Exclusivitas Islam Berakibat Antipati Umat Lainnya !!!
                                
Sementara disemua negara2 maju secara luas diajarkan etika moral yang 
berlandaskan HAM dimana melarang diskriminasi agama, ras, gender, dan 
kepercayaan, SEBALIKNYA dunia Islam malah memaksakan sikap exclusivitas umatnya 
untuk diakui sebagai umat yang paling harus dimuliakan sementara mereka sendiri 
merendahkan umat lainnya.

Cobalah kita masing2 membayangkan bagaimana perasaan umat lain yang bukan Islam 
terhadap exclusivitas umat Islam yang mengisolasi dirinya sendiri dengan 
se-gala2nya harus Islam, dan menyalahkan yang lain yang bukan Islam sebagai 
"anti-Islam".

Exclusivitas memisahkan bank harus menjadi bank Syariah Islam.
Exclusivitas Rumah Sakit harus ada Rumah Sakit Islam.
Exclusivitas Kerjasama Ekonomi Islam.
Exclusivitas Konperensi Negara2 Islam.
Exclusivitas Konperensi Menteri2 Islam.
Exclusivitas Persatuan Wartawan2 Islam.
Exclusivitas Negara2 Islam.
Exclusivitas Kerjasama negara2 Islam.
Exclusivitas Cendikiawan Islam.
Exclusivitas Produk2 makanan dan obat2an yang Islamiah.
Exclusivitas Universitas Islam
Exclusivitas Sekolah Menengah Islam
dan bermacam exclusivitas lainnya yang selalu dicirikan Islamnya.

Cobalah kita renungkan, agama lainpun kalo melakukan exclusivitas seperti ini 
pasti, kita sebagai umat Islam pun akan tidak mungkin bersimpati bahkan jadi 
anti-pathy.

Dulu2nya, agama2 lain juga melakukan exclusivitas seperti ini, namun sejak 
lahirnya deklarasi HAM, semua umat diluar Islam itu kebanyakan sudah 
menyadarinya bahwa exclusivitas agama seperti begini harusnya dilarang.

Exclusivitas Islam dari fakta2 diatas merupakan bukti bahwa umat Islam, 
agamanya, dan ajaran agamanya memang penuh dengan ide2 yang penuh diskriminasi 
yang wajib dilestarikan oleh umatnya karena tertulis dalam kitab suci yang 
tidak boleh diubahnya.

Akibat exclusivitas Islam inilah akhirnya umat Islam selau bentrok dengan umat 
lainnya yang bukan Islam bahkan akhirnya juga bentrok sendiri dengan sesama 
umat Islam akibat exclusivitas external itu juga membangun exclusivitas 
internal secara bersamaan sehingga meskipun sama2 Islamnya tetapi berbeda 
alirannya, menghalalkan mereka untuk saling membunuh.

System Sekuler Demokratik yang berlandaskan HAM ini bisa dibuktikan 
ketangguhannya dengan mengujinya terhadap kritik, dengan kritik2 inilah system 
sekuler Demokratis setiap saat disempurnakan.

Sebaliknya, system Syariah Islam sangatlah rapuhnya sehingga tidak mungkin bisa 
diuji kebenarannya melalui kritik.  Oleh sebab itulah kritik diharamkan dalam 
Islam.

Memang, exclusivitas Islam diatas bertujuan meminggirkan, menyisihkan mereka 
yang bukan Islam, tetapi akibatnya justru terbalik, Islam dan muslimin itulah 
yang makin lama makin tersisih akibat exclusivitasnya sendiri.

Ny. Muslim binti Muskitawati




Kirim email ke