Di dalam Kekristenan itu tidak ada istilah TK atau sudah Ph D., mau tahu 
ayatnya? Bacalah di Injil Matius 23 : 8 - 10, ini saya kutipkan saja, biar 
tidak perlu lari lari buka lemari dan mencari ALKITAB (ALLAH KITA TETAP AMAT 
BERKUASA) atau BIBLE (BASIC INFORMATION BEFORE LEAVING EARTH): "Tetapi kamu, 
janganlah kamu disebut RABI; karena hanya satu RABImu dan kamu semua adalah 
saudara, dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya 
satu BAPAmu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, 
karena hanya satu PEMIMPINmu, yaitu MESIAS"
sekarang jelas bukan? Siapa pun di bumi ini tidak terlepas dari kesalahan, 
karena kita semua itu adalah orang orang yang berdosa, jadi kita harus mau 
dikoreksi yang mana bisa diibaratkan kalau kita sedang melihat wajah kita 
sendiri di Cermin, kalau tidak ada Cermin, kita tidak akan bisa tahu bahwa 
wajah kita itu ada corengan hitamnya, tetapi kalau kita melihat ke cermin, kita 
pasti bisa melihat dan bisa menghapus corengan itu, sehingga wajah kita 
kelihatan Cantik atau Ngganteng, ya bukan???
Tanpa Cermin, pastilah kita ini tidak akan bisa tahu kesalahan kita sendiri, 
untuk itulah semua orang pasti harus mengakui bahwa dirinya itu kurang 
sempurna, tapi saat ini banyak orang yang bahkan mempertahankan kesalahannya 
sendiri, karena mereka berpola pikir yang berbeda dengan kita.
Contohnya begini saja, kita kan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, lha kalau 
kita dicela orang, dan disuruh percaya kepada orang lain yang sama sekali tidak 
disuruh oleh ALLAH BAPA DI SORGA untuk menyelamatkan umat Manusia, terus orang 
itu sama sekali tidak mendapatkan konfirmasi bahwa orang itu disuruh oleh ALLAH 
BAPA DI SORGA, dan orang itu bahkan tidak mendapatkan kuasa di Sorga dan di 
Bumi, lalu apakah kita harus mengikuti teguran itu??? He he he, itu sih namanya 
bukan teguran, tetapi menegur orang lain agar orang lain itu ikut ikutan 
nyeleweng.
Oleh karena itulah, kita jangan ikut ikutan nyeleweng dong, itu kan salah besar 
sekali!!! 
Ini lho saya jelaskan dasar pokoknya menurut catatan di ALKITAB:
585 tahun sebelum Tuhan Yesus itu dilahirkan di Kandang Bethlehem, telah 
dituliskan di kitab Yesaya 9:5 - 6 "Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, 
seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas 
bahuya, dan namanya disebut orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa 
yang kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan 
berkesudahan di atas tahta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan 
dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama 
lamanya."

Lalu benar Yesus itu dilahirkan di Kandang Bethlehem dan hal itu telah 
diberitahukan pertama kali kepada para Gembala, karena Gembala itulah yang 
setiap hari bergumul dengan para Domba, bukan yang lainnya.
Ini ayatnya lagi di Injil Matius 2: 1 - 2 "Sesudah Yesus dilahirkan di 
Bethlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang orang majus 
dari timur ke Yerusalem dan bertanya tanya:"Di manakah Dia, orang Yahudi yang 
baru di lahirkan itu? Kami telah melihat bintangNYA di Timur dan kami datang 
untuk menyembah DIA"
Jadi memang benar terjadi bahwa Yesus itu telah dilahirkan di Bethlehem, 
seperti yang dituliskan di kitab para Nabi (Matius 2:5).
Lalu dikonfirmasikan secara gamblang oleh ALLAH BAPA DI SORGA yang dicatat di 
Injil Matius 3:17 "INILAH ANAK KU YANG KUKASIHI, KEPADANYALAH AKU BERKENAN".
Walaupun begitu, Tuhan Yesus itu tidak mau nyelonong melakukan sesuatu, sebelum 
waktunya tiba, bacalah di Injil Yohannes 2:4 "Kata Yesus kepadanya:"Mau apakah 
engkau dari padaKU, ibu? Saat KU belum, tiba". Dari situlah kita harus tahu, 
bahwa kalau saatnya belum tiba, kita jangan dipaksa dengan kekuatan kita 
sendiri, nanti bisa amat berabe sekali.
Seperti halnya kita sering memaksakan diri untuk tiba tepat waktu di Kantor, 
karena sudah terlambat, jadi tanpa pikir panjang, kita ngebut saja, dan 
akhirnya kecelakaan akan menghadang kita, kalau memang mau tiba tepat waktu di 
Kantor ya benar benar kita perhitungkan dong jam keberangkatan kita, jangan 
malas malasan saja.
Setelah saatnya tiba, maka apa yang diperintahkan oleh Tuhan Yesus kepada kita 
semua? Bacalah baik baik di Injil Matius 28 : 18 - 20 "Kepada KU telah 
diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. karena itu pergilah, jadikanlah 
semua bangsa muridKU dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan roh 
Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah KUperintahkan 
kepadamu, dan ketahuilah, AKU menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir 
zaman"
Tuhan Yesus akan menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir zaman, tetapi 
kita harus mau melakukan perintah perintahNYA, kalau kita tidak mau melakukan 
perintah perintahNYA, ya Tuhan Yesus tidak akan menyertai kita semua senantiasa 
sampai kepada akhir zaman.
Ini contoh konkritnya, yaitu misalnya kita itu membutuhkan seorang pembantu 
rumah tangga yang minta gaji tinggi sekali, dan gaji yang tinggi itu telah kita 
setujui, dan orang itu sudah kita bawa ke rumah kita untuk menyelesaikan tugas 
tugasnya, tetapi setiap kali kalau kita suruh untuk melakukan sesuatu, ternyata 
orang itu hanya duduk diam saja dan tidak mau melakukan apa yang kita suruh, 
apakah ada diantara kita yang mau menggaji orang yang demikian itu???
Karena itulah, kita jangan hanya beranggapan bahwa kalau kita sudah dibaptiskan 
itu pasti MASUK KE SORGA, baptisan itu adalah syarat utama, bahwa kita benar 
benar mau tunduk dan benar benar mau mati dan bangkit kembali bersama Tuhan 
Yesus Kristus serta melakukan segala tugas tugas yang diperintahkan oleh Tuhan 
Yesus kepada kita, jadi jangan hanya ingin enaknya saja.
Ada orang yang menulis kata Baptis saja pakai dua huruf "B" dan setelah 
dikoreksi, ternyata dia tetap lupa, karena dia tidak tahu betul, tentang arti 
Baptisan itu, lha orang yang demikian ini, sebenarnya tidak layak untuk disebut 
sebagai "Pendeta" atau "Pengajar ALKITAB" atau "Pemimpin Umat Kristen", karena 
yang paling awal saja, itu pun masih salah, lha gimana selanjutnya?
Kita jangan beranggapan bahwa kita itu bisa diberi ampun oleh Tuhan Yesus 
Kristus setelah kita benar benar hampir mati akibat terkena narkoba dan lain 
lain. Kita harus mau bersyukur bahwa dalam kondisi seperti itu pun kita tetap 
diampuni oleh ALLAH BAPA DI SORGA dan masih diberi kesempatan untuk melanjutkan 
kehidupan kita di muka bumi ini, agar kita bisa mempelajari dan melakukan tugas 
tugas yang diperintahkan oleh TUHAN YESUS KRISTUS itu. Kalau kita tetap 
membandel melulu dan tidak mau melakukan apa apa, ya akhirnya final untuk 
selama salamnya.
Semoga tulisan saya ini bermanfaat bagi seluruh teman teman Kristen yang sudah 
dibaptiskan.













Ingat SEMBOYAN ini, Kitab Keluaran 18:21, Keluaran 23:8, Ulangan 16:19, Ulangan 
27:25, Mazmur 100: 1 - 5 dan 1 Korintus 1:10, Amsal 3:5







 


      

Kirim email ke