Refleksi : Bank Century sudah tidak lagi masuk agenda, hilang ditelan alam gelap? Hehehe,
http://www.antaranews.com/berita/1270731524/kpk-pertemuan-puri-imperium-tidak-terkait-century
KPK: Pertemuan Puri Imperium Tidak Terkait Century
Kamis, 8 April 2010 19:58 WIB | Peristiwa | Hukum/Kriminal |
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), M Jasin
menyatakan, pertemuan antara Wakil Ketua KPK, Chandra Martha Hamzah dan
sejumlah pengacara di kompleks hunian Puri Imperium tidak terkait dengan
penanganan kasus Bank Century.
"Tidak menyangkut hal-hal lain apalagi dikaitkan dengan Bank Century," kata
Jasin di Gedung KPK, Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan, pertemuan pada Selasa (6/4) malam itu terkait dengan rencana
Anggodo Widjojo untuk mengajukan praperadilan terhadap penghentian penuntutan
kasus hukum yang menjerat Wakil Ketua KPK, Chandra Hamzah dan Bibit Samad
Rianto.
Anggodo adalah tersangka dugaan percobaan penyuapan kepada pimpinan KPK.
Berbeda dengan pernyataan sehari sebelumnya, dalam klarifikasi itu Jasin
mangaku mengetahui bahwa Chandra akan menemui sejumlah pengacara dan mantan
pimpinan KPK Erry Riyana Hardjapamekas di Puri Imperium.
"Jadi pertemuan pak Chandra Hamzah itu sebenarnya sudah disampaikan kepada
pimpinan lain melalui email," kata Jasin.
Jasin menjelaskan, melalui email itu, Chandra menjelaskan akan menemui sejumlah
pengacara yang tergabung dalam Tim Pembela Bibit Chandra (TPBC).
Jasin mengaku mempersilakan Chandra untuk hadir dalam pertemuan itu. "Nah saya
jawab silakan pak," katanya.
Menurut Jasin, isi email itu bersifat umum, tanpa menyebut tempat pertemuan.
Jasin tidak menduga pertemuan itu dilakukan di Puri Imperium.
"Asumsinya ya di KPK," kata Jasin.
Setelah membalas email tersebut, Jasin memberitahu Haryono sebagai pimpinan KPK.
Menurut Jasin, Bibit sudah tahu rencana pertemuan, namun dia sedang berada di
Balikpapan.
Jasin membantah informasi yang menyatakan, email pemberitahuan dari Chandra itu
dikirim beberapa jam sebelum Chandra bertemu dengan para pengacara. Dia mengaku
mendapat email itu sehari sebelum pertemuan.
Menurut dia, Chandra sudah melaporkan hasil pertemuan kepada pimpinan KPK
melalui pesan singkat. Namun, pesan singkat itu tidak menjelaskan mengapa
pertemuan dilakukan di Puri Imperium.
Jasin berpendapat, KPK tidak perlu membentuk tim pemeriksa untuk Chandra karena
yang bersangkutan sudah melaporkan semuanya kepada pimpinan.
"Saya kira sepanjang sudah dilaporkan terlebih dulu dan memberi tahu hasil ke
pimpinan dan tidak ada "conflict of interest", tidak perlu ditindaklanjuti,"
katanya.
Klarifikasi Jasin itu berbeda dengan pernyataan para pimpinan sebelumnya.
Saat itu, mereka mengaku tidak tahu pertemuan Puri Imperium.
"Yang jelas aku kemarin sore jam 3 berangkat ke Balikpapan sampai Jumat, coba
tanya yg lain. Sebelum berangkat tidak ada pembicaraan untuk itu," kata Wakil
Ketua KPK, Bibit Samad Rianto ketika dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta.
Bibit membenarkan pernah mendapat informasi tentang rencana pertemuan terkait
praperadilan tersebut. Tapi dia tidak mendapat pemberitahuan kapan dan dimana
pertemuan itu akan dilakukan.
Bahkan, M. Jasin juga mengaku tidak mengatahui pertemuan itu.
"Silahkan tanya pak Haryono sebagai Plh (Pelaksana harian) Ketua KPK. Saya
tidak tahu pertemuan tersebut," kata Jasin.
Sedangkan Haryono belum mengetahui apakah ada pemberitahuan resmi tentang
pertemuan di malam hari itu.
"Saya cek dulu," katanya melalui pesan singkat.
(T.F008/A041/P003)
<<4_1_218.gif>>
<<23_29_125.gif>>
<<23_30_109.gif>>
sig.jsp?pc=ZSzeb097&pp=GRfox000
Description: Binary data
