Refleksi :Bagaimana kalau dibangun secara "slow motion"? Setujukah Anda?

http://www.thejakartapost.com/news/2010/03/18/police-group-aimed-make-ri-islamic-state-force.html


Police: Group aimed to make RI an Islamic state by force

Dicky Christanto ,  The Jakarta Post ,  Jakarta   |  Thu, 03/18/2010 11:34 PM  
|  National 

During interrogation, a recently arrested terrorism suspect said his group was 
aiming to build an Islamic country through military force, National Police 
spokesman Insp. Gen. Edward Aritonang said Thursday.

Edward said the statement was obtained from Ubaid, one of the terrorist 
suspects arrested in Aceh and now in police custody. Ubaid said the military 
training facility had been established to provide human resources to transform 
Indonesia into an Islamic state by military force, he said.

"Ubaid has admitted that the [group's] strategy was different to the bombs used 
by [the late] Noordin M. Top and [the late] Dr. Azahari Husein."

Ubaid's testimony also showed that the terrorist's grand plan was to make Aceh 
part of the Qoidah Aminah, meaning it would serve as a base to launch attacks 
on those working to prevent the group from turning Indonesia into an Islamic 
state, Edward said.

++++

http://rismaya-dakwahku.blogspot.com/2009/09/presiden-ajak-masyarakat-bangun.html

Presiden Ajak Masyarakat Bangun Peradaban Islam yang Luhur dan Mulia 
Friday, September 25, 2009 

dakwatuna.com - Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh 
komponen masyarakat Indonesia dalam memontum peringatan Idul Fitri 1430 
Hijriyah untuk terus berupaya membangun peradaban Islam yang luhur dan mulia 
sehingga bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Dalam ucapan selamat Idul Fitri yang disampaikan Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono, Sabtu, Kepala Negara mengajak semua pihak untuk memelihara optimisme 
dan terus bekerja untuk menciptakan suasana yang lebih baik di masa yang akan 
datang.

"Marilah terus kita bangun peradaban islam yang luhur dan mulia. Islam sebagai 
rahmat bagi semesta alam. Islam yang mencintai perdamaian keadilan dan 
persaudaraan. Dan marilah kita melangkah ke depan dengan penuh optimisme terus 
berkarya dan bersama-sama membangun hari esok yang lebih baik," kata Presiden.

Ditambahkannya,"semoga dengan kemenangan ini ke depan kita dapat meningkatkan 
keimanan dan ketaqwaan serta badah kita seraya memoho ridho Allah. Semoga pula 
kita dapat mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan baik bagi diri dan 
keluarga kita, maupun bagi bangsa dan negara tercinta."

Pemerintah menetapkan Idul Fitri, 1 Syawal 1430 Hijriyah jatuh pada hari 
Minggu, 20 September 2009.

Penetapan hari lebaran ini menyusul hasil sidang itsbat yang dipimpin Menteri 
Agama Dr H Muhammad Maftuh Basyuni di operation room Departemen Agama, Sabtu 
(19/9) malam. Menag didampingi Menteri Kominfo Prof Dr Ir Muh Nuh, Dirjen Bimas 
Islam Prof Dr Nasaruddin Umar dan Ketua MUI KH Ma`ruf Amin.

"Secara hisab dan rukyat sudah dapat dilihat, sehingga Idul Fitri jatuh pada 20 
September. Dapat disetujui?," kata Menag, disambut serentak peserta sidang yang 
menyetujui keputusan tersebut.

Keputusan tersebut tertuang dalam keputusan Menteri Agama Nomor 139 tahun 2009 
tertanggal 19 September 2009 tentang Penetapan 1 Syawal 1429 H.

Sidang dihadiri pula pejabat eselon satu dan dua Depag, para wakil ormas-ormas 
Islam serta duta besar dan perwakilan negara-negara Islam. (ant)

Kirim email ke