Science Bukan Berhala Dan Tidak Bisa Memberhalakannya
                                           
Hanya umat beragama yang punya kecenderungan memberhalakan ilmu pengetahuan 
untuk dicatut sebagai bagian pelajaran yang ada dalam agamanya.  Mereka 
memberhalakan ilmu pengetahuan agar terkait dengan dakwah agamanya agar bisa 
tetap mengikat umatnya dengan kebohongan2 agamanya dengan bungkus ilmu 
pengetahuan atau mencatut nama ilmu pengetahuan.

Berhala itu adalah istilah yang ada dalam agama Islam dan juga Kristen, malah 
di agama diluar kedua ini tak dikenal istilah berhala ini.

Berhala itu adalah kepercayaan, sedangkan ilmu pengetahuan adalah realitas.  
Tidak pernah ada ilmuwan sejati yang memberhalakan ilmu pengetahuan, apalagi 
ilmu pengetahuan setiap detiknya bisa berubah disesuaikan realita2 baru yang 
ditemukan akibat perkembangan teknologi dalam mengobservasinya.

Sebaliknya berhala itu adalah kepercayaan seperti agama yang tidak boleh diubah 
dan tidak berubah, karena sekali dipercaya begitulah seterusnya dipercaya tanpa 
terkait realitas yang bisa berubah.

Ilmu pengetahuan mula2 juga berasal dari angan2 yang kemudian disebutnya 
sebagai "Idea" karena ada realitasnya.

Berhala dan agama juga sama, mula2nya berasal dari angan2 yang kemudian 
disebutnya sebagai "kepercayaan" atau "agama" karena tidak memiliki realitasnya.

Jadi yang biasa memberhalakan ilmu pengetahuan hanyalah kaum beragama yang 
berdakwah mengkaitkan ilmu pengetahuan untuk disejajarian dengan agamanya untuk 
mengikat agar umatnya tetap percaya kepada agama yang dianutnya itu.

Aselinya, tidak pernah ilmuwan memberhalakan ilmu pengetahuan karena ilmu 
pengetahuan bukan kepercayaan.


> Ade Chika <ade.ch...@...> wrote:
> Hindu juga agama Impor, mau pancasila
> yang membuat sesuatu menjadi berhala
> itu bukan gambar atau benda2 tersebut
> tapi fikiran manusianya dsini juga
> banyak kita saksikan manusia yang
> memberhalakan pengetahuannya yang
> pas-pas an.

Agama Hindu di Indonesia adalah aseli karena meskipun nama agamanya sama2 Hindu 
tertapi isi kepercayaannya banyak bedanya.  Hindu juga banyak alirannya yang 
beda2, dan tidak seperti Islam yang selalu dipaksakan harus sama.

Asal muasal Hindu memang diyakini sumber2nya berasal dari India, tapi hal ini 
sama sekali tidak ada buktinya, bukan tidak mungkin asal agama Hindu mula2nya 
justru berasal dari Indonesia bukan dari India.

Indonesia itu sendiri dulunya juga bagian dari India.  Jadi ada kemungkinan 
Hindu itu berasal dari Indonesia, apalagi nama Indonesia itu adalah gubahan 
nama dulu yang dinamakan orang Belanda sebagai Hindia-Belanda.... yang artinya 
sebagai wilayah India milik Belanda.

Bahkan tidak terbukti bahwa agama Hindu dan Buddha yang kita kenal sekarang 
berasal dari wilayah India sekarang ini.

Hal ini persis sama dengan kasus asal muasalnya agama Islam aliran Ahmadiah 
Qadian dan Lahore.  Dulu belum ada negara Pakistant atau Bangladesh.  Sehingga 
banyak sumber2 Islam yang menyatakan Islam Ahmadiah itu berasal dari India.  
Tetapi sebaliknya, juga banyakj yang menyebutnya Islam Ahmadiah berasal dari 
Pakistant.  Kenyataan sekarang memang kota Qadian dan Lahore adalah terletak 
dinegara Pakistant.  Jadi lebih tepat kalo dikatakan bahwa Islam Ahmadiah 
berasal dari Pakistant bukan dari India.

Apa yang dialami oleh Islam Ahmadiah juga sama dialami oleh agama Hindu di 
Indonesia yang lebih mungkin adalah native atau pribumi aseli agama bangsa di 
bumi Indonesia yang masih bercampur dengan mistik2 anisme sehingga agak berbeda 
dari Hindu di India yang tersusun lebih logis dan rasional.

Juga sangat meragukan tempat asal Sidharta Gautama yang mengajarkan agama 
Buddha.  Kalo ditinjau lokasinya kemungkinan terletak di Nepal, Himalaya, atau 
di Tibet.  Tapi tidak kecil juga kemungkinannya berasal dari wilayah Cina yang 
sekarang.  Apalagi terbukti perkembangan agama Budha lebih menonjol di Cina, 
Thailand, Vietnam, Indonesia, Malaysia dan sekitarnya, bahkan sama sekali bukan 
di India.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Kirim email ke