Sosok Wakil Ketua Umum Tanfidziyah PBNU : Drs. H As'ad Said Ali ?As`ad Said Ali Sipil Pertama Pimpin Intelijen
Selasa, 8 September 2009 Menekuni pekerjaan dengan konsisten bagi As`ad Said Ali adalah bagian dari ibadah. Termasuk pengabdiannya di dunia intelijen selama 35 tahun. Memang bukan hal yang mudah, apalagi ini menyangkut masalah menjadi mata dan telinga negara. Kariernya di dunia intelijen bisa dibilang cukup cemerlang. Dalam kurun waktu 1983-1990, suami Endang Sri Alina itu pernah bertugas di berbagai negara Timur Tengah. Bahkan intel yang fasih berbahasa Arab ini pernah bertemu dengan keluarga bin Laden di Timur Tengah. Selain itu, As`ad Said Ali juga pernah bertugas secara singkat di berbagai negara di Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia. Tak mengherankan jika sejak tahun 2001, As`ad Said Ali dipercaya sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) hingga sekarang. Bahkan dia adalah sipil pertama yang pernah menjadi Wakil Kepala BIN. Pengakuannya yang terang-terangan sebagai warga tulen Nahdlatul Ulama (NU) menjadi nilai tambah sendiri bagi As`ad Said Ali untuk lebih mudah membuka ruang komunikasi dengan pemimpin-pemimpin ormas Islam. Terlebih ketika ancaman terorisme mulai dikaitkan dengan agama. Pria kelahiran Kudus, Jawa Tengah, 19 Desember 1949 yang pernah 'nyantri' di Pondok Pesantren (Ponpes) Krapyak asuhan KH Ali Ma`shum ini merasa tidak setuju jika tindakan terorisme dikaitkan dengan agama mana pun, termasuk ponpes yang terkesan dijadikan sebagai tempat pendidikan berjihad yang melenceng dari tujuan sebenarnya. "Saya tidak setuju jika pondok pesantren di Indonesia dijadikan markas untuk melakukan jihad yang tidak dibenarkan. Karena, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan keburukan," ujar alumnus Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Sospol UGM Yogyakarta ini. (M Kardeni) http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=235185
