http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010041800102111

 Minggu, 18 April 2010 
     
      BURAS 
     
     
     
Berpacu dengan Masalah Baru!

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "NEGARA kita bukan berpacu mencapai kemajuan! Tapi, justru berpacu dengan 
masalah baru yang muncul silih berganti membelitnya!" ujar Umar. "Kasus Century 
belum tuntas secara hukum dan politik, muncul Susno menyanyikan mafia hukum dan 
makelar kasus (markus) pajak di Polri! Baru masuk tahap jelasnya siapa Mr. X 
alias SJ, langkah Susno diganjal di bandara! Ee, ndilalah meletus tragedi 
berdarah di Koja!"

      "Realitas berpacu dengan masalah baru mulanya kurang disadari banyak 
orang! Kemunculan Susno dengan masalah baru pun sempat dicurigai cuma "aktor 
orderan istana" untuk pengalihan isu dari kasus Century!" sambut Amir. "Apalagi 
nyanyian Susno dipadu aransemen Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang juga 
datang dari istana! Tapi setelah belasan orang terimbas nyanyiannya, termasuk 
jenderal polisi dan sederet pejabat Ditjen Pajak, orang berbalik mengidolakan 
Susno! Saat pijar bintang Susno dipadamkan, muncul tragedi berdarah Koja--baru 
orang menyadari kenyataan pacuan masalah baru mengadang!"

      "Menurutmu, kenapa masalah baru bisa muncul secara berpacu begitu?" kejar 
Umar.

      "Mungkin karena di antara kita banyak yang suka memendam masalah, dalam 
arti tak menuntaskan setiap masalah yang ditangani, akibatnya banyak masalah 
tetap membara seperti api dalam sekam hingga menjadi bom waktu!" jawab Amir. 
"Ketika waktunya sampai, tak tertahankan, beruntunlah jelegar-jelegur masalah 
baru meledak!"

      "Tapi kalau meletusnya masalah baru berpacu begitu cepat, sedang dalam 
keadaan tenang saja tak bisa diselesaikan tuntas, masalah akan semakin menumpuk 
hingga kian kewalahan pula mengatasinya! Akibatnya, tertinggal semakin jauh 
lagi kita dari bangsa-bangsa lain!" timpal Umar. "Padahal, bom-bom waktu yang 
meledak terakhir ini bersifat fundamental--mafia di lembaga-lembaga penegak 
hukum, markus pajak yang mencoleng pendapatan negara, dan solusi kekerasan 
dalam penyelesaian masalah oleh Pemda--yang jika tak dituntaskan semua bisa 
menjadi bom waktu lebih fatal di masa depan!"

      "Hidup--terutama berbangsa--adalah suatu proses belajar!" tegas Amir. 
"Selama ini, proses belajar itu digunakan untuk belajar mengakal-akali, justru 
di poros sendi-sendi fundamental tadi! Akibatnya, bukan hanya mengganjal 
putaran roda kemajuan bangsa, tapi masalah-masalah juga dipendam jadi bom 
waktu! Pacuan masalah baru yang kini terjadi, memberi peluang untuk belajar 
dengan benar! Jika peluang itu disia-siakan, apalagi dengan formalisme yang 
selama ini justru menjadi bungkus kebusukan, bangsa ini bisa terpuruk lebih 
parah lagi!" ***
     

<<bening.gif>>

<<buras.jpg>>

Kirim email ke