberikan atau disumbangkan
tentu pasti hasilnya tetap mubazir karena memang salah penanganannya sehingga
tak perlu seharusnya membuat pusing Obama.
Bagaimana Obama bisa bernostalgia kalo disodorkan hal2 yang memusingkan seperti
ini untuk kesalahan RI sendiri ??? Masalah RI sebenarnya gampang diatasi
asalkan saja pemerintahnya konsekuen melaksanakan UU negaranya sendiri sehingga
ada yang bisa diperdebatkan untuk dikembangkan selanjutnya. Dalam kondisi UU
yang tidak bisa dijalankan, maka apapun tidak ada yang bisa diperbaiki.
UU negara harusnya cuma satu, tapi kalo UU negara bisa ada dua yang
bertentangan yang berjalan sama2 syahnya, lalu apa yang bisa dibantu dari luar
??? Jelasnya Pancasila tidak bisa berdiri bersama Syariah Islam. Lalu apa
yang bisa diharapkan dari Amerika untuk memenuhi mereka yang mendukung
Pancasila dan mereka yang mendukung Syariah ??? Padahal kedua momok yang
berseteru inipun keduanya adalah dukungan Amerika pada mulanya hingga saat ini.
Ny. Muslim binti Muskitawati.