Konflik Palestina Bisa Selesai Tanpa Campur Tangan
Cara Israel menyelesaikan masalah Palestina akhirnya berhasil karena campur
tangan dari luar bisa diatasinya.
Dari dulu masalah Palestina ini jadi ber-larut2 gara2 bantuan dari negara2
Islam dan negara2 Arab yang menekan secara politik melalui poll suara mereka di
UN. Tetapi sekarang, gara2 suara para pengacau dari luar ini terpecah belah,
dengan cepat permasalahannya bisa diselesaikan dan diharapkan tahun depan
masalah Palestina sudah bisa ditutup dan masuk tempat sampah.
Tapi dimata bangsa Israel sendiri, melihat batu sandungannya itu cuma terletak
dari sikap Amerika yang mendua. Orang2 Israel sudah muak melihat tingkah
Amerika yang memaksakan berdirinya negara Palestina. Baru setelah mengalami
serangan 911 inilah perilaku Amerika berubah total, semua bantuan kemanusiaan
secara langsung distop dan setiap ada bantuan dialirkan melalui Israel. Saat
inilah Israel bebas melaksanakan rencananya sendiri untuk mengisolasi
permasalahan Palestina untuk diarahkan kepada tutup buku dan pengakuan terhadap
berdirinya negara Palestina dibatalkan.
Tentu tidak layak kalo Israel yang membatalkannya karena pasti diprotes oleh
seluruh dunia. Oleh karena itulah Hamas disusupinya dengan agen2 Mossad, Hamas
menang pemilu tapi presidennya diberikan kepada lawannya agar bisa terjadi
pertentangan yang akan membawa kedalam pembatalan Palestina secara abadi.
Untuk membantu memperkuat posisi Hamas tentunya tidak gampang, terlalu banyak
negara2 luar yang pasang mata termasuk Amerika. Apalagi Hamas sudah masuk
blacklist sebagai terorist Internasional. Oleh karena itu bantuan memperkuat
posisi Hamas disalurkannya melalui Iran. Sudah semua orang tahu waktu Iran
berperang dengan Irak ternyata Israel membantu Iran secara rahasia.
Demikianlah, bantuan kepada Palestina yang waktu itu dikomandoi oleh Yasser
Arafat melimpah ruah sehingga sangat menguatirkan Israel. Untung pada waktunya
juga Yasser Arafat akhirnya juga mati dan Abbas naik. Ternyata meskipun Abbas
berhasil jadi presiden tetapi legislatif-nya dikuasai oleh Hamas yang secara
rahasia dibantu Israel melalui Iran.
Hamas menolak mengakui camp David dengan alasan radikal yang memusuhi Israel,
padahal dengan membatalkan pengakuan camp David akan dengan sendirinya
pengakuan terhadap Palestina itu sendiri batal juga.
Dengan dibayangi Hamas, maka pemerintahan Abbas menjadi impotent, segalanya
tidak berjalan. Kemudian dengan bekerja sama dengan Mesir, maka tertutuplah
segala urat nadi pemerintahan angan2 Palestina ini.
Langkah2 selanjutnya sekarang hanyalah mempelajari response Amerika karena
Perancis, Russia, dan Inggris kira2 sudah berhasil dijinakkan untuk tidak
tertarik lagi memberi bantuan kepada Abbas karena sang presiden ini tidak
memiliki pendukung. Melalui pembangunan settlement inilah response Amerika
dipelajari dan sekarang sudah berhasil dipastikan bahwa tanpa dirembukkan
sekalipun Amerika nantinya akan sejalan dan seiring dengan kemauan Israel dalam
membatalkan secara resmi pemerintahan Palestina.
Bagi Amerika tadinya, berdirinya negara Palestina merupakan prestige presiden
Clinton sehingga Israel harus sangat ber-hati2 agar tidak menyinggung
prestigenya mengingat perjanjian Camp David yang sangat membanggakan presiden
Clinton ini jangan sampe dianggap se-olah2 hancur ditangani Israel, biarlah
seluruh dunia menyaksikannya sendiri bahwa perjanjian camp David itu hancurnya
oleh Hamas, dibatalkan oleh Hamas.
Semua proses perjuangan Israel sekarang ini sudah dalam tahap2 akhir yaitu
tahap penutupan berupa pembatalan resmi perjanjian camp David untuk kemudian
kursi Palestina di UN dicabut. Tanpa kata2, Israel mengajukan pembatalan ini
hanya dengan tanda saja. Tetapi Amerika juga memahami bahasa tanpa kata ini,
sehingga secara resmi pemerintah Amerika malah sudah mengeluarkan responsenya
berupa kata2 yaitu, pembatalan negara Palestina akan dilakukan setelah dua
tahun.
Hillary Clinton sudah memberi pernyataan resmi pemerintahnya, bahwa dalam dua
tahun negara Palestina sudah harus berdiri. Tentunya, kalo dalam dua tahun ini
tidak juga berdiri....... tidak perlu dikatakan sekalipun kita semua paham
maksudnya, yaitu "dibatalkan".
Yaaa.... semua negara didunia juga paham, mana mungkin dalam dua tahun kedepan
bisa berdiri negara Palestina bahkan bantuan nya aja semuanya udah distop.
Ditambah lagi opposisi seperti Hamas ternyata menguasai kira2 tiga perempat
suara. Jadi untuk mengakui Hamas jelas tidak mungkin karena Hamas menolak dua
negara Israel dan Palestina, Hamas cuma menyetujui berdirinya Palestina dan
penghapusan Israel.
Jadi sudah mutlak, Hamas tidak bisa mendapatkan approval dari Amerika, UN,
maupun negara2 seluruh dunia termasuk negara2 Arab karena Hamas cuma didukung
satu negara saja yaitu Iran.
Kalo Hamas tidak mungkin bisa survive, maka lebih2 lagi Abbas yang cuma
memiliki seperempat pendukung saja, mana mungkin bisa merebut pengakuan
Internasional ???
Jadi kalo Hamas tidak mungkin, dan Abbas lebih tidak mungkin lagi, maka yang
paling mungkin adalah pembatalan berdirinya Palestina. Apalagi negara yang
di-cita2kan ini tidak memliki resources yang bisa dijadikan modal untuk
menjalankan roda pemerintahannya yang paling basic. Rakyatnya pengangguran
100%, sekolah tidak ada, rumah sakit cuma darurat, air minum didatangkan dari
Israel, bensin dan listrik juga didatangkan dari Israel. Sehingga dibolak
balik gimanapun juga tidak mungkin negara ini bisa berdiri. Ditambah lagi,
kelompok Hamas siap merampok siapa saja yang bisa survive.
Ny. Muslim binti Muskitawati.