DepKes Ikut2an Dalam Konspirasi Aspartam: Rejeki ???
                                             
Kabarnya dulu tahun 1980-an, aspartam ini telah dilarang, tetapi sewaktu Donald 
Rumsfeld yang menjadi pemilik dan pemegang saham pabrik ini mendadak diangkat 
jadi "Secretary of Defense", dia memerintahkan FDA untuk membatalkan larangan 
tsb.  Kemudian setelah itu oleh FDA dinyatakan pelarangan itu ditunda bukan 
dicabut dan persoalannya cuma digantung saja

Sejak dua tahun terakhir ini di Amerika semua makanan yang mengandung Aspartam 
enggak laku, akhirnya hampir semua supermarket menolak menjual segala makanan 
minuman yang mengandung Aspartam ini.

Entah sebabnya, apakah karena ditarik dari peredaran atas perintah FDA, atau 
memang atas inisiatif dari supermarket itu sendiri.  Tapi menurut opini-ku 
hilangnya Aspartam dari peredaran di Amerika ini tentunya karena diperintahkan 
oleh FDA, tak mungkin bisa hilang secara serentak dari peredaran begitu saja 
tanpa ada kompromi dari masing2 pengusaha penjual makanan ini.

http://www.wnho.net/the_ecologist_aspartame_report.htm
http://www.mercola.com/article/aspartame/fda.htm
http://www.rense.com/general33/legal.htm
http://www.naturalnews.com/028151_aspartame_sweeteners.html
http://www.naturalnews.com/aspartame.html
http://www.wnho.net/the_ecologist_aspartame_report.htm
http://www.wnho.net/fdaapprovedepidemic.htm

Aku ke kitchen dikantorku untuk minum kopi dengan cream, waktu aku check 
sweetenernya ternyata "dextrose" padahal dulu2nya aku inget benar sweetener itu 
adalah "aspartam", entah sejak kapan sweetener dikantorku sudah diganti dengan 
"dextrose".  waktu aku tanya kepada pengurus kitchen itu dia bilang sudah cukup 
lama sweetenernya diganti dengan "dextrose" ini karena yang "aspartam" dulu 
sudah tidak dijual lagi sehingga kantorku tidak bisa membelinya.  Tanya kepada 
beberapa kolega aku dapat informasi bahwa memang "Aspartam" menjadi penyebab 
kanker tapi kalo dimakannya berlebihan.

Kemudian waktu aku check telepon ke FDA ternyata Aspartam belum ada larangan 
tapi masih terus dalam investigasi, katanya FDA masih belum menemukan kasus2 
seperti yang dikeluhkan masyarakat, dan beberapa keluhan yang katanya 
disebabkan Aspartam ternyata katanya bukan penyebabnya.

Lucunya, meskipun FDA mengatakan aspartam belum dilarang, tetapi peredaran di 
pasaran sudah hilang, sama sekali aku enggak ngerti sebabnya.

Barulah setelah aku baca bahwa aspartam beredar di Indonesia, maka jelaslah 
sebabnya kenapa FDA belum mengeluarkan larangan aspartam di Amerika tapi 
dipasaran sudah tidak dijual lagi.

Rupanya produksi Aspartam yang begitu banyak kalo dilarang begitu saja sama 
saja ngebakar duit, daripada Aspartam yang banyak itu dihancurkan lebih baik 
dijual ke-negara2 berkembang dulu sehingga pabrik aspartam di Amerika enggak 
dirugikan dan tetap bisa bayar pajak ke Pemerintah Amerika.

Rupanya DepKes enggak tahu situasi dipasaran Amerika, mereka cukup baca berita 
FDA di Internet saja, dan lebih parah lagi berita2 internet yang direlease oleh 
FDA itu sudah berumur 5 tahunan.

Aku yakin, pengedar Aspartam di Indonesia boleh jadi DepKes sendiri, gara2 
mungkin ada pabrik di Amerika yang menawarkan Aspartam dengan harga miring 
langsung diborong DepKes dengan perkiraan untuk besar apabila dijual di 
Indonesia.  Itulah sebabnya, FDA sengaja mengundur waktu pelarangannya agar 
semua produksi Aspartam itu terjual habis dulu agar jangan mubazir.

Saya kira, agar Aspartam-nya cepat laku, maka jenis sweetener yang bukan 
Aspartam sengaja tidak dieksport Amerika.  Sehingga di Indonesia sekarang 
masyarakat tidak bisa menemukan substitusi Aspartam sebelum Aspartam yang di 
Amerika laku habis terjual dulu di Indonesia.

Kalo masalah begini aku kira untuk ngibulin negara2 kayak Jepang, Singapore, 
Thailand dll sangatlah sukar, tapi untuk ngerjain negara kayak Indonesia 
gampang banget apalagi para pejabatnya selain tuna ilmu pengetahuan juga rakus 
kepingin cepat kaya.  Memang, kalo kenyataannya Aspartam di Amerika sekarang 
dilarang beredar tanpa pelarangan resmi dari FDA, maka bukanlah mimpi kosong 
kalo pejabat2 di Indonesia ini bisa kaya mendadak tanpa harus korupsi meskipun 
mengorbankan jiwa rakyatnya.  Tapi selama rakyatnya tidak tahu, mungkin enggak 
apa2lah.  Amerika cukup serius dalam melindungi konsumen maupun pengusahanya, 
keduanya tidak akan dirugikan karena Indonesia yang penduduknya hampir 300 juta 
ini bisa diminta mengkonsumsinya.

Memang memprihatinkan, DepKes sekarang ini isinya cuma ulama melulu karena 
DepKes ingin menjegal rejeki MUI yang memalak semua perusahaan2 makanan dan 
industri lainnya dengan sticker "label halal" termasuk juga Menteri agama yang 
terus menerus akal2an ingin menarik hak penjualan sticker "label halal" ini 
kedalam wilayah kekuasaan Departement Agama juga.

Mungkin penjualan Aspartam ini sekarang juga menjadi rejeki MUI, ya siapa tahu, 
konspirasi beginian memang susah dilacak karena dikuasai para penguasa negara 
bukan cuma pengusaha.  Apapun yang terjadi dibelakang layar, tetap Indonesia 
merupakan pasaran paling empuk untuk aspartam, apalagi substitusinya enggak 
ada.  Mumpung udah kebanyakan penduduknya, biarin deh kita pasrahkan aja mati 
separo biar negara ini berkurang kepadatannya apalagi project KB juga gagal 
gara2 dilarang dalam agama Islam.  Tapi Aspartam dijamin halal karena dibacking 
MUI sehingga tak mungkin gagal lagi kayak KB dulu.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke