Refleksi : Allah melarang orang beriman mengangkat orang Yahudi, Nasrani dan 
kafir menjadi wali/pemimpin.

http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010041023384912

      Minggu, 11 April 2010 
     
      BURAS 
     
     
     
Pilkada Rawan Konflik Sara! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "PILKADA--pemilihan umum kepala daerah--langsung, terutama tingkat 
kabupaten/kota di mana hubungan emosional para kandidat dengan pendukung 
relatif dekat, sejak awal "diwanti-wanti" rawan konflik sara-suku, agama, ras, 
dan antargolongan!" ujar Umar. "Untuk itu, para kandidat dan tim suksesnya 
diharapkan tidak mengeksploitasi pendekatan berbau sara, agar pilkada di 
daerahnya tidak memicu konflik yang jika sempat tersulut bisa berkepanjangan!"

      "Masalah sering timbul bukan dari kandidat atau tim sukses "ring satu" 
(yang terdaftar di KPUD), melainkan pada tim sukses lapisan bawah--di akar 
rumput--yang sejak awal sering gegabah dalam meraih kepercayaan kandidat 
terhadap dirinya, dengan memasang sendiri target perolehan suara yang 
berlebihan!" sambut Amir. "Ketika harus membuktikan kemampuan dirinya itulah, 
tim sukses lapisan bawah menghalalkan segala cara, tanpa kecuali menyulut 
sentimen sara!"

      "Maka itu, ketika gejala ke arah itu muncul, seperti gara-gara 
pertandingan sepak bola antardesa terjadi perkelahian antarkelompok warga 
berbau sara, konfliknya harus segera "dikarantina" agar tak terjadi 
eskalasi--peningkatan dan perluasan--konfliknya!" tegas Umar. "Lebih dari itu, 
para kandidat dan tim sukses "ring satu" harus segera melakukan konsolidasi 
jaringannya sampai lapisan terbawah, mengamankan para pendukungnya agar tak 
terlibat konflik berbau sara tersebut!"

      "Memang, hanya jika semua kandidat dengan tim suksesnya bisa mengamankan 
seluruh jajaran pendukungnya tak terlibat konflik berbau sara itu, konflik di 
lapangan juga akan teredam dengan sendirinya!" sambut Amir. "Teredam dalam arti 
sebatas fisik, sedang peredaman dalam sentimen atau stereotipe tertentu, tetap 
perlu dilakukan lewat perdamaian oleh tokoh-tokoh warga setempat--dengan 
dukungan pemimpin formal!"

      "Selanjutnya, meski perdamaian bisa tercapai, para kandidat dengan tim 
sukses "ring satu" dan kalangan pemimpin daerah tak boleh cepat puas!" timpal 
Umar. "Iklim sosial-politik yang kondusif harus dibangun seksama, terutama 
dengan kian taatnya semua tim sukses menjalankan aturan main pilkada! Karena, 
semakin dekat hari 'H' pilkada akan meningkat pula suhu politik! Jika sampai 
terjadi kecurangan dari salah satu tim sukses, risikonya bisa langsung menyulut 
bara konflik yang sebelumnya pernah membara!"

      "Tersulutnya bara konflik di ambang hari 'H' itu bisa fatal!" tegas Amir. 
"Karena, bisa menjadi arena balas dendam dari pihak yang merasa kalah saat 
perdamaian terjadi!" ***
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke