Israel Bukan Hasil Ekspansi Tapi Referendum !!!
Israel adalah negara baru, enggak pernah berekspansi, sejarah Israel khan baru
saja terbentuk ditahun 1948. Dulunya belum ada Israel, juga belum ada
Yordania, belum ada Syria, belum ada Libanon, negara2 ini baru saja terbentuk
diatas bekas kerajaan Palestina yang menjadi jajahan Inggris. Terbentuknya
negara2 baru ini adalah dibawah pengawasan UN yang prosesnya persis seperti
Timor Timur.
Akhirnya dari hasil referendum di Israel dan di Timor Timur timbul kerusuhan
dimana banyak pengungsi keluar dari kedua negara tsb menuju negara yang menjadi
biang keladinya. Kalo di Timor Timur mereka mengungsi ke Indonesia, maka yang
di Israel mereka mengungsi ke Yordania.
> "Y. Adam Prasetyo" <yad...@...> wrote:
> Justru, sejarah terlihat bahwa emang
> mereka bersalah. jelas siapa yang
> melakukan ekspansi.
>
Dari dulu juga semua kerajaan2 melakukan ekspansi, termasuk kerajaan2 Islam.
Yang kuat menang, yang kalah terusir. Tapi itu dulu, keadilan letaknya dalam
kekuatan. Dan waktu itu belum lahir Israel.
Tapi setelah perang dunia kedua berakhir, Amerika sebagai pemenangnya jadi
pelopor, sifat expansionis cara2 kerajaan zaman dulu dilarang melalui UN atau
PBB, akibatnya semua negara mendaftar untuk jadi anggautanya.
Zaman dulu raja itu hidupnya enggak tenang, setiap saat bisa di infiltrasi
kemudian raja dijatuhkan. Sekarang juga bisa saja hal itu juga terjadi, tapi
dengan adanya UN, maka cara merebut negara seperti begitu tidak mendapat
pengakuan dan dalam waktu singkat juga akan berantakan karena kena embargo.
Demikian juga masalah Israel, mereka berpendapat bahwa tanah Israel itu adalah
tanah mereka, dan ribut2 begini diselesaikan oleh UN melalui referendum
hasilnya Israel menang dan negara itu berdiri, persis prosesnya kayak Timor
Timur.
Lalu Arab Islam yang enggak puas menolak, melakukan terorisme, jelas cara2
begini ditolak oleh seluruh dunia, mereka bisa mendapat kekuatan hanya karena
ditopang oleh negara2 Arab dengan cara keroyokan.
Tapi Amerika bisa melihat siapa yang benar dan siapa yang salah, oleh karena
itulah Amerika tidak bisa diam aja Israel dizolimi oleh Islam.
Prinsip Amerika, Dunia ini milik kita bersama, oleh karena itu kita harus
berbagi rasa untuk sama2 tanggung jawab dalam memeliharanya. Hal inilah yang
ditolak oleh mereka yang mendukung Syariah Islam, karena ajaran Islam
menyatakan dunia dan alam semesta ini milik Allah dan karena itu mereka yang
menolak Allah dilarang menempati tanah milik Allah sehingga harus ditumpas.
Cara mempercayai seperti inilah yang enggak dibenarkan. Tanah bekas kerajaan
Palestina dulu itu jelas jajahan Inggris, artinya milik Inggris jangan
memperdebatkan kebelakangnya lagi. Oleh karena Inggris bisa dibujuk Amerika
untuk melepaskan jajahannya, maka cara yang terbaik dilakukan referendum.
Hasilnya wilayah bekas kerajaan palestina itu terpecah menjadi empat negara
yaitu Israel, Jordania, Libanon, dan Syria. Dari empat negara itu, cuma satu
negara saja yang non-Islam, ketiga lainnya justru beragama Islam memakai hukum
Syariah dimana yang bukan Islam selalu didiskriminasi padahal sudah dilarang
oleh UN.
Atas dasar keadilan inilah, Amerika tidak mungkin bisa membiarkan kezaliman
berlangsung diwilayah bekas tanah Palestina ini. Sebagai pemenang perang dunia
kedua, Amerika bisa saja memaksa seluruh dunia ini miliknya. Tapi ternyata
Amerika tidaklah bebuat seperti itu, bahkan Jepang yang takluk sekalipun
diperlakukan baik sekali sehingga bisa maju seperti Amerika. Coba anda
bayangin, ajaran Islam itu malah membasmi mereka yang bukan Islam, bagaimana
mungkin negaranya bisa aman karena yang bukan Islam juga akan dendam balas lagi
dengan kezaliman juga, akhirnya kayak sekarang hasilnya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.