Refleksi : Orang mati mau dikuburkan, jembatan dijaga polisi. 

http://www.sinarharapan.co.id/berita/content/read/jembatan-suramadu-dijaga-puluhan-polisi/

Jumat 16. of April 2010 15:59 

JEMBATAN SURAMADU DIJAGA PULUHAN POLISI


     

Surabaya,  Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dijaga puluhan petugas 
kepolisian untuk mengamankan iring-iringan jenazah mantan Gubernur Jawa Timur, 
H.M. Noer, yang akan dimakamkan di Sampang, Madura, Sabtu (17/4) besok. 

"Kami sudah mengerahkan tiga peleton di sepanjang Suramadu," kata Kepala 
Kepolisian Wilayah (Polwil) Madura, Kombes Pol. Suro Jouhari, saat ditemui di 
rumah duka almarhum H.M. Noer, Jalan Ir. Anwari Nomor 11 Surabaya, Jumat. 

Selain di Jembatan Suramadu, pihaknya telah mengerahkan dua peleton personel 
Mapolwil Madura di Surabaya. "Untuk mengawal iring-iringan mobil jenazah, kami 
juga telah menerjunkan empat mobil patroli dan empat sepeda motor patroli," 
katanya. 

Gubernur Jatim periode 1967-1976 dan mantan Duta Besar RI untuk Prancis itu 
meninggal dunia di ruang "Intenzive Care Unit" (ICU) RS Darmo, Surabaya, Jumat 
pagi sekitar pukul 08.50 WIB dalam usianya yang ke-92 akibat kegagalan 
multiorgan tubuh. 

Menurut rencana, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka menuju Masjid Al 
Falah, Surabaya, Sabtu pagi pukul 07.00 WIB. Kemudian jenazah akan dibawa ke 
Sampang melewati Jembatan Suramadu. 

"Lewat Jembatan Suramadu itu merupakan salah satu wasiat beliau sebelum 
meninggal dunia. Beliau juga berwasiat agar jenazahnya disalatkan di Masjid Al 
Falah, Masjid Agung Bangkalan, dan Masjid Agung Sampang," kata Prof. dr. 
Sjarifuddin Noer, Sp.B., putra ketiga almarhum. 

Semasa memerintah Jatim, H.M. Noer pernah menggagas pembangunan jembatan yang 
menghubungkan Pulau Madura dengan Surabaya itu. Jembatan sepanjang 5,4 
kilometer yang melintas di atas Selat Madura itu akhirnya terwujud dan 
diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. 

Sesuai keinginan istri mendiang, Ny. Siti Rochmah, jenazah almarhum dimakamkan 
di pemakaman keluarga di kawasan Somor Kompa, Sampang, Sabtu (17/4) besok, 
karena tidak semua anaknya yang berjumlah delapan orang itu berada di Surabaya. 

Bahkan menurut Sjarifuddin, dua anak mendiang lainnya, Saifurrahman Noer masih 
berada di Seattle, Amerika Serikat, dan Akhiruddin Noer sedang menghadiri 
kongres tentang ginjal pada anak di Paris, Prancis. 

"Saiful dijadwalkan pulang pada bulan Mei mendatang. Dua saudara saya yang 
memastikan pulang yang ada di Jakarta dan Bogor, Jawa Barat," kata Sjarifuddin 
yang selama ini dikenal sebagai dokter ahli bedah plastik yang menangani bayi 
kembar siam dan operasi "face off" Siti Nurjazilah di RSUD dr. Soetomo, 
Surabaya, itu. 

H.M. Noer meninggalkan seorang istri, delapan anak, 21 cucu, dan enam cicit. 
Hingga berita ini diturunkan, pelayat, baik dari kalangan pejabat maupun kolega 
almarhum berdatangan ke rumah duka. 

Karangan bunga pun tertata sejak di jalan masuk menuju rumah duka. Di antara 
karangan bunga itu terdapat karangan bunga dari Wakil Presiden Boediono, 
Gubernur Jatim Soekarwo, dan mantan Gubernur Jatim Imam Utomo. (ant

Kirim email ke